Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

      

HARI MINGGU BIASA XXXIII/A/2017
Mgr. FX. Hadisumarta OCarm - kumpulan Homili

PENGANTAR Yesus dalam Injil Matius hari ini menunjukkan sikap dasar rasa tanggung jawab yang harus dimiliki setiap orang atas hidupnya, yang telah diberikan kepadanya. Pelaksanaan rasa tanggung jawab atas penghayatan hidupnya di dunia sekarang inilah yang akan menentukan keadaan lanjutan nasibnya dalam hidupnya kekak yang akan datang..........selanjutnya

HARI MINGGU BIASA XXXII/A/2017
Mgr. FX. Hadisumarta OCarm - kumpulan Homili

PENGANTAR Hari ini Yesus mengajar kita dengan perumpamaan tentang gadis-gadis yang bijaksana dan yang bodoh. Kerajaan Allah, yaitu tata kehidupan umat manusia yang diwartakan dan didirikan oleh Yesus berkali-kali digam-barkan sebagai pesta pernikahan. Pesta pernikahan adalah gambaran sukacita dan kebahagiaan. Suatu kehidupan kristiani, jasmani maupun rohani sejati, harus disiapkan dengan baik, tekun, sungguh-sungguh. Gadis-gadis yang bijaksana dan yang bodoh atau teledor, keduanya itu merupakan gambaran tentang perbedaan sikap sadar terhadap kehidupan kristiani sejati..........selanjutnya

HARI MINGGU BIASA XXXI/A/2017
Mgr. FX. Hadisumarta OCarm - kumpulan Homili

PENGANTAR Di dalam seluruh Injil menurut Matius kerapkali ditunjukkan adanya konflik di antara ajaran dan sikap kaum Farisi serta ahli-ahli Kitab dan Yesus. Juga Injil hari ini membahas tugas, tanggungjawab dan sikap kaum Farisi, yang mengajarkan hal-hal keagamaan kepada orang-orang Yahudi, yang bertentangan antara ajaran yang diwartakan Yesus dan sikap-Nya sebagai Guru sejati. Yesus menegaskan kepada pengikut-pengikut-Nya, khususnya mereka yang mewartakan ajaran-Nya, supaya jangan sampai mereka menjadi seperti rabi-rabi Farisi. Yaitu orang-orang yang memang mengajarkan hal-hal yang baik, tetapi tidak melakukannya sendiri..........selanjutnya

HARI MINGGU BIASA XXX/A/2017
Mgr. FX. Hadisumarta OCarm - kumpulan Homili

PENGANTAR Dalam kitab Keluaran dalam Perjanian Lama Allah mengingatkan umat-Nya untuk melindungi orang-orang lemah, seperti janda, jatim piatu dan orang asing. Sementara itu Paulus mengingatkan umat di Tesalonika akan kepercyaan mereka kepada Allah yang benar, yang diwartakan Kristus, bukan "dewa-dewa baru" yang mereka ikuti. Dan dalam Injil Matius hari ini Yesus mengingatkan perintah-Nya yang rangkap : kasih kepada Allah dan kepada sesama..........selanjutnya

HARI MINGGU BIASA XXIX/A/2017
Mgr. FX. Hadisumarta OCarm - kumpulan Homili

PENGANTAR Dalam Bacaan Kitab Suci kedua hari ini Paulus bersyukur dan bangga terhadap umat di Tesalonika, yang berkat iman mereka berbuat baik serta kepada sesama, khususnya dengan berbuat amal kepada sesama. Yesus dalam Injil Matius hari ini menegaskan, bahwa manusia harus bersikap dan berbuat dengan hormat, benar dan adil terhadap Allah dan terhadap sesama siapapun orangnya..........selanjutnya

HARI MINGGU BIASA XXVI/A/2017
Mgr. FX. Hadisumarta OCarm - kumpulan Homili

PENGANTAR Dalam Injil Matius yang akan kita dengarkan hari ini, Yesus dengan menggunakan suatu perumpamaan memberi keterangan kepada murid-muridNya tentang arti ketaatan orang kepada perintah yang diberikan untuk dilaksanakan. Perumpamaan itu sangat sederhana, namun sangat penting dan mendasar, isi pelajarannya untuk menentukan sikap hidup kita yang benar..........selanjutnya

HARI MINGGU BIASA XXIV/A/2017
Mgr. FX. Hadisumarta OCarm - kumpulan Homili

PENGANTAR Pesan Yesus dalam Injil Matius hari ini (Mat 18:21-35) menunjukkan adanya kesediaan, untuk berkali-kali saling mengampuni atau memaafkan, apabila kita ingin disebut orang kristiani sejati. Petrus bertanya kepada Yesus : berapa kali kita harus memaafkan sesama kita yang berbuat tidak baik terhadap kita (ay. 21). Dan Yesus menjawab, bahwa pengampunan tidak mengenal batas (ay.22). Dan diterangkan-Nya dengan perumpamaan tentang seorang hamba, yang diampuni kesalahannya, tetapi sayang ia sebaliknya tidak mengenal ampun maupun belas kasihan (ay.23-30)..........selanjutnya


Kumpulan Lengkap => Homili Mgr. FX Hadisumarta O.Carm

SADAR LITURGI
Rm. Agis Triatmo O.Carm

Tunduk, Setia & Taat pada Hierarki

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id