Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU ADVEN IV/C/2018

Mi 5:1-4a; Ibr 10:5-10; Luk 1:39-45;

PENGANTAR
    Sebagai kesempatan terakhir bagi kita guna mempersiapkan diri untuk merayakan Hari Raya Natal secara lebih mendalam, kita akan mendengarkan Injil Lukas perihal kunjungan Maria kepada Elisabet. Dari suasana dan isi ucapan timbal balik kedua tokoh perempuan itu, kita dapat menemukan bahan renungan yang mendalam, agar kita dapat sungguh menyambut kelahiran Yesus Penyelamat kita secara sungguh mendalam dalam hati kita dan bukan hanya secara meriah lahiriah belaka.

HOMILI
    Dalam Injil Lukas hari ini kita hanya mendengar ucapan Elisabet, dan tidak mendengar kata-kata sambutan balasan dari Maria.Di situ memang terungkap kegembiraan Elisabet dalam kedatangan Almasih yang datang meskipun masih dalam kandungan Maria Ibu-Nya. Tetapi untuk dapat merayakan Natal secara utuh, sebaiknya kita kutip juga sebagian dari lanjutan Injil, yaitu kata-kata Maria sebagai sambutannya terhadap kata-kata Elisabet kepadanya.

    Kata-kata Maria yang dimaksudkan itu dalam Gereja disebut "Magnificat", lengkapnya : "Magnificat anima mea Dominum", "Hatiku memuliakan Tuhan". Di situ Maria antara lain berkata : "Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah. Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang-orang yang rendah. Ia menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa" (Luk 1:52-53).

    Secara kuantitatif keadaan dan kondisi masyarakat di zaman Maria dahulu memang berbeda dengan keadaan masyarakat dunia kita sekarang ini. Namun secara kualitatif martabat kita sekarang ini sebagai manusia pada hakikatnya adalah sama seperti dahulu. Sekarang ini ada masyarakat urban bahkan metropolitan, penduduknya dapat dilayani dengan menggunakan komputer dan internet, dan berpergian dengan naik mobil, kereta api, pesawat. Keadaan dan hubungan antar penduduk bercorak metropolitan, bahkan kosmopolitan. Tetapi sebaliknya, jalan yang harus ditempuh Maria dari tempat kediamaannya di Nasaret menuju ke kediaman Elisabet di daerah Yersalem bagian barat, yaitu Ain Karim berjarak 120 km. Sambil mengandung mungkin Maria dalam perjalannya untuk mengunjungi Elisabet naik keledai, dan didampingi Yusuf suaminya. Itulah situasi dan kondisi fisik yang dialami Maria.

    Seperti dahulu, dalam dunia masyarakat kita sekarang ini ada juga orang-orang yang dalam bahasa alkitabiah disebut "golongan berkuasa". Tetapi sekaligus juga ada "golongan orang rendah". Di tengah adanya perbedaan besar antara dua golongan di zamannya itulah Maria berkata : "Hatiku memuliakan Tuhan!". Apabila kidung Magnificat Maria itu kita baca seluruhnya, maka ucapannya itu sebenarnya memberitahukan kepada kita, agar kita di dalam hidup kita ini, apabila mau sungguh menjadi pengikut Yesus sejati, jangan menipu diri kita sendiri.

  Maria menunjukkan kepada kita, bahwa kita harus memiliki nilai-nilai luhur sejati seperti yang tersimpan di dalam hati orang-orang kecil atau orang-orang sederhana. Dan kenyataan kelahiran Yesus di Betlehem membuktikan betapa benarnya apa yang dikatakan Maria itu. Dalam Perjanjian lama pun, seperti misalnya dalam Kitab Mazmur juga tertulis : "Tuhan itu tinggi, namun Ia melihat orang yang hina, dan mengenal orang sombong hanya dari jauh" (Mz 138:6). Dan dalam Perjanjian Baru Petrus juga berkata : "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati" (1 Ptr.5:5).

   Menjelang Natal ini marilah kita makin mengenal Maria sebagai Bunda Yesus. Dalam Gereja Maria disebut sebagai orang "yang diberkati di antara semua perempuan". Sebab di antara semua perempuan di dunia ini, Marialah yang dipilih Allah untuk melahirkan Putera-Nya, yang menjelma menjadi manusia untuk tampil sebagai Penebus umat manusia. Meskipun begitu tinggi kemuliaan yang diberikan Allah kepada Maria sebagai Bunda Penebus, namun hidupnya begitu sederhana sebagai orang biasa di kampung Nasaret, bukan seperti di istana raja di Yerusalem. Maria menerima tugas yang dipercayakan Allah kepadanya dengan rela dan tulus hati, serta melaksanakannya dengan kesungguhan hatinya.

   Sambil mempersiapkan diri untuk dapat menyambut kelahiran Yesus Penebus kita di Betlehem, marilah kita juga makin membangkitkan dan memperdalam hormat dan kasih kita kepada Maria. Untuk makin meneguhkan hormat dan kasih kita kepada Maria itu Paus Pius X telah mengatakan sebagai berikut : "Perawan tak bernoda, yang tidak pernah terkena oleh segala cemar dosa asal, sesudah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, telah diangkat memasuki kemuliaan surga beserta badan dan jiwanya" (LG 59; KGK 966).

   Marilah kita semua agar supaya dapat merayakan kelahiran Yesus pada Hari Raya Natal secara sungguh-sungguh, berusaha melaksanakan tugas panggilan kita dalam hidup dan perbuatan kita dengan rendah hati menurut teladan Yesus, namun sekaligus menurut teladan Maria Bunda Yesus dan sekaligus juga Bunda kita.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/