Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Dokumen:
Nomor:
masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak)
Dokumen:
Kata:
masukkan kata yang akan dicari (catatan kaki lihat versi Cetak)

22.Prinsip kedua melengkapi prinsip yang pertama. Kesejahteraan pribadi-pribadi tidak dapat dilaksanakan terpisah dari kesejahteraan umum dari komunitas-komunitas yang menjadi anggotanya. Kesejahteraan umum ini hendaknya dipahami secara inklusif, sebagai jumlah keseluruhan dari tujuan yang layak dimiliki dan untuk mencapainya anggota komunitas secara bersama-sama menyerahkan dirinya dan komunitas ada justru untuk melayani kebutuhan tadi.
Dengan demikian walaupun komunikasi sosial dibenarkan untuk memperhatikan kebutuhan dan minat kelompok-kelompok khusus tertentu, hendaknya hal itu jangan dilakukan sedemikian rupa sehingga menghadapkan satu kelompok dengan kelompok lainnya, misalnya demi konflik kelas, nasionalisme yang berlebih-lebihan, mengunggulkan ras, pembersihan etnis, dan hal-hal semacam itu. Keutamaan solidaritas, ?suatu tekad yang kuat dan bertahan untuk menyerahkan diri sendiri pada kesejahteraan umum? (Sollicitudo rei socialis, 38) harus menguasai segala bidang kehidupan sosial, ekonomi, politik, budaya dan keagamaan.
Komunikator dan para pembuat kebijakan komunikasi harus mengabdi kebutuhan riil dan minat dari individu-individu dan kelompok-kelompok, pada semua tingkatan dan segala macam. Ada kebutuhan yang mendesak untuk kesamaan pada tingkat internasional, di mana pembagian yang buruk mengenai barang-barang materiel antara Utara dan Selatan menjadi lebih buruk lagi dengan buruknya pembagian sumber-sumber komunikasi dan tehnologi informasi karena produktivitas dan kemakmuran tergantung darinya. Persoalan yang serupa juga muncul di dalam negeri-negeri yang kaya, ?di mana perubahan yang terus menerus dari metode produksi dan konsumsi menyebabkan merosotnya nilai dari ketrampilan tertentu yang sudah dimiliki serta kemahiran profesional? dan ?mereka yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan jaman dapat dengan mudah dipinggirkan? (Centesimus Annus , 33).
Dengan demikian jelaslah bahwa diperlukan suatu partisipasi yang luas dalam mengambil keputusan tidak hanya mengenai pesan-pesan proses komunikasi sosial tapi juga mengenai soal-soal sistem dan alokasi sumber-sumber. Para pembuat keputusan mempunyai suatu kewajiban moral yang besar untuk mengakui kepentingan dan minat dari mereka yang secara khusus sangat rentan ? kaum miskin, orang tua dan mereka yang belum lahir, anak-anak dan kaum muda, orang yang tertindas dan disisihkan, para wanita dan kaum minoritas, orang sakit dan kaum cacat, begitu juga keluarga dan kelompok relijius. Lebih-lebih pada jaman sekarang ini, komunitas internasional dan kepentingan komunikasi internasional hendaknya mengambil sikap yang murah hati dan inklusip kepada bangsa-bangsa dan wilayah-wilayah di mana yang dilakukan oleh komunikasi sosial atau yang tidak dilakukannya, turut serta mengabadikan kejahatan-kejahatan seperti misalnya kemiskinan, buta huruf, tekanan politik dan pelanggaran hak-ahak asasi manusia, konflik antar golongan dan antar agama, dan penindasan kebudayaan asli.

<<   >>