Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Materi iman
Dokumen Gereja

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU ADVEN III/A/2010

Yes 35:1-6a.10 Yak 5:7-10 Mat 11:2-11

PENGANTAR

Kitab Suci memperkenalkan Yohanes Pembaptis sebagai seorang tokoh, yang harus menyiapkan jalan bagi Yesus. Dalam melaksanakan tugasnya yaitu menegaskan kebutuhan pertobatan, ia juga menunjukkan aneka kejahatan dalam masyarakat, termasuk perbuatan pelanggaran susila yang dilakukan oleh Raja Herodes. Karena itu Yohanes masuk penjara. Dalam penjara itulah ia menyuruh murid-muridnya bertanya kepada Yesus, untuk mendengar penegasan dari Yesus sendiri tentang siapakah diri-Nya itu, apakah Ia adalah Almasih, ataukah harus menenti-kan orang lain. Yesus memberi kesaksian tentang diri-Nya sendiri.

HOMILI

Yohanes Pembaptis dapat kita anggap sebagai teladan seorang pribadi dan tahu dan sadar akan makna hidup dan tugasnya. Ia melaksanakannya penuh tanggungawab, jujur, dan tahu apa hak dan wewenangnya, namun juga batas-batasnya. Terutama sikap sederhana dan rendah hati terhadap orang lain. Demikian jujur dan berani mengatakan apa yang benar kepada siapapun, bahkan kepada Raja Herodes. Kebenaran tidak boleh dinodai! Demi kebenaran Yohanes rela mengor-bankan hidupnya.

Orang yang jujur inilah, yang demi kebenaran mengirimkan orang-orang pengikutnya untuk mengetahui siapakah Yesus. Ia ingin kepastian tentang identitas tokoh yang telah mereka dengar dan lihat: "Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dankepada orang miskin diberita-kan kabar baik" (Mat 11:5). Inilah kata-kata yang diwartakan Yesaya (Yes 35:5-6. 61:1). Yesus kemudian menambahkan: "Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku". Dan dengan kata-kata-Nya itu Yesus menjawab pertanyaan yang di-sampaikan oleh Yohanes dengan kenyataan-kenyataan, yang disaksian oleh pengikut-pengikutnya sendiri.

Di dalam jawaban Yesus itu kita juga melihat siapakah pribadi Yesus sendiri. Ia mengakui diri sebagai orang yang datang untuk menye-lamatkan. Tetapi justru sebagai "orang besar", sebagai Penyelamat, Yesus menghargai orang yang bertugas menyiapkan kedatangan-Nya: Yohanes Pembaptis! Yesus memuji Yohanes sebagai seseorang yang telah melak-sanakan tugasnya dengan baik serta setia, bahkan sampai mati! Tentang orang inilah Yesus berkata: "Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis" (Mat 11:11). Dengan kata-kata-Nya itu Yesus mau membenarkan dan meneguhkan isi seruan yang diucapkan Yohanes Pembaptis, ketika ia tampil: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat" (Mat 3:2). Kedatangan dan tampilnya Yesus di depan umum di tengah masyarakat itu adalah kedatangan Kerajaan Sorga tersebut. Kedatangan Yesus akan memperlihatkan apa sebenarnya, yang dimaksudkan sebagai Kerajaan Sorga itu. Kerajaan Sorga itu bukan baru kelak, tetapi telah datang dan dimulai sekarang ini juga, seperti dilakukan dan dibuktikan oleh Yesus sendiri: yang sakit disem-buhkan, yang mati dihidupkan lagi, yang miskin dibantu kebutuhannya, orang diperlakukan secara adil, dendam diganti dengan kasih.

Tetapi kenyataannya Yohanes Pembaptis yang menyampaikan kebenaran masuk penjara dan dihukum mati. Inilah bentuk serangan Raja dunia terhadap Kerajaan Sorga yang akan datang. Serangan itu berulang lagi. Yesus Penyelamat dan mendatangkan Kerajaan Sorga itupun masuk penjara dan dihukum mati. Yohanes yang hidup keras, sederhana, dianggap sebagai orang kerasukan setan (Mat 11:18), dan Yesus yang makan dan minum dengan sesama dianggap sebagai pelahap, peminum dan sahabat orang berdosa (ay.19).

Apa pesan Injil hari ini kepada kita?

Kita diajak makin memahami makna pertobatan, yang merupakan syarat mutlak untuk menyambut Yesus guna menyelamatkan kita. Kita diajak untuk sungguh-sungguh beragama, sungguh beriman secara sungguh dan serius. Bila kita ingin diselamatkan, atau bila kita ingin merayakan Natal secara benar, kita harus hidup baik, cukup, sehat, tetapi sekaligus sederhana, khususnya dengan sikap hati dan sikap pribadi yang rendah hati, saling menghormati sesama sebagai orang semartabat, tahu memaafkan dan saling mengasihi. Jangan sampai kita pun mengambil bagian dalam sebab kematian Yohanes Pembaptis dan Yesus Penyelamat kita yang dihukum mati karena keberanan demi kasih! Kesaksian diri Yohanes Pembaptis, dan kesaksian diri Yesus Penyelamat, - inilah harus menjadi pusat perhatian kita, apabila mau merayakan Natal dengan benar.

 

Jakarta , 11 Desember 2010

kumpulan Homili Mgr. Hadi Sumarta O.Carm

 

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/