Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU ADVEN I/A/2019

Yes 2:1-5; Rom 13:11-14a; Mat 24:37-44;

PENGANTAR
    Hari ini kita dalam masa liturgi memasuki Masa Adven. Dalam Perjanjian Lama Nabi Yesaya mewartakan, bahwa Tuhan Penyelamat akan datang membawa damai di Yerusalem. Tetapi dalam Perjanjian Baru Rasul Paulus menegaskan, bahwa Penyelamat itu sudah datang, tetapi kita harus mau "bangun dari tidur" untuk menyambut kedatangan-Nya itu. Dan Yesus sendiri yang datang sebagai Penyelamat berseru : "Hendaklah kamu selalu siap siaga, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga". Dalam kenyataannya Yesus sebagai Penyelamat sudah datang secara nyata di Betlehem dan mati di Yerusalem. Bagaimanakah sambutanku?

HOMILI
    Selama masa Adven menjelang Natal ini, bacaan-bacaan dalam perayaan liturgi bukan hanya terbatas kepada peristiwa kelahiran Yesus di Betlehem, melainkan naskah-naskah Kitab Suci juga mengingatkan kita akan pewartaan mengenai kedatangan keselamatan kita pada akhir hidup kita masing-masing, serta juga pada saat kedatangan Yesus di masa terakhir dunia kita ini.

    Agar supaya kita dapat menilai makna Adven dan Natal yang otentik, kita harus mempunyai keterbukaan dan kemurnian hati sebagai orang yang sungguh beriman sejati, baik secara batin maupun lahir. Hati kita harus sungguh tertuju kepada apa yang baik, yaitu seperti dikehendaki Tuhan. Ibaratnya, jangan sampai seolah-olah seperti orang-orangYahudi dahulu, yang pergi ke Yerusalem, tetapi tidak mau menerima bahwa Yesus sebagai Penyelamat lahir di Betlehem di luar Yerusalem!

    Kita sendiri secara sadar atau tidak sadar berpikir, bahwa keselamatan kita yang yang benar kita pahami hanya menurut perhitungan, melulu secara rasional, ibaratnya menurut pertimbangan untung rugi. Jangan sampai kita hanya memikirkan bagaimana memiliki kesejahteraan ekonomi sertta kemakmuran yang setinggi mungkin. Berpendirian dan berbuat demikian merupakan pandangan tentang perjalanan hidup yang timpang. Di situ terdapat ketidakseimbangan antara hidup rohani dan jasmani. Dilupakan bahwa manusia memiliki jiwa dan raga.

    Memang ada orang-orang yang juga mau memenuhi nasihat Gereja, yaitu misalnya mengadakan perbuatan-perbuatan yang mempunyai nilai rohani. Mereka itu melakukan praksis atau kegiatan keagamaan secara lebih meriah, yang sangat menyolok, bahkan pergi jauh-jauh ke luar negeri untuk berziarah. Semua itu memang baik dan berguna, namun jangan sampai dilaksanakan hanya atas dasar perhitungan profan, dan tidak berlandasan pada ketajaman dan kepekaan batin terhadap makna iman dan nasihat Kitab Suci.

    Di bumi kita ini sering terjadi bencana. Misalnya bencana alam seperti letusan gunung berapi, tsunami, gempa bumi, banjir. Tetapi ada juga bencana yang disebabkan oleh manusia sendiri seperti pembakaran hutan, bencana ekonomi, masalah impor dan ekspor, korupsi. Dan ada pertentangan antar agama dan juga antar negara sampai diusahakan mengadakan sarana penghancuran musuh dengan senjata nuklir seperti atom, yang baru-baru ini secara tegas ditolak mutlak oleh Paus Fransiskus dalam kunjungannya di Nagasaki di Jepang.

    Kedatangan Natal, yaitu kelahiran Penyelamat kita sudah kita ketahui dengan pasti. Tetapi Yesus sendiri bersabda : "Waktu kedatangan Anak Manusia tidak dapat kamu duga". Inilah kiranya makna liturgis Adven yang kini kita masuki dan makna Natal yang akan datang. Artinya, kita harus selalu mempersiapkan diri, siap siaga untuk menyambut kedatangan Yesus sebagai Penyelamat apabila Ia akan datang memanggil kita masing-masing maupun semua orang kepada-Nya.

    Marilah kita menghayati masa Adven ini sebagai masa tenang, masa damai. Menyediakan waktu bukan hanya untuk memikirkan kebutuhan keselamatan jasmani materiil, melainkan juga dan terutama keselamatan rohani non-materiil. Hanya dalam kondisi dan situasi diri pribadi yang tenang kita akan makin mampu merayakan Natal nanti dalam arti yang sesungguhnya. Dengan demikianlah kita dapat dijauhkan dari rasa takut dan khawair. Kita terutama akan dibebaskan dari kelekatan diri serta keter-gantungan kita dari harta benda melulu. Kita diingatkan bahwa Yesus dilahirkan di luar kota, artinya bukan di tempat megah yaitu kota Yerusalem. Ternyata Yesus sebagai Penyelamat dipersiapkan Bapa-Nya untuk dilahirkan secara sangat sederhana di "luar kota", tetapi untuk kemudian melaksanakan karya agung perutusan-Nya sebagai Penyelamat di Yerusalem.

    Tuntutan atau syarat untuk dilahirkan kembali, walaupun dalam bentuk lain, juga ditujukan kepada kita, apabila kita sungguh mau diselamatkan. Artinya, kita harus bersedia menghayati Masa Adven dan Hari Raya Natal secara benar. Selama masa Adven ini kita, masing-masing mnurut kemungkinan dan dengan caranya sendiri berusaha menyelenggarakan mawas diri secara jujur. Marilah kita menghayatinya dalam hubungan pribadi kita dengan Allah Allah, dengan pribadi Yesus, dengan sesama kita di dalam keluarga, komunitas, pastoran, biara, lingkungan hidup dan medan karya.

    Untuk mengadakan koreksi pribadi diri kita marilah kita masing-masing bertanya: Di manakah letak kelemahan diriku? Bagaimana pandanganku tentang pelaksanaan keselamatan yang diselenggarakan oleh Yesus Kristus bagi diriku? Bersediakah aku lahir kembali namun bukan di Yerusalem? Ataukah aku justru mau dan berani dilahirkan kembali seperti Yesus "di luar kota"?

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/