Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
|---|---|
| 15. | Dengan demikian, sebagai pengajar kebenaran Gereja tetap setia dalam tugasnya untuk menjaga "yang lama ", yakni harta warisan tradisi ; sekaligus Gereja menunaikan tugas lainnya, yakni mempertimbangkan dan mempergunakan "yang baru "dengan bijaksana ( bdk. Mat 13:52 ) . Sebagian dari Misale Romawi baru itu lebih mengarahkan doa-doa Gereja kepada keperluan zaman keperluan zaman kita. Hal ini berlaku terutama dalam Misa-Misa Ritual dan Misa untuk Pelbagai Keperluan dan Kesempatan. Dalam rumus-rumus itu secara indah yang lama dipadukan dengan yang baru. Maka di samping banyak rumus diambil alih secara utuh dari warisan Gereja yang sangat kuno, sebagaimana terbukti juga dalam terbitan-terbitan Misale Romawi sebelumnya, ada rumusan-rumusan lain yang disesuaikan dengan keadaan zaman sekarang. Ada lagi yang diciptakan baru, sering dengan meminjam pikiran dan perkataan dari dokumen-dokumenKonsili yang lalu; misalnya doa-doa untuk Gereja, doa untuk kaum awam, doa untuk menguduskan pekerjaan, doa untuk keluarga semua bangsa dan untuk pelbagai keperluan khas zaman kita. Gereja kini sangat terbuka terhadap dunia dan menyadari kedudukan dunia secara baru. Maka sudah sewajarnyalah bila dalam menggunakan rumus-rumus dari tradisi yang sangat kuno, kalimat-kalimatnya kadang kala diubah, supaya lebih sesuai dengan bahasa teologi modern serta lebih tepat mencerminkan sikap Gereja masa kini. Misalnya saja sejumlah teks yang mengandung penilaian tentang harta dunia dan berkaitan dengan pemakaiannya telah diubah; demikian pula ungkapan-ungkapan mengenai tata cara tobat yang berasal dari zaman lain dalam sejarah Gereja. Dengan demikian kaidah-kaidah liturgi Konsili Trente dalam beberapa hal telah dilengkapi dan disempurnakan oleh kaidah-kaidah Konsili Vatikan II. Maka, kini umat beriman diantar lebih dekat kepada liturgi kudus. Itulah buah dari segala usaha yang digalakkan selama empat abad terakhir, tetapi terutama pada abad kita, berkat studi liturgi yang direstui dan dimajukan oleh S. S. S. Pius X dan para penggantinya. |