Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Materi iman
Dokumen Gereja

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU XXIX/C/2010

Kel 17:8-13 2 Tim 3:14-4:2 Luk 18:1-8

PENGANTAR

Isi pokok pewartaan sabda Tuhan, yang disampaikan lewat Injil Lukas hari ini ialah: doa yang bersumber pada iman. Dalam Bacaan I diceriterakan Musa yang menang memimpin perjuangan Israel melawan musuhnya berkat doa. Dan dengan perumpamaan Yesus dalam Injil mengajarkan, bahwa kita harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Ini berarti pula, bahwa kita dalam menghadapi kesulitan di dalam hidup harus memiliki ketekunan .

 

HOMILI

Dalam Perjanjian Lama diceriterakan, bahwa kemenangan perjuangan bangsa Israel melawan bangsa Amalek dapat diperolehnya berkat doa Musa. Dalam Injil hari ini Yesus sangat tajam menerangkan perlunya doa dengan menunjukkan perjuangan seorang janda, yang diperlakukan tidak adil, tetapi tekun memperjuangkan haknya untuk diperlakukan secara adil. Perlu kita perhatikan, bahwa Yesus menggambarkan seorang hakim, yang memenuhi permintaan si janda itu bukan karena ia mencintai kebenaran dan keadilan, melainkan karena ia tidak mau diganggu-ganggu terus! Tokoh hakim itu bukan contoh kelakuan yang baik, tetapi Yesus ingin menyampaikan kepada kita, bahwa di balik tabir kesulitan apapun yang kita alami dalam hidup, kita masih selalu dapat menemukan hikmatnya untuk menghadapinya.

Berdoa bagi banyak orang merupakan kesukaran, apalagi mau sabar dan tekun dalam berdoa. Kita pun mengalami kesukaran itu, lebih-lebih untuk kaum muda. Sebab terutama sekarang ini kita hidup dalam masyarakat yang mengalami "zaman instan"! Semua harus cepat, mudah diperoleh dan dikerjakan dan segera dirasakan hasilnya. Akomodasi alat-alat memenuhi kebutuhan sehari-hari makin lengkap, meskipun hanya bagi mereka yang mampu memiliki dan menggunakannya. Bagaimana pun juga, kelengkapan dan kemampuan akomodasi untuk mencapai keinginan memenuhi kebutuhan di "zaman instan" ini, tidak dapat digunakan

untuk memaksa bahkan mendikte Allah!

Kenyataannya ialah bahwa Kristus, Putera Allah, pun yang harus menyelamatkan manusia yang dikasihi Allah, harus menghadapi deretan kesukaran hidup: ditolak, dihina, diadili, menderita bahkan mati disalib. Dan pada saat-saat terakhir sebelum memasuki masa penderitaan-Nya di taman Getsemani Yesus mohon dibebaskan dari piala penderitaan-Nya. Allah Bapa tampaknya menolak permohonan Yesus di Getsemani itu. Tetapi ternyata Bapa mengabulkan permohonan-Nya dengan mem-bangkitkan kembali Yesus Putera-Nya dari makam-Nya di Yerusalem! Ternyata doa Yesus dikabulkan Allah secara ajaib dan agung!

Dalam perumpamaan yang kita dengar hari ini, kita diajak untuk makin memahami arti atau makna doa yang sebenarnya. Pikiran kita tentang Allah masih terlalu manusiawi. Allah memang mahakuasa, jadi harus dapat dan langsung menolong kita mengatasi kesukaran hidup yang kita alami. Kita bahkan ragu-ragu akan kebaikan dan kemahakuasaan-Nya. Pikiran dan khayalan kita sendiri seolah-olah lebih tahu dan lebih benar. Apabila Allah Bapa mengutus Yesus Kristus Putera-Nya sendiri, yang harus menempuh perjalanan hidup dan karya-Nya penuh kesukaran , patutkah kita menuntut Allah supaya menyediakan jalan hidup kita yang lebih baik dari pada jalan hidup Putera-Nya itu? Yesus pun sebagai manusia seringkali tidak memahami kesukaran yang dihadapi dalam hidup-Nya, namun Ia tetap yakin dan taat akan kehendak Bapa-Nya.

Pada akhir bacaan Injil tadi Yesus berkata: "Jika Anak Manusia datang, adakah Ia menemukan iman di bumi?" Kata-kata pertanyaan Yesus itu juga ditujukan kepada kita! Kita masih memerlukan pengertian dan penghayatan iman yang sejati . Kita cenderung percaya apabila apa yang kita inginkan dapat segera dan mudah tercapai. Misalnya bila ada mukjizat, bila permohonan kita kebetulan cepat dikabulkan Tuhan. Tetapi apabila usaha doa kita tidak segera berhasil, mudahlah kita kecewa atau putus asa.

Kita membutuhkan ketekunan dalam berdoa. Ketekunan itu hanya mungkin apabila kita memiliki iman yang kuat. Iman yang selalu siap taat akan kehendak Allah , yang selalu menghendaki apa yang terbaik bagi kita, meskipun kita sebagai manusia tidak selalu mampu mema-haminya! Bukankah itulah ketekunan yang dimiliki si janda yang tak mengenal lelah memperjuangkan keadilan untuk perbaikan nasibnya? Bukankah itu pula yang harus dialami Yesus yang percaya dan taat sepenuhnya kepada kehendak Bapa-Nya?

Kiranya keyakinan dan ketekunan perjuangan batin ke-33 petambang Cile, dan kerja keras tim penyelamat mereka, dapat kita lihat sebagai teladan bagi kita sebagai orang, yang harus memiliki iman teguh akan kebaikan Allah. Iman teguh inilah yang harus merupakan sumber ketekunan kita dalam berdoa. Amin.

 

Jakarta , 16 Oktober 2010.

 

 

 

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/