Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

JUMAT AGUNG/B/2015

Yes. 52:13-53:12 Ibr. 4:14-16; 5:7-9 Yoh. 18:1-19:42

Renungan pendek tentang ucapan Yesus “Sudah selesai”

     Patut  diketahui bahwa pada setiap tahun pada Hari Minggu Palma dibacakan Kisah Sengsara Yesus, secara bergiliran: Injil menurut Matius, Markus dan Lukas. Setiap Injil itu mempunyai cirinya sendiri yang khas, masing-masing ingin menekankan aneka kekhususan Yesus sebagai Penyelamat. Tetapi pada Hari Jumat Agung selalu dibacakan Kisah Sengsara Yesus yang sama, yaitu INJIL MENURUT YOHANES.

     Dalam mendengarkan Kisah Sengsara Yesus menurut Injil Johannes, yang telah dibacakan atau dinyanyikan, kita harus memperhatikan dan merenungkan dengan sungguh-sungguh  apa  yang ingin disampaikan Johannes kepada kita. Dalam  renungan  Johannes,  yang menulis Injilnya pada  usia tinggi itu, terungkaplah  betapa agung kasih Yesus  ketika  menanggung sengsara-Nya! Kemarin dalam perayaan  Kamis Putih kita sudah mendengar Injil Yohanes tentang keagungan kasih Yesus yang membasuh kaki murid-murid-Nya. Dikatakan oleh Yohanes: “Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya, demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai sehabis-habisnya” (Yoh 13:1). Kita bertanya mengapa Yesus  berbuat  demikian?  Sebab  Yesus sungguh sadar, bahwa memang  itulah  kehendak  Bapa-Nya,  seperti dikatakan-Nya: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelsaikan pekerjaan-Nya” (Yoh 4:34).

     Tugas utama Yesus ialah melaksanakan perutusan kasih Allah kepada kita sebagai orang berdosa. Yesus melaksanakannya dan menyelesaikannya  di kayu salib di Golgota. Pada saat itu Yesus berkata: “Sudah selesai” (Yoh 19:30). Artinya  bukan sekadar berarti sebagai suatu pernyataan, bahwa tugas-Nya sudah berakhir! Kisah Kesengsaraan Yesus ini hanya dapat kita tangkap  dan pahami, apabila  kita membacanya  dengan ‘empati’, dengan ‘perasaan ikut mengalami’. Kita baru akan sadar, betapa  demikian besar dosa manusia, tetapi sekaligus kita juga menyadari  juga begitu  agungnya kasih Allah kepada  kita manusia. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16). Perutusan Allah Bapa  itu dilaksanakan dalam seluruh kehidupan-Nya, sejak  Ia dilahirkan  dan dengan mewartakan kabar gembira serta mewujudkannya dengan teladan dan perbuatan. Dalam  pelaksanaan perutusan-Nya  Yesus  mengalami penghinaan, penderitaan dan hukuman mati, yang dieksekusikan di kayu salib.  Semua itu telah diselesaikan-Nya. Artinya dilaksanakan sepenuh-penuhnya sampai akhir. Suatu bukti pelayanan kasih sehabis-habisnya: SAMPAI SELESAI!

     Dengan demikian, marilah pada Hari Jumat Suci ini kita dengan penuh  rasa  syukur merayakan wafat Yesus  di salib dengan hati yang terbuka, agar kita semua dapat menerima dan mengalami keagungan kasih Allah kepada kita tanpa batas.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/