Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

KAMIS PUTIH/B/2015

Kel 12:1-8.11-14   1 Kor 11:23-26   Yoh 13:1-15


PENGANTAR
     Dalam upacara liturgi yang lengkap pada hari Kamis Putih ini kita merayakan 3 intisari iman kita: Yesus mengadakan Ekaristi, Imamat dan Perintah Baru, yakni pelayanan kasih. Injil Yohanes hari ini menceriterakan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya. Yohanes satu-satunya penulis Injil yang berceritera tentang pembasuhan kaki itu. Pembersihan kaki adalah ungkapan pembersihan diri, yang mutlak diperlukan bagi setiap orang, bila ingin menerima Ekaristi, yang merupakan peneriman kasih Yesus, dan berupa pemberian diri seutuhnya kepada sesama kita. Maka hari ini marilah kita merenungkan makna Ekaristi sebagai dasar dan puncak hidup kristiani sejati yang utuh (Vat. II).

HOMILI
     Liturgi adalah ungkapan hubungan kita dengan Allah, dan sekaligus sebagai sumber  dan hasil hubungan kita dengan sesama. Demikianlah juga perayaan Ekaristi. Ekaristi kehilangan artinya apabila Ekaristi kita rayakan hanya untuk kita sendiri atau kita masing-masing, sebagai Ekaristi egoistis. Nabi Yesaya (1:11-17) dan Nabi Amos (5:21-25) menegaskan, bahwa ibadat,  apapun bentuknya  apabila tidak  dikaitkan dengan kepentingan sesama kita dalam masyarakat sekitarnya, tidak berkenan kepada Allah.

     Yesus mengadakan Ekaristi justru untuk menghubungkan kita dengan Allah, tetapi sekaligus juga untuk hubungan kita satu sama lain. Maka merayakan Ekaristi berarti menghadirkan kembali Yesus yang mencurahkan kasih dan pengampunan dan bela rasa-Nya kepada semua orang.

     Dalam kata-kata Yesus yang diucapkan kembali oleh imam pada saat mengadakan konsekrasi roti dan anggur: “Terimalah dan makanlah: Inilah Tubuh-Ku”  dan Terimalah dan minumlah: Inilah piala Darah-Ku”, terungkaplah makna Ekaristi yang sebenarnya: Yesus mengasihi kita seutuhnya sambil menyerahkan diri-Nya seutuhnya.

     Yesus mengambil roti, mengucapkan syukur kepada Allah, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya”. Sungguh mendalam makna kata-kata ini, sebab di situ terung-kaplah kehendak Yesus, yaitu supaya kita juga bersedia “memecah-mecah-kan diri kita bagi orang lain”. Pemecahan roti adalah suatu transformasi diri, meninggalkan egoisme dan mementingkan kebahagiaan orang lain! Dengan demikian menerima Ekaristi adalah menjadi Ekaristi!  

     Yesus berkata: “Terimalah dan minumlah: Inilah piala darah-Ku”. Kita ingat akan ceritera tentang Ibu Yakobus dan Yohanes, yang mohon kepada Yesus supaya kedua anaknya itu mendapat tempat tinggi di sebelah   kanan kiri-Nya! Yesus tidak marah, dan hanya bertanya, apakah kedua murid-Nya itu bersedia minum piala-Nya. Dan Yesus sendiri di Getsemani dalam perjuangan batin mohon kepada Bapa-Nya: “Biarkanlah piala ini berlalu dari pada-Ku…, tetapi terjadilah kehendak-Mu!”. – Piala adalah kesediaan untuk mengosongkan diri demi kepentingan orang-orang lain, khususnya orang miskin dan menderita! Piala yang harus diambil dan diminum adalah hidup yang dicurahkan untuk orang banyak! Demiki-anlah pula roti-roti yang dipecah-pecahkan adalah hidup yang dipecah-pecahkan, agar orang lain juga dapat hidup!

     Bila di dalam hidup kita ada suatu sakramen, yang dengan nyata menggambarkan  makna hidup dan perutusan Gereja, maka itu adalah Sakramen Ekaristi! Ekaristi adalah suatu sakramen yang dengan sepenuhnya mencerminkan ciri hakiki hidup kita sebagai orang kristiani dan katolik sejati, yakni menurut ajaran dan teladan Yesus. Yesus telah menderita, mati dan bangkit kembali, kini hadir di dalam Gereja di tengah masyarakat  di dunia ini. Ia hadir di tengah-tengah kita sebagai penyelenggara pengampunan, rekonsiliasi, perdamaian dan kasih sejati!

     Marilah dalam merayakan Kamis Putih ini, makna Ekaristi itu kita ketemukan kembali dalam diri kita! Kita tadi telah berdoa pada awal misa dan mohon ampun kepada Tuhan, dan bersedia mengampuni orang lain. Bersediakah kita hari ini merayakan Kamis Putih ini untuk menerima Yesus Kristus dalam Ekaristi dengan hati jernih, bersih dari rasa irihati atau benci dan dendam terhadap orang lain? Beranikah kita menerima kasih Yesus yang total dengan hati, yang sungguh bersih dari cinta diri, dan bersedia memberikan diri kita untuk melayani orang lain?

     Merayakan dan menerima Ekaristi berarti mau dan bersedia menjadi Ekaristi seperti Yesus untuk peduli dan hidup bagi sesama! 

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/