Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Dokumen:
Nomor:
masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak)
Dokumen:
Kata:
masukkan kata yang akan dicari (catatan kaki lihat versi Cetak)

89.Untuk menyempurnakan permohonan umat Allah, dan sekaligus menutup seluruh ritus komuni, imam memanjatkan doa komuni. Dalam doa ini imam mohon, agar misteri yang sudah dirayakan itu menghasilkan buah.
Dalam Misa hanya ada satu doa komuni, yang selalu diakhiri dengan penutup singkat, yaitu:
Kalau doa diarahkan kepada Bapa:
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Kalau doa diarahkan kepada Bapa, tetapi pada akhir doa disebut Putra:
Yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.
Kalau doa diarahkan kepada Putra:
Sebab Engkaulah yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.

Jemaat menjadikan doa penutup ini doa mereka sendiri lewat aklamsi Amin .

90.Ritus Penutup terdiri atas :
a. amanat singkat, kalau diperlukan;
b. salam dan berkat imam, yang pada hari-hari dan kesempatan tertentu disemarakkan dengan berkat meriah atau dengan doa untuk jemaat;
c. pengutusan jemaat oleh diakon atau imam;
e.penghormatan altar: imam dan diakon mencium altar; kemudian mereka bersama para pelayan yang lain membungkuk khidmat ke arah altar.

91.Perayaan Ekaristi adalah tindakan Kristus dan Gereja sebagai "sakramen kesatuan," yakni umat kudus yang berhimpun dan diatur di bawah para uskup. Oleh karena itu, perayaan Ekaristi berkaitan dengan seluruh Tubuh Gereja, mengungkapkan dan mempengaruhinya. Setiap orang yang turut merayakan Ekaristi mempunyai hak dan kewajiban untuk berpartisipasi secara aktif, masing-masing menurut cara yang sesuai dengan kedudukan dan tugasnya.[*] Dengan cara ini, umat kristen,"bangsa terpilih, imamat rajawi, bangsa yang kudus, umat milik Allah sendiri", mengungkapkan keterpaduan dan tatanan hirarkisnya.[*] Jadi semua orang entah pelayan tertahbis, entah umat beriman lainnya, hendaknya melakukan tugas yang menjadi bagiannya, tidak lebih dan tidak kurang.[*]

92.Setiap perayaan Ekaristi yang sah diselenggarakan di bawah pimpinan uskup. Uskup dapat memimpinnya sendiri, atau mewakilkannya kepada para pembantunya, yakni imam-imam.[*]

Kalau uskup hadir dalam suatu Ekaristi yang dirayakan bersama dengan umat, paling tepat ia sendiri yang memimpin Ekaristi itu, sementara para imam mendampinginya sebagai konselebran. Maksud konselebrasi ini bukanlah untuk menanbah kemeriahan lahiriah perayaan, melainkan untuk memperlihatkan dengan lebih jelas misteri Gereja, yakni sebagai sakramen kesatuan.[*]

Kalau uskup tidak memimpin sendiri perayaan Ekaristi, tetapi menugaskan seorang imam lain, hendaknya ia sendiri memimpin bagian Liturgi Sabda , dan pada akhir Misa memberikan berkat. Dalam hal ini ia hendaknya mengenakan salib dada, stola, dan pluviale di atas alba.[*]

<<   >>