Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PASKAH II /B/2015

Kis 4:32-35  1 Yoh 5:1-6  Yoh 20:19-31

 

PENGANTAR
      Kita masih berada pada awal kabar gembira Paskah, yaitu bahwa Yesus Kristus telah sungguh bangkit. Tetapi hari ini, Hari Minggu Paskah II, kita akan mendengarkan berita, bahwa salah seorang murid-Nya yaitu Tomas, karena tidak ikut melihat sendiri bersama dengan murid-murid lainnya kehadiran Yesus yang telah bangkit, berkatalah ia kepada mereka: Sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya” (Yoh 20:25). Tetapi ketika Yesus untuk kedua kalinya menampakkan diri-Nya lagi kepada mereka, Tomas ikut hadir. Dan pada kesempatan itu ia berseru: Ya Tuhanku dan Allahku(ay. 28). Apa yang dialami Tomas dalam hal iman atau kepercayaan akan Yesus yang telah bangkit, sekarang ini pun dapat kita alami, sebab  dahulu  maupun sekarang kita menghadapi Yesus Kristus yang satu dan sama. Untuk itu marilah kita mengenal Santo Tomas.

HOMILI
      Thomas adalah salah satu murid Yesus, yang kemudian menjadi salah seorang  dari  keduabelas  rasul-Nya. Dalam Injil Johannes  Tomas menyatakan diri sanggup mati demi Yesus (Yoh 11:6). Tomas adalah seorang pemberani. Dan ia sungguh mengasihi Yesus dan bersedia pergi ke Yerusalem dan mati bersama Dia, sedangkan lain-lainnya ragu-ragu. Tetapi ketika Yesus dihukum mati, ia menghadapi peristiwa  itu sendirian, dan merasakan kesedihannya sendirian pula. Karena itu ketika ada berita bahwa Yesus yang telah bangkit dan hadir di antara  murid-murid-Nya, Tomas tidak mau percaya. Tomas adalah orang yang memang bersemangat dan pemberani, namun sekaligus pesimistis dan tidak mudah percaya.  Karena itu ia tidak mau percaya akan berita tentang kebangkitan Kristus, apabila is sendiri belum dapat meraba bekas paku di tangan-Nya dan bekas tusukan tombak di lambung-Nya.

      Tetapi seminggu kemudian Yesus datang lagi, dan Tomas berada bersama rekan-rekan murid Yesus lainnya. Yesus mengetahui, mengenal hati Tomas! Yesus mengulangi kata-kata Tomas sendiri dan minta melakukan pembuktian yang dituntutnya. Maka sesudah  itu bangkitlah rasa kasih dan penghormatan Tomas kepada Yesus. Dan berseru: Ya Tuhanku dan Allahku(ay.28). Ucapan yang tidak dikatakan oleh murid-murid yang lain! Dan Yesus menyahut:Karena engkau  telah melihat  Aku, maka  engkau  percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya(ay.29). Diterjemahkan ke dalam bahasa kita, Yesus berkata: “Tomas, kamu membutuhkan mata insani atau fisik supaya dapat melihat  supaya percaya. Tetapi akan datanglah saatnya, di mana kamu akan mampu melihat dengan mata iman dan dapat percaya.”
      

Apa yang dapat kita pelajari dari ciri dan sikap Tomas itu?

Pertama: Tomas mempunyai kekurangan.
      Ia menjauhkan diri dari kebersamaan dan persaudaraan murid-murid Kristus sejati. Ia menyendiri, bukan menyatu dan bersatu dengan sesama  murid-murid Yesus. Karena itu pada perjumpaan pertama Yesus dengan murid-murid-Nya, ia tidak hadir. Kita pun akan kehilangan banyak anugerah Allah yang diberikan kepada kita sebagai persekutuan, apabila kita  ini menyendiri. Bila kita menyendiri dan mengalami kesedihan, kita cenderung menutup diri dan malahan menjauhi orang lain. Padahal justru pada masa susah atau sedih mengalami kesukaran, kita harus menggabungkan diri dengan sesama murid-murid Yesus, sebab justru di situlah kita saling bertemu dan dapat bertemu dengan wajah Kristus sendiri.

Kedua: Tomas memiliki kebajikan.
      Tomas tidak akan  berkata, bahwa ia memahami apa yang tidak dipaha-minya. Atau berkata, bahwa ia percaya akan apa yang tidak percayainya. Ia sungguh sejujur-jujurnya! Tetapi  apabila keragu-raguannya sudah hilang, maka hatinya tidak akan  tetap ragu-ragu.

Ketiga: Tomas berkeyakinan mutlak.
      Ketika keragu-raguannya lenyap, maka keyakinannya adalah mutlak: Ya Tuhanku dan Allahku!Thomas bukan orang yang separo-separo. Ia memang ragu-ragu, namun ia justru berjuang agar akhirnya menemukan keyakinan yang pasti. Hanya dengan kepastian inilah, bukan hanya asal-asalan, keyakinan imannya, bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, adalah benar.
         
      Tomas dapat kita lihat sebagai tokoh teladan, yang mengalami bahwa beriman atau percaya bukanlah hal yang mudah, “bukan barang murah”, sesuatu yang harus diperjuangkan. Ketaatan akan iman bukanlah pemberian belaka. Tomas adalah orang yang ingin yakin dengan pasti. Tetapi ia juga sanggup menghadapi tuntutan yang harus dituntut dari padanya. Tetapi bila sudah yakin, ia berani dan sanggup menghadapi tuntutan iman yang harus dipenuhinya. Kesetiaannya sebagai rasul dibuktikan dan diakhirinya dengan kematiannya sebagai martir, saksi iman, di India.

      Marilah kita mohon kepada Tuhan, agar dengan  perantaraan St.Tomas Rasul, iman kita akan kebangkitan Yesus Kristus, yang hadir  di  antara kita  di tengah  masyarakat modern sekarang ini, selalu diperdalam dan diperteguh.  

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/