Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

KAMIS PUTIH 2020

PENGANTAR
    Dalam upacara liturgi yang lengkap pada hari Kamis Putih kita merayakan 3 intisari iman kita : yaitu Yesus mengadakan Ekaristi, Imamat dan Perintah Baru, yakni pelayanan kasih. Injil Yohanes hari ini menceriterakan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya. Yohanes satu-satunya yang berceritera tentang pembasuhan kaki itu. Pembersihan kaki adalah ungkapan pembersihan diri yang mutlak diperlukan bagi setiap orang, bila ingin menerima Ekaristi. Menerima Ekaristi merupakan peneriman kasih Yesus, dan sekaligus berupa pemberian diri seutuhnya kepada sesama kita. Maka pada hari ini marilah kita merenungkan makna Ekaristi sebagai dasar dan puncak hidup kristiani sejati yang utuh (Vat. II).

HOMILI    

    Liturgi adalah ungkapan hubungan kita dengan Allah, sebagai sumber dan hasil hubungan kita dengan sesama kita. Demikianlah juga perayaan Ekaristi. Ekaristi kehilangan artinya apabila Ekaristi kita rayakan hanya untuk kita sendiri atau kita masing-masing, atau sebagai Ekaristi egoistis. Dalam Perjanjian Lama Nabi Yesaya (1:11-17) dan Nabi Amos (5:21-25) menegaskan, bahwa ibadat, apapun bentuknya, bila tidak kaitkan dengan kepentingan bersama di masyarakat sekitarnya tidak berkenan kepada Allah.

    Yesus mengadakan Ekaristi justru untuk menghubungkan kita dengan Allah, tetapi sekaligus untuk hubungan kita satu sama lain. Maka merayakan Ekaristi berarti menghadirkan kembali Yesus yang mencurahkan kasih dan pengampunan dan bela rasa-Nya kepada semua orang.

    Dalam kata-kata Yesus yang diucapkan kembali oleh imam pada saat konsekrasi roti dan anggur : "Terimalah dan makanlah: Inilah Tubuh-Ku"dan Terimalah dan minumlah : Inilah piala Darah-Ku", terungkaplah mak-na Ekaristi yang sebenarnya: Yesus mengasihi kita seutuhnya sambil menyerahkan diri-Nya seutuhnya.

    Yesus mengambil roti, mengucapkan syukur kepada Allah, lalu "memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya". Sungguh makna kata-kata ini sangat mendalam. Sebab di situ terung-kaplah kehendak Yesus, yaitu supaya kita juga bersedia "memecah-mecah-kan diri kita bagi orang lain". Pemecahan roti adalah suatu transformasi diri, meninggalkan egoisme dan mementingkan kebahagiaan orang lain! Dengan demikian menerima Ekaristi adalah menjadi Ekaristi!

    Yesus berkata : "Terimalah dan minumlah : Inilah piala darah-Ku". Kita ingat akan ceritera tentang Ibu Yakobus dan Yohanes, yang mohon kepada Yesus supaya kedua anaknya itu mendapat tempat tinggi di sebelah kanan kiri-Nya! Yesus tidak marah, dan Ia hanya bertanya, apakah kedua murid-Nya itu bersedia minum piala-Nya. Dan Yesus sendiri di Getsemani dalam perjuangan batin mohon kepada Bapa-Nya : "Biarkanlah piala ini berlalu dari pada-Ku…, tetapi terjadilah kehendak-Mu!". Piala adalah kesediaan untuk mengosongkan diri demi kepentingan orang-orang lain, khususnya orang miskin dan menderita! Piala yang harus diambil dan diminum adalah hidup yang dicurahkan untuk orang banyak! Demikianlah pula roti-roti yang dipecah-pecahkan adalah hidup yang dipecah-pecahkan, diberikan kepda orang-orang lain agar mereka dapat hidup!

    Bila ada sakramen yang dengan nyata menggambarkan kesungguhan hidup dan perutusan Gereja, maka itu adalah Sakramen Ekaristi! Ekaristi adalah suatu sakramen yang mencerminkan sepenuhnya amanat kristianitas atau kekatolikan kita yang sesungguhnya. Artinya: Yesus yang telah menderita, mati dan bangkit kembali, kini hadir di dalam Gereja di tengah dunia ini. Ia hadir sebagai penyelenggaraan pengampunan, rekonsiliasi, perdamaian dan kasih sejati!

    Marilah makna asli Ekaristi itu kita ketemukan kembali! Kita telah berdoa pada awal misa dan mohon ampun kepada Tuhan, dan bersedia mengampuni orang lain. Bersediakah kita hari ini merayakan Kamis Putih ini untuk menerima Yesus Kristus dalam Ekaristi dengan hati jernih, hanya bersih dari rasa irihati ataupun benci dan dendam terhadap orang lain? Beranikah kita menerima kasih Yesus yang total dengan hati, yang sungguh bersih dari cinta diri, dan bersedia memberikan diri kita kepada orang lain?

    Kesimpulan kita ialah, bahwa merayakan Ekaristi berarti menjadi Ekaristi seperti Yesus bagi orang lain!

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/