Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Materi iman
Dokumen Gereja

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PASKAH V / A / 2011

Kis 6:1-7   1Ptr 2:4-9   Yoh 14:1-12

PENGANTAR
          Dalam Kisah Rasul (Bac. I) diceriterakan betapa besar rasa tanggung jawab murid-murid Yesus sesudah kebangkitan-Nya untuk melaksanakan perintah-Nya, yaitu memikirkan kepentingan dan kebutuhan sesama umat. Dan dalam Bacaan II Petrus menegaskan martabat sekaligus tugas kewajibannya sebagai pengikut Kristus: “Kamulah bangsa yang terpilih, kaum imam yang rajawi”. Dan Injil Yohanes hari ini menegaskan siapakah Yesus sebenarnya bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya dan hidup serta bertindak bersama Dia.

HOMILI
          Berkali-kali Yesus menggambarkan arah langkah hidup dan perutusan-Nya sebagai suatu perjalanan. “Aku adalah jalan” kerapkali dipakai Yesus untuk memberi sebutan akan diri-Nya sendiri (lih. mis. : Yoh 6:35.51; 8:12; 9:5; 10:7.9.14 dsb.). Tetapi setiap kali harus diberi arti sesuai dengan konteksnya. Misalnya arti “jalan” dalam ayat 4-5: “Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ. Kata Tomas kepada-Nya: ‘Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi;jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?’ ”). Jalan itu adalah jalan yang harus ditempuh Yesus: jalan salib! Tetapi dalam ayat 6: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” yang dimaksudkan ialah jalan yang harus ditempuh murid-murid-Nya. Tetapi kedua arti “jalan” itu sangat erat hubungannya satu sama lain dan tak terpisahkan. Sebab kematian Yesus disalib dan kebangkitan-Nya menjadi jalan yang harus ditempuh oleh segenap pengikut-Nya, bila ingin datang kepada Bapa di surga.

          Apa sebenarnya yang dimaksudkan Yesus, yang berkata “Aku ada jalan”? Yesus bukan sekadar berkata “Aku menunjukkan jalan yang harus tempuh”, melainkan “Aku adalah jalan”. Ibaratnya, apabila kita memesuki suatu daerah yang belum kita kenal, kita bertanya kepada seseorang yang kita jumpai. Mungkin orang itu memberikan keterangan yang benar, namun tidak otomatis kita  pasti akan menemukan tujuan yang kita cari dan harapkan. – Tetapi apabila orang, yang kita minta untuk menunjukkan jalan itu berkata, “Mari saya tunjukkan jalan itu dan saya hantar”, maka “orang itu sendirilah yang merupakan jalan yang harus kita ikuti”. Maka kita tidak akan tersesat dan dapat mencapai tujuan kita.

          Nah, itulah sebenarnya yang dimaksudkan dan dilakukan Yesus bagi kita, bila Ia berkata  “Aku adalah jalan!”. Kepada kita yang percaya kepada-Nya Yesus bukan sekadar memberi nasihat atau pengarahan belaka. Ia memegang tangan kita, menuntut, menemani dan memperkuat perjalanan kita secara pribadi setiap hari, bulan demi bulan tahun demi tahun! Yesus bukan hanya mene-rangkan  dan menunjukkan jalan hidup kita, melainkan Ia sendirilah adalah jalan itu! Dalam perjalanan-Nya menuju Bapa-Nya Ia harus menempuh jalan salib, kematian, namun sekaligus kebangkitan. Maka dengan demikian untuk selanjutnya, bagi setiap pengikut-Nya Yesus adalah jalan atau sarana baginya untuk dapat dan berani, tanpa mencari-carinyanya sendiri, menempuh jalan Yesus, artinya bersama dan bersatu dengan Dia. Inilah jalan yang terbaik!

          Apa artinya semua itu dan bagaimana kita secara konkret nyata dapat melaksanakannya? Yesus bukan hanya b erkata: “Aku adalah jalan”, tetapi juga “Aku adalah kebenaran dan hidup”. Apa arti kebenaran? Secara alkitabiah atau menurut Kitab Suci, apa yang benar, ialah apa yang sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah, yang memiliki dan menguasai segalanya. Namun sekaligus apa yang merupakan ungkapan kasih-Nya. Apa yang sesuai dengan kehendak Allah dan keluar dari kasih, - itulah yang disebut benar. Itulah pula, tiada lainnya, yang diajarkan dan dilakukan Yesus. Yesus tak mengenal palsu, bohong, pura-pura, sombong, munafik, benci maupun dendam. Dengan demikianlah Yesus adalah kebenaran kita, bukan sekadar dalam ajaran-Nya, namun dalam perkaluan dan perbuatan-Nya terhadap kita.Yesus adalah sungguh kebenaran!

          Akhirnya Yesus berkata: “Aku adalah hidup” Artinya, hanya orang yang memiliki Yesus sebagai jalan dan kebenaran akan dapat hidup, bukan hanya sekarang, tetapi untuk selamanya. Yesus Kristus telah mendirikan Gereja-Nya, yang oleh Petrus disebut sebagai bangunan rumah rohani. Kita, umat Allah adalah batu-batu hidup. Tetapi bangunan rohani, di mana kita adalah batu-batu hidupnya, berlandasan pada Yesus Kristus sebagai batu sendi atau batu penjuru.- Maka apabila kita sebagai warga Gereja, hidup bersama dengan Yesus Kristus sebagai jalan dan kebenaran, maka kita dapat hidup  bersama dengan Yesus yang adalah hidup. Itu kita laksanakan lewat doa, menghayati hidup sakramental, dalam saling berhubungan satu sama lain sebagai saudara. Hanya dengan demikianlah dalam hidup kita akan tercermin dan terpantullah kata-kata Yesus: “Aku adalah jalan, kebenaran dan hidup”. Bila hidup kita sebagai orang beriman tidak sungguh-sungguh, hanya formal, resmi, hanya sebagai sambilan menurut perhitungan, maka cermin hidup kita akan suram. Wajah Gereja Kristus yakni kita sendiri pun, seperti dikatakan oleh Petrus, belum “keluar dari kegelapan untuk masuk ke dalam terang yang menakjubkan”.

Jakarta, 21 Mei 2011

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/