Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU BIASA II/C/2019

Yes 62:1-5; 1 Kor 12:4-11; Yoh 2:1-11;

PENGANTAR
    SSetiap bacaan Kitab Suci yang kita dengar hari ini sungguh bagus dan penuh makna. Bacaan pertama menggambarkan betapa besar kasih Allah ke-pada manusia bagaikan kasih suami kepada isterinya. Dalam bacaan kedua Paulus menekankan, bahwa kita semua diberi "rupa-rupa karunia, tetapi ada satu Roh", "rupa-rupa pelayanan, tetapi hanya ada satu Tuhan", dan semua itu "untuk kepentingan bersama". Dan dalam Injil Yohanes mau menun-jukkan, bahwa apa yang terjadi dalam perkawinan di Kana, adalah suatu gambaran tentang komunitas kristiani ideal. Mengapa? Karena Yesus dan Maria hadir dan berperan di dalamnya. Khususnya dalam komunitas perkawinan!

HOMILI
    Perkawinan adalah suatu peristiwa penting dalam kehidupan manusia. Dalam perkawinan terungkaplah hubungan kasih paling mendalam antar dua manusia, suami dan isteri. Seperti diungkapkan dalam Bacaan pertama : Dalam Perjanjian Lama sikap Allah terhadap Israel sebagai umat terpilih-Nya diumpamakan sebagai sikap kasih suami terhadap isterinya. Dan dalam Injil hari ini Yohanes ingin menunjukkan kepada kita, bahwa pesta perkawinan di Kana sungguh dapat membahagiakan dan terberkati. Mengapa? Karena Yesus dan Maria bahkan murid-murid-Nya pun ikut hadir! Apakah itu artinya?

    Perkawinan begitu sangat dihargai oleh Gereja, sehingga diangkat menjadi sakramen. Dengan demikian perkawinan dihubungkan dengan Allah, yakni dalam hubungannya dengan Allah melalui Yesus Kristus. Dengan latar belakang ini, di dalam ceritera tentang perkawinan di Kana itu ditunjukkan adanya peranan dua orang tokoh penting yang harus hadir dalam setiap komunitas umat kristiani : yakni kehadiran Yesus dan Maria.

    Pertama: Maria hadir dalam perkawinan itu. Maria telah melahirkan Yesus sebagai manusia yang tampil sebagai Penyelamat. Dan ketika Yesus bergaul dan tampil di depan umum, dan kali ini pada pesta perkawinan di Kana, Maria yang hadir secara tidak menyolok mohon Yesus puteranya untuk menolong dan menggembirakan hati semua orang yang hadir bersama. Ia mohon kepada Yesus untuk menolong mereka. Dan meskipun tidak secara langsung dilaksanakan, namun permohonan Maria itu akhirnya dikabulkanNya juga. Maria hanya mengatakan kepada pelayan-pelayan : “Lakukanlah segala sesuatu, yang akan diperintahkan kepadamu”. Di sini sungguh tampak kepekaan kasih St. Maria sebagai seorang ibu di dalam menghadapi situasi sesama manusia. Ia bukan tampil secara menyolok dan mudah dilihat orang, melainkan secara sederhana, nyaris diketahui orang, namun berbuat nyata!

    Kedua : Yesus bukan hadir dalam pesta perkawinan itu sekadar untuk secara resmi memenuhi undangan, melainkan juga berbuat secara nyata untuk menggembirakan suasana perkawinan itu. Ia bukan ingin mempopulerkan diri dengan memperlihatkan kemampuan-Nya dengan mengadakan mukjizat, yakni menyediakan anggur kelas satu sejak permulaan. Ternyata Yesus sungguh memperlihatkan kebapaan dan kepemimpinan-Nya yang sejati. Yesus menghormati usaha setiap orang. Ia membiarkan setiap orang berbuat sesuai dengan kehendak dan kemampuannya. Tetapi Yesus di dalam kepemimpinan itu menampakkan pula kebapaan-Nya. Di mana ada seseorang yang tidak mampu memenuhi kebutuhannya, di situlah Yesus tampil, bukan supaya diri-Nya dipuji orang, melainkan agar orang itu dapat ikut merasakan betapa besar kasih Allah kepadanya.

    Betapa sungguh indah dan bahagia setiap perkawinan, keluarga, atau komunitas, apabila Maria dan Yesus dapat ikut hadir di dalamnya! Bila setiap orang dalam hidupnya bersama dengan orang-orang lain, apa pun dan bagaimana pun bentuknya, bersedia dan bertekad hidup dengan jiwa, sikap dan perbuatan seperti ditunjukkan oleh Yesus dan Maria dalam kehadiran mereka di Kana, maka ia dalam hidupnya akan sungguh dapat merasa bahagia dan merasakan kegembiraan hati kristiani sejati. Amin.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/