Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Materi iman
Dokumen Gereja

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PRAPASKAH II/A/2011

Kej 12:1-4a 2 Tim 1:8b-10 Mat 17:1-9

PENGANTAR

Ketiga bacaan hari ini cukup pendek, dan isi pesannya sama, yaitu kita sebagai orang beriman diajak selalu taat dan setia kepada Allah dan Yesus Kristus. Dalam Perjanjian Lama (PL) disebut tokoh Abraham , yang selalu mendengarkan dan melaksanakan sabda/kehendak Allah, seperti diakui di dalam agama Yahudi, Kristen dan Islam. Dan dalam Perjanjian Baru (PB) tokoh Yesus , yang di atas puncak bukit Tabor ditegaskan lagi sebagai Putera Allah, yang harus selalu didengarkan dan dilakukan sabda-Nya. Seperti di dalam PL hidup Abraham telah mengubah total perjalanan sejarah Israel, demikian pula Yesus dalam PB mengubah arah seluruh perjalanan hidup kita di dunia ini. Sekarang ini, khususnya dalam masa pantang dan puasa ini, kita diajak mengenal dan meneladani pribadi Abraham dan Yesus dalam menghayati sikap dan tekad hidup kedua tokoh itu.

 

HOMILI

Abraham : dipanggil Tuhan supaya demi rencana dan kehendak-Nya ia meninggalkan segala ikatannya dengan apapun: dengan keluarga, dengan suku, milik, tanah airnya. Ia harus pergi ke tanah yang tidak dikenalnya. Tetapi sekaligus Allah menjanjikan kepadanya berkat luhur, yaitu bahwa ia akan menjadi bapak suatu bangsa besar dengan segala keturunannya, yang akan dilimpahi-Nya dengan kesejahteraan dan nama harum. Dari Bacaan I tentang Abraham itu kita dapat mengetahui, bahwa Israel sebagai bangsa terpilih tidak pernah lepas dari perlindungn Tuhan. Bangsa ini terpanggil Allah bukan hanya untuk menyelamatkan keberadaannya sendiri, melainkan juga diutus untuk menyelamatkan bangsa-bangsa lain. Abraham melakukan-nya itu sesuai dengan tuntutan keadaan zaman dan kemampuannya. Misalnya Abraham menolong Lot kemanakannya dengan membagi tanah miliknya menurut kebutuhannya (lih. Kej 13). Ia juga tampil untuk memperjuangkan keselamatan nasib penduduk Sodom dan Gomora menghadapi kebinasaannya (lih. Kej 18:22-33). Dan ia membuk-tikan tekadnya untuk selalu mengadakan perdamaian dengan orang lain, apabila ada perselisihan (lih. Kej 21:22-34). Seluruh sikap dan perbuatan Abraham itu berlatar belakang Bacaan I hari ini: "Aku (Tuhan) akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar. Dan segala kaum di muka bumi akan menerima berkat karena engkau" (Kej 12:2-3).

Sebelumnya di dalam Kitab Kej. 11 diceriterakan pembangunan menara Babel setinggi langit. Tetapi Tuhan menghancurkannya, karena orang-orang membangun menara yang megah itu melulu untuk memasyhurkan namanya sendiri (egoisme). Akibatnya justru terjadi kekacauan dan permusuhan antar manusia dan bangsa. Sebaliknya Abraham dipanggil Tuhan untuk tampil sebagai berkat, yaitu membangun persatuan dan persaudaraan sebagai manusia dan bangsa. Itulah berkat Tuhan!

 

Yesus: Injil hari ini berbicara tentang Yesus . Melihat figur Abraham sebagai "bapak iman" kita itu, kita bertanya kepada diri kita sendiri: apakah saya seperti Abraham juga sadar dipanggil Tuhan untuk melaksanakan suatu perutusan? Abraham mendengarkan sepenuhnya suara/sabda Allah dan melaksanakan perintah-Nya. Apakah kita sendiri juga mendengarkan Tuhan Allah dalam diri Yesus Kristus Putera-Nya? Abraham serius mendengarkan sabda Allah dan pergi meninggalkan tanah airnya menuju tanah terjanji. Seriuskah kita mendengar Yesus dan melaksanakan perintah-Nya.

Yang diperintahkan Yesus kepada kita tidak lebih daripada perintah-Nya kepada Abraham. Yakni kita diminta mendengarkan Sabda-Nya dan melakukannya! Mungkin secara jujur kita mengakui, bahwa iman kita belum kuat, masih lemah, penuh keraguraguan. Padahal kita harus memiliki keyakinan, bahwa Allah sangat kuat dan kuasa. Kita harus yakin bahwa Allah telah menentukan arah perjalanan hidup kita, yaitu meninggalkan tanah kita sendiri menuju Tanah Terjanji. Berarti bersedia meninggalkan kekekurangan, kelemahan, keterikatan akan kepentingan pribadi kita sendiri, ssupaya sungguh siap mendengarkan dan melaksanakan sabda Allah. Seperti dahulu Abraham, tetapi sekarang terutama seperti Yesus sendiri!

Injil hari ini menerangkan siapa dan apa yang dilakukan Yesus, seperti dahulu oleh Abraham . Yesus dua kali diberi penegasan (di sungai Yordan dan di gunung Tabor), bahwa Ia adalah Putera Allah,yang berkenan kepada Allah Bapa. Dengan keyakinan ini Yesus tidak akan mundur dan menolak jalan, yang harus ditempuh-Nya menuju Yerusalem untuk ditangkap, dihukum, menderita dan mati di salib . Tetapi sebagai Almasih Ia akan bangkit lagi. Inilah pelajaran yang diberikan Yesus kepada ketiga murid-Nya di gunung Tabor: Petrus,Yohanes dan Yakobus, kemudian kepada semua rasul-Nya, dan juga kepada semua yang mau mengikuti Dia. - Sungguh keliru pandangan kita, apabila kita hanya mau melihat dan mengalami kemuliaan Yesus dalam transfigurasi-Nya di Tabor, tetapi tidak bersedia ikut menuju ke Yerusalem untuk ikut menderita, agar dapat menemukan Tanah Terjanji, yaitu kebangkitan Yesus, yang adalah kebangkitan kita juga sebagai keselamatan abadi: bersatu dengan Allah.

 

 

 

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/