Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Materi iman
Dokumen Gereja

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MALAM PASKAH A/2011
23 April 2011
Mat 28:1-10


Keempat penulis Injil (Mrk, Mat, Luk dan Yoh) menceriterakan kenyataan kebangkitan Yesus yang satu dan sama, namun masing-masing dengan caranya sendiri. Injil Matius dalam Malam Paskah ini ingin menunjukkan kepada kita, bahwa kebangkitan Yesus adalah awal zaman baru, yang sekaligus awal akhir zaman lama. Yang datang sebagai saksi kubur yang telah kosong, ialah kedua orang perempuan: Maria Magdalena dan ‘Maria yang lain’, yaitu kedua orang yang telah menyaksikan pemakaman jenazah Yesus! Terjadi gempa bumi yang hebat, datanglah seorang malaikat yang menyingkirkan batu penutup kubur Yesus. Matius ingin menegaskan dan memperlihatkan kuasa Allah yang mahaagung!

Di tengah peristiwa luarbiasa tersebut malaikat itu justru berseru kepada kedua perempuan itu: “Janganlah kamu takut! Aku tahu bahwa kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit seperti yang dikatakan-Nya”. Inilah seruan yang sederhana dan sangat berdaya tentang makna Paskah. Inilah kabar gembira yang sejak saat itu harus diwartakan oleh para Rasul. Memang kebangkitan kita hanya dapat kita miliki, kalau kita percaya akan kata  yang diucapkan Yesus sendiri! Kebangkitan pada hakikatnya adalah masalah iman kepercayaan. Dan iman kita itu berpegangan pada kesaksian murid-murid Yesus yang telah berjumpa dengan Kristus yang telah bangkit.  

Apakah kiranya pesan Injil Matius yang disampaikan kepada kita, sesudah kita mendengarkan “Exsultet”, “Bergembiralah”,  dan rangkaian bacaan-bacaan sejarah perjalanan Umat Allah dari masa bahagia, diikuti  masa pembuangan, dan akhirnya dibebaskan dan diselamatkan Tuhan ini? Melalui Injil Matius malam ini, Gereja bukan membiarkan kita untuk hanya berhenti dan  melihat kubur Yesus yang kosong, melainkan justru mengajak kita seperti kedua perempuan itu untuk                     memberitahukan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia sudah bangkit. Kedua wanita itu “diliputi rasa takut” tetapi juga dengan “sukacita yang besar”. Dan dalam  bergegas pergi untuk menyampaikan kabar gembira itu Yesus menjumpai mereka dan berkata: “Salam bagimu!”. Mereka memeluk kaki Yesus dan menyembah-Nya.

Hati kita ini bagaikan  sebuah kubur penuh dengan rasa marah, benci, dendam, kecewa, putus asa, iri hati, kikir, tak berbelaskasih. Yesus dalam kubur harus menanggung segala dosa manusia itu, tetapi Ia dibebaskan dari maut dan dibangkitkan kembali kepada hidup baru. Demikian pula hati kita bagaikan kubur penuh kelemahan dan dosa itu harus dikosongkan dari segala kekotoran itu. Tetapi tugas kita bukan hanya membersihkan hati kita sebagai kubur penuh kekotoran, melainkan mengubah hati kita menjadi sumber hidup baru seperti Kristus. Berkat kebangkitan Yesus Kristus murid-murid-Nya diberi kekuatan dan keyakinan untuk menghayati apa yang diajarkan dan ditunjukkan-Nya kepada mereka.

Dengan demikian kebangkitan Kristus sungguh merupakan awal zaman baru, awal hidup baru. Kepercayaan kita akan kebangkitan Kristus hanya sungguh benar, apabila kita sungguh bersedia bangkit dan hidup secara baru, yaitu sungguh hidup dalam kata dan perbuatan sesuai dengan ajaran dan teladan Yesus Kristus sendiri. Keresmian atau kesejatian hidup kita sebagai orang kristen hanya benar dan nyata, apabila kita hayati dalam hidup sehari-hari. Bukan dalam upacara atau kegiatan-kegiatan besar-besaran, tetapi konkret nyata sesuai dengan kebutuhan yang ada. Itulah makna kebangkitan yang sudah dapat dimulai sekarang ini. *) Bacalah: Tulisan Mgr. I. Suharyo dan Rm. B.S. Mardiatmadja SJ dalam Harian Kompas, Sabtu, 23 April 2011. Dan kartu “Arah Dasar Pastoral” Keuskupan Ahung Jakarta Tahun 2011-2015.

 

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/