Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

      

HARI MINGGU BIASA IV/C/2019
Mgr. FX. Hadisumarta OCarm - kumpulan Homili

PENGANTARDalam Bacaan pertama Yeremia tampil sebagai seorang nabi, yang terus terang menunjukkan keadaan buruk masyarakat di zamannya. Tetapi sekaligus ia mewartakan harapannya agar masyarakatnya itu akan diselamatkan. Nabi ini harus menanggung risiko kata-kata dan perbuatannya : ia ditentang, menderita dan mati dibunuh. Nasib yang sama dialami oleh Yesus. Yesus adalah juga seorang nabi namun sekaligus sebagai Penyelamat yang mewartakan dan melaksanakan keselamatan umat manusia. Namun harus juga menempuh jalan salib sebelum Ia akhirnya menerima kemuliaan kebangkitan-Nya. Karena itu tidak mengherankan, bahwa ketika Yesus bertanya kepada orang banyak siapakah diri-Nya itu sebenarnya, Ia mendengar beberapa jawaban : Engkau adalah Yohanes Pembaptis, atau Nabi Elias atau Nabi Yeremia. Marilah kita mendengarkan,menerima dan merenungkan sabda Tuhan tentang diri-Nya dengan hati terbuka..........selanjutnya

HARI MINGGU BIASA III/C/2019
Mgr. FX. Hadisumarta OCarm - kumpulan Homili

PENGANTAR Dalam Bacaan pertama Kitab Suci Nehemia berseru : "Jangan bersusah hati, tetapi bersukacitalah karena Tuhan, sebab sukacita karena Tuhanlah perlindunganmu!" Dan Paulus dalam Bacaan kedua mengingatkan kita, bahwa kita semua ini bersatu dalam Kristus : "Kamu semua adalah tubuh Kristus, dan masing-masing adalah anggotanya". Akhirnya dalam Injil Lukas Yesus berkata : "Aku diutus memberitahukan, bahwa tahun rahmat telah datang.".........selanjutnya

HARI MINGGU BIASA II/C/2019
Mgr. FX. Hadisumarta OCarm - kumpulan Homili

PENGANTAR Setiap bacaan Kitab Suci yang kita dengar hari ini sungguh bagus dan penuh makna. Bacaan pertama menggambarkan betapa besar kasih Allah ke-pada manusia bagaikan kasih suami kepada isterinya. Dalam bacaan kedua Paulus menekankan, bahwa kita semua diberi "rupa-rupa karunia, tetapi ada satu Roh", "rupa-rupa pelayanan, tetapi hanya ada satu Tuhan", dan semua itu "untuk kepentingan bersama". Dan dalam Injil Yohanes mau menun-jukkan, bahwa apa yang terjadi dalam perkawinan di Kana, adalah suatu gambaran tentang komunitas kristiani ideal. Mengapa? Karena Yesus dan Maria hadir dan berperan di dalamnya. Khususnya dalam komunitas perkawinan!.........selanjutnya

PESTA PEMBAPTISAN TUHAN/C/2019
Mgr. FX. Hadisumarta OCarm - kumpulan Homili

PENGANTAR Sesudah pada Hari Minggu yang lalu kita semua telah merayakan penampakan Allah yang tampil sebagai manusia seperti kita, pada Hari Minggu ini kita merayakan Tuhan Yesus yang sebagai manusia dibaptis. Pada saat dibaptis olehYohanes Pemandi di sungai Yordan itulah Yesus diakui oleh Allah sebagai Putera-Nya. Yesus yang dibaptis inilah yang diutus Allah untuk menyelamatkan umat manusia. Marilah kita dalam misa kudus ini merenungkan makna baptis Yesus dan makna baptis kita sendiri..........selanjutnya

HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN/C/2019
Mgr. FX. Hadisumarta OCarm - kumpulan Homili

PENGANTAR Dalam Injil Matius pada hari ini kita mendengar kisah tentang orang-orang majus, atau orang-orang bijak yang datang dari jauh untuk menyampaikan rasa hormat kepada seorang raja, yang baru dilahirkan, meskipun bukan di negara mereka sendiri. Mereka datang "dari timur", artinya daerah Babilonia dan Persia Utara, kini adalah Irak dan Iran Utara. Marilah kita berusaha memahami apa yang dikisahkan Matius dalam Injilnya, sambil membandingkannya dengan kisah menurut Injil karangan Lukas, yang menceriterakan kedatangan para gembala untuk menyaksikan kelahiran Yesus di Betlehem..........selanjutnya

HARI RAYA ST. PERAWAN MARIA BUNDA ALLAH, 1 Januari 2019
Mgr. FX. Hadisumarta OCarm - kumpulan Homili

PENGANTAR Selamat Tahun Baru! Hari ini kita merayakan Tahun Baru 2019. Tahun 2018 telah kita lewati dan kita bersyukur kepada Tuhan, bahwa kita masih tetap dilindungi dan diberi kesempatan untuk meneruskan perjalanan hidup kita sebagai manusia, yang sangat dihargai oleh Tuhan, sebagai makhluk ciptaan yang sangat dikasihi-Nya.
Gereja mengajak kita memasuki tahun baru dengan merayakan hari raya St. Perawan Maria Bunda Allah. Mengapa? Karena Gereja ingin mem-bekali kita sebagai orang beriman, agar dalam menempuh hidup kita selama tahun baru ini, kita menghayatinya menurut teladan Bunda Maria, yang selalu mendengarkan sabda Allah dan "menyimpan segala perkara itu di dalam hati dan merenungkannya"..........selanjutnya


Kumpulan Lengkap => Homili Mgr. FX Hadisumarta O.Carm

SADAR LITURGI
Rm. Agis Triatmo O.Carm

Tunduk, Setia & Taat pada Hierarki

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id