Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Dokumen:
Nomor:
masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak)
Dokumen:
Kata:
masukkan kata yang akan dicari (catatan kaki lihat versi Cetak)

21.Tujuan pedoman ini ialah: memberikan petunjuk umum untuk menata perayaan Ekaristi secara tepat dan menyediakan pedoman untuk mengatur masing-masing bentuk perayaan.[*]

22.Perayaan Ekaristi dalam Gereja partikular amatlah penting. Di sini, uskup diosesan, sebagai penyalur utama misteri-misteri Allah dalam gereja partikular yang dipercayakan kepada reksa pastoralnya, berperan sebagai pengatur, penggerak, dan pemelihara seluruh kehidupan liturgis.[*]

Dalam perayaan ? perayaan yang dipimpin oleh uskup, khususnya dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin uskup dengan partisipasi para imam, diakon, serta umat, ditampakkan misteri Gereja. Oleh karena itu, perayaan Misa agung seperti ini harus dijadikan contoh untuk seluruh keuskupan.

Maka, uskup harus berusaha agar para imam, diakon, dan umat beriman kristen selalu berusaha semakin memahami makna ritus dengan teks-teks liturgis. Dengan demikian, mereka dibimbing untuk merayakan Ekaristi secara aktif dan menghasilkan buah. Menyadari maksud ini, uskup hendaknya juga sungguh peduli untuk meningkatkan mutu perayaan-perayaan tersebut. Dalam upaya peningkatan mutu ini, keindahan tata ruang liturgi, musik, dan seni hendaknya dimanfaatkan semaksimal mungkin.

23.Selanjutnya, supaya perayaan seperti itu sungguh-sungguh makin selaras dengan semangat dan ketentuan-ketentuan liturgi kudus, dan agar dampak pastoralnya semakin meningkat, maka sejumlah penyesuaian dan penyerasian sesebut secara rinci dalam buku Pedoman Umum Misale Romawi dan Tata Perayaan Ekaristi ini.

24.Untuk sebagian besar, penyerasian-penyerasian itu terbatas pada pemilihan ritus atau teks, yakni pemilihan nyanyian, bacaan, doa, ajakan, dan tata gerak yang lebih sesuai dengan kebutuhan, kesiapan, dan kekhasan jemaat. Pemilihan-pemilihan seperti itu dipercayakan kepada imam yang memimpin perayaan Ekaristi. Namun, imam harus ingat bahwa dia adalah pelayan liturgi kudus, dan bahwa ia sendiri tidak diizinkan menambah, mengurangi, atau mengubah sesuatu dalam perayaan Misa atas kemauannya sendiri.[*]

<<   >>