Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA XXVIII/A/2011

Yes 25:6-10a  Flp 4:12-14.19-20  Mat 22:1-14

PENGANTAR
Dua minggu yang lalu Yesus, dalam perumpamaan berbicara tentang undangan kepada dua anaknya untuk bekerja di kebun anggurnya. Reaksi mereka berbeda: yang satu taat, yang lain tidak taat. Minggu lalu juga dengan perumpamaan, Yesus berbicara tentang pertanggungan jawab, yang diminta oleh si pemilik kebun anggur kepada pekerja-pekerjanya tentang hasil-hasilnya. Mereka menolak dan utusan-utusan pemilik kebun anggur itu dibunuh, bahkan juga anak si pemilik kebun anggur itu. Dan dalam perumpamaan Injil hari Minggu ini, Yesus berceritera bukan sekadar tentang salah seorang pemilik kebun anggur, yang hanya memberi perintah, melainkan seorang raja yang mengundang orang-orang untuk hadir dalam perjamuan nikah anaknya! Apa gerangan pesan Injil hari ini kepada kita?

HOMILI
Sangat menarik bahwa di dalam setiap perumpamaan, yang dipakai-Nya untuk meyakinkan kita, ialah bahwa Tuhan mau menyelamatkan umat-Nya bukan dengan paksaan melainkan dengan undangan. Dan undangan dilakukan oleh seorang raja, dan ditujukan kepada orang-orang yang dikenalnya. Ternyata tanggapan para undangan khusus itu sangat mengecewakan, bukan hanya  atas alasan kesibukannya, melainkan bahkan ada yang membunuh utusan-utusan  raja itu. Akhirnya raja itu mengundang semua orang tanpa perbedaan, orang-orang yang baik maupun yang jahat.

Ketika kelompok undangan kedua, - yaitu semua orang tanpa perbedaan - , sudah datang, ternyata ada orang yang datang tanpa berpakaian pesta. Reaksi si raja sangat mengherankan! Bagaimana mungkin raja itu dapat bahkan berani bertanya kepada orang undangan itu: “Hai Saudara, bagaimana saudara masuk ke mari tanpa mengenakan pakaian pesta?”. Padahal bukankah raja itu sendiri yang mengutus hamba-hambanya pergi mengundang semua orang yang dijumpai di jalan-jalan, supaya pesta nikah anaknya dapat diselenggarakan penuh undangan? Apakah kesalahan  orang yang diundang bukan atas permintaan sendiri itu tetapi lalu disingkirkan?

Janganlah kita lupa, bahwa ceritera itu hanyalah suatu perumpamaan. Karena itu suatu perumpamaan janganlah ditafsirkan dan dipahami secara mutlak menurut cara berpikir logika apalagi secara intelektual. Apakah sebenarnya yang dimaksudkan Yesus dengan orang yang dianggap tidak berpakaian pesta, dan tak pantas untuk hadir dalam pesta perkawinan?

St. Ireneus menafsirkan, bahwa pakaian pesta nikah yang dimaksudkan itu berarti perbuatan dan kehidupan yang benar, layak dan pantas di hadapan Tuhan. Maka pakaian pesta berarti pertobatan, pergantian mental, hati dan pikiran. Itulah menurut St. Ireneus pesan perumpamaan hari ini ialah: menunjukkan syarat atau kondisi untuk dapat masuk Kerajaan Allah. Pesta nikah itu adalah gambaran Kerajaan Allah, dan semua orang diundang untuk memasukinya. Tetapi harus memenuhi syarat-syaratnya.

St. Agustinus juga memberi keterangan tentang pakaian pesta nikah dalam perumpamaan Injil hari ini. Menurut keterangannya pakaian pesta ialah pakaian, yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang baik, dan hanya orang-orang yang pantas ikut hadir dalam pesta nikah itu. Apakah pakaian pesta berarti sakramen-sakramen?- Baptis? Memang tanpa baptis orang tidak bertemu dengan Allah, tetapi ada orang-orang yang menerima baptis, namun tidak bertemu dengan Allah.... Ataukah pakaian pesta itu adalah altar, ataukah apa yang diterima  dari altar?  Tetapi Paulus berkata:”Barang siapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya” (1 Kor 11:29). Ataukah pakaian itu berarti berpuasa? Tetapi orang-orang jahat pun berpuasa! Atau berarti kerapkali pergi ke gereja? Tetapi orang-orang jahat pun juga ke gereja seperti lainnya...! – Jadi apakah pakaian pesta nikah yang dimaksudkan oleh Yesus?

Menurut St.Agustinus jawabannya diberikan oleh Rasul Paulus: “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jikalau aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mem-punyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna unuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna” (1 Kor 13:1-2). Menurut St. Agus-tinus, seperti dikatakan oleh Paulus,  tanpa kasih atau tanpa Kristus aku ini bukan apa-apa! Itulah pakaian pesta nikah sejati! Agustinus menambahkan: “Periksalah dirimu, dan apabila kamu memilikinya, datanglah ke pesta nikah Tuhan dengan penuh kepercayaan dan ketenangan”.

Maka marilah kita selalu berusaha mengenakan pakaian pesta nikah kristiani sejati, yaitu pakaian pribadi kita yang berwarna dan bersinar kasih, untuk dapat memasuki pesta perjamuan Tuhan.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/