Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
Materi iman

 

 

KITAB Filemon

Filemon dari Kolose rnernpunyai seorang budakbernama Onesimus: nama yang umum di kalangan budak karena Onesimus berarti "bermanfaat". Onesimus melarikan diri dan pergi ke Roma dimana.Ia berharap bisa' berbaur dalam keramaian. Secara tidak sengaja, atau beruntung, ia berjumpa dengan Paulus yang dikenal Onesimus di rumah majikannya. Pada saat itu, Paulus dipenjarakan di Roma,namun ia mendapatkan kernudahan tertentu yang mernbuatnya dapat bepergian ke luar dalarn pengawalan. Onesimus dipertobatkan serta dibaptis; kemudian Paulus mengirimkan Onesimus kembali kepada bekas majikannya disertai surat rekomendasi yang kita baca di sini.

Paulus merninta agar budak diperlakukan sebagai saudara, dan bahkan menyarankan bahwa budak dibebaskan (ay. 21).

Kita telah melihat nasihat yang diberikan Paulus kepada para budak sebelumnya dalam Kol 3:22. Pada tahun-tahun awal Gereja, memperoleh kehidupan ilahi dalam Kristus merupakan berkat melimpah, rnengandaikan kebebasan sejati, bahwa menjadi seorang budak ataupun orang bebas tidak menjadi soal (lih. 1Kor 7: 17).

Pada waktu itu tidak seorang pun berpendapat bahwa perubahan struktur sosial dapat terjadi: para budak acta dan akan selalu ada. Orang Kristen hanya beberapa orang dan tanpa pengaruh berarti. Mereka tidak menaruh perhatian terhadap perubahan. Bahkan sebelurn dirasakan perlunya perubahan hukum, iman telah berposisi melawari perlakuan terhadap para budak sebagai 'obyek atau yang lebih rendah: karena mereka orang Kristen, sejurnlah besar majikan -di lingkungan Gereja - secara spontan mengumumkan hak mereka serta memberikan kebebasan pada para budak mereka.

Banyak orang berpikir bahwa kornunitas Kristen tidak pada tempatnya berkomentar perihal tanggung jawab mereka terhadap masyarakat. Sebaliknya, kita melihat bagaimana Paulus melibatkan seluruh komunitas dalam permasalahan Filemon .

surat-surat Rasul Paulus
Sejak awal mla Gereja-gereja melihat surat-surat yang mereka terima dari para rasul; karena dalam diri mereka Gereja memiliki saksi-saksi iman yang kompeten. Lebih sulit untuk mengumpulkan dokumen pada waktu itu dibandingkan sekarang, dan bahkan menyelamatkan bahan dari papirus yang sudah rusak dari kelembaban.

Jauh sebelumnya, ada kumpulan perdana tujuh surat rasul yang disusun berdasarkan panjang pendeknya surat seperti empat sural "besar" kepadajemaat di Roma, Korintus, dan Galatia, serta "surat-surat dari penjara". Surat lainnya sebagai tambahan: pertama, surat kepada jemaat di Tesalonika yang sebenamya paling tua; dan kemudian surat-surat yang diwariskan atas nama Paulus; surat-surat kepada Timotius dan Titus yang ditulis sek.itar dua puluh atau tiga puluh tahun kemudian, serta surat kepadajemaatdi Ibrani yang menarik, yang kemungkinan ditulis di bawah pengaruh Paulus namun oleh pengarang yang tidak dikenal. Kutipan dari 'Surat Kedua Petrus. (tidak ditulisnya sendiri tetapi k.ira-k.ira lima puluh tahun sesudah kematiannya) merupakan bukti bahwa sejak saat itu Surat-surat Paulus iermasuk di antara tulisan yang diilhami (2Ptr 3:15-16).

Paulus melihat dirinya sebagai "rasul bagi kaum non- Yahudi' di mana panggilan pribadinya di samping PetTUS (kepada siapa Tuhan mempercayakan tugas pewartaan dunia Yahudi) tidak hanya di Palestina, tetapi juga di seluruh Kerajaan Romawi, di mana pun mereka berada. Paulus menerima tugas perutusannya dari Yes us sendiri pad a saat pertobatannya (Kis 22:21; Gal 2:7); tugas tersebut bagitu mendasar dan berat dalam penyebarluasan karya ilahi serta perluasan Gereja sehinggatidak juga selesai hingga saat kematiannya. Semangat Paulus, salah satu perwujudan semangat Kristus, tetap hidup di antara kita melalui surat-suratnya.

Sumber : Kitab Suci Komunitas Kristiani (Edisi Pastoral Katolik)

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id