Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Materi iman
Dokumen Gereja

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

Hari Raya Paska C/2010

Kis 10:34a. 37-43 Kol 3:1-4 Yoh 20:1-9

PENGANTAR

Berita tentang kebangkitan Kristus didalam Injil karangan Markus, Matius, Lukas dan Yohanes cukup bervariasi. Tetapi pada dasarnya keempat Injil itu mewartakan inti kabar gembira yang sama, yaitu bahwa Yesus dari Nasaret, seperti ditegaskan oleh Petrus dalam Kisah Rasul, "telah dibunuh dan digantung di kayu salib" telah bangkit kembali. Dalam Injil Yohanes hari ini akan tampak, bahwa hanya orang yang memiliki mata kasih dapat memahami kematian dan kebangkitan Yesus sebagai ungkapan kasih yang tiada batasnya.

HOMILI

Dalam ceritera tentang kebangkitan Kristus itu tampaklah luar biasa peranan kasih yang dimainkan dalam kisah tentang kebangkitan ini. Maria Magdalena yang telah dibebaskan Yesus dari 7 setan, begitu mengasihi Yesus, datang sebagai yang pertama ke makam Yesus. Tetapi ia melihat makam itu kosong! Memang kasih selalu mencari orang yang dikasihinya. Kasih selalu pertama-tama memperhatikan orang yang dikasihinya. Dalam Injil hari ini diceriterakan, bahwa kedua murid Yesus, yaitu Petrus dan Yohanes juga datang ke makam Yesus. Petrus yang masuk lebih dulu, sebab ia adalah pemimpin para murid yang harus menjadi saksi utama tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Tetapi Yohanes, yang disebut "yang dicintai Yesus" adalah yang pertama percaya bahwa Yesus telah bangkit, kasih selalu lebih peka dan lebih cepat melihat dan menafsirkan setiap tanda yang menyangkut keadaan orang yang dikasihinya. Karena itu tidaklah mengherankan, bahwa kasih memainkan peranan begitu sentral dalam peristiwa Paskah, yaitu ketika murid-murid Yesus menemukan kebangkitan Yesus! Seluruh peristiwa Paskah, yaitu wafat dan kebangkitan Yesus merupakan suatu pernyataan kasih kepada manusia. Dalam kebangkitan Yesus tampaklah besarnya kasih Allah bagi setiap orang yang mempunyai mata dan bisa melihat! Memang, orang yang bisa atau mampu melihat, hanyalah orang yang memiliki mata kasih . Kasih Allah hanya dapat dilihat dan dipahami secara benar oleh orang yang mencintai Yesus secara benar pula! Sebaliknya orang-orang yang membenci Yesus, yang mengikuti dan menyetujui keputusan mahkamah agung agama Yahudi, dan yang menyerahkan Yesus kepada Pilatus untuk membinasakan Dia, - mereka ini ketika mendengar bahwa makam Yesus kosong, merasa cemas dan khawatir, bahwa seluruh usaha mereka menyingirkan Yesus gagal total. Mereka mencari fitnah, dan mengabarkan, bahwa murid-murid Yesus mencuri jenazah-Nya, untuk mematikan kembali Yesus dan perutusan-Nya.

Hanya kasihlah yang dapat memahami makna kebenaran Paskah. Artinya, agar kita dapat memahami kematian dan kebangkitan Yesus sebagai ungkapan dan pernyataan kasih ilahi kepada kita manusia, dan bukan sebagai batu sandungan atau kebodohan, maka Roh kasih Allah harus membuka dahulu mata kasih kita di dalam hati kita!

Maka marilah kita bergembira, bahwa kita memiliki iman, dan kita patut bersyukur kepada Tuhan, karena Ia telah membuka mata kasih kita. Dengan mata kasih itu, sebagai dimiliki oleh Yohanes, murid Yesus, kita dapat menerima, mengalami dan melihat kasih Allah yang luarbiasa kepada kita lewat Yesus Kristus Putera-Nya..

Janganlah kita lupa pula berdoa bagi semua orang, agar mereka pun sanggup melihat dan menerima kebenaran kasih Allah dalam diri Yesus Kristus. Semoga mereka semua akhirnya juga percaya dan ikut mengalami kegembiraan Paskah seperti kita sendiri. Iman yang teguh akan kasih Allah kepada semua orang, yang juga berbagi kasih dalam diri Yesus Kristus kepada segenap sesama kita. Itulah intisari makna kebangkitan Yesus Kristus, yang kita rayakan. Amin.

 

Jakarta , 3 April 2010.

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/