Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Materi iman
Dokumen Gereja

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

PESTA KELUARGA KUDUS: YESUS, MARIA, YUSUF

26 Des. 2010/A

Sir 3:2-65.12-14 Kol 3:12-21 Mat 2:13-15.19-23

PENGANTAR

Ketiga bacaan Kitab Suci (KS) pada Pesta Keluarga Kudus hari ini menunjukkan hubungan dan tekanan antara hak-hak dan kewajiban-kewajiban dalam keluarga. Ternyata KS lebih mendahulukan atau lebih mementingkan kewajiban dari pada menekankan hak. Dengan demikian menurut KS sikap dan perbuatan kristiani sejati mengutamakan atau memberi prioritas kepada kewajiban untuk memikirkan dan melakukan sesuatu bagi orang lain/sesama dan bukan memikirkan dan mengutamakan kepentingan dirinya sendiri. Lebih memikirkan kepentingan diri sendiri harus disisihkan, dan kita harus lebih memikirkan kepentingan sesama. Dengan kata lain dalam setiap keluarga, setiap dan semua anggotanya harus lebih berjiwa mau melayani dari pada ingin dilayani.

 

HOMILI

Dalam Bacaan pertama, dari Sirakh (abad 2 seb.Kr) ditekankan hormat kita kepada orang tua. Dan dalam Bacaan kedua, Paulus memberi nasihat kepada umat di Kolose, bahwa kehidupan kristiani sejati harus dihayati di dalam keluarga kristiani sejati pula! Dan`ciri-ciri khas keluarga kristiani sejati ialah: selalu saling mengampuni, kasih, damai dan rasa terima kasih menurut teladan Kristus, yang rela memberikan diri-Nya seutuhnya .

Patut diketahui, bahwa ceritera Injil hari ini tentang Kel. Kudus kurang menggembirakan, bahkan menyedihkan! Si Bayi Yesus lahir pada saat pemerintahan Raja Herodes, yang merasa terancam dan mau membunuh-Nya. Kelahiran Yesus yang sebenarnya merupakan kegembiraan bagi segenap orang justru dianggap oleh Herodes sebagai bahaya besar!

Tetapi Keluarga Yesus berpegang teguh pada sabda Allah. Yusuf taat akan perintah malaikat dan pergi meninggalkan Israel demi keamanan Yesus. Dan kemudian kembali lagi sesudah aman. Yusuf tampak mendahu-lukan kewajibannya menjaga anaknya. Yesus harus selalu merupakan pusat perhatian Yusuf dan Maria. Keluarga Nasaret ini merupakan suatu teladan martabat sejati dan keindahan hidup kita sebagai perorangan dan sebagai keluarga. Dari keluarga Nasaret ini kita dapat belajar, bagaimana kita dapat prihatin dan memikirkan orang-orang yang berkekurangan, yang kesepian, yang tersingkir dan yang sungguh tak berdaya. Di Nasaret inilah Yesus menerima apa yang baik, yang indah, yang manusiawi dari orang tua-Nya, yaitu Maria dan Yusuf!

Pribadi dan peranan Yusuf sungguh berguna kita perhatikan . Melihat Maria sudah mengandung, Yusuf tahu bahwa yang dikandung Maria bukanlah anaknya. Tetapi ia bukan mengutamakan haknya, melainkan lebih kewajibannya. Ia sangat prihatin akan akibat yang akan diderita Maria, apabila ia ditinggalkannya, walaupun itulah haknya. Yusuf mau berkorban dan menjaga nama baik Maria!

Yusuf sangat sederhana, tukang kayu, bekerja untuk kehidupan kelu-arganya, mungkin "pas-pasan", seperti terbukti ketika ia pada suatu saat harus pergi ke Yerusalem. untuk menyunatkan Yesus dan "memurnikan" Maria. Untuk itu Yusuf hanya dapat mempersembahkan sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Padahal sebenarnya harus mempersem-bahkan seekor anak domba! Namun ia tidak mampu.

Yusuf adalah bapak Yesus lewat adopsi, bukan melalui secara biologis. Tetapi ternyata kedudukannya sebagai bapak ternyata lebih dari pada sekadar bapak lewat darah dan daging . Seorang laki-laki adalah sungguh bapak apabila ia mampu menanamkan pendidikan dan pembentukan rohani/ sipritual dan moral dalam hati anaknya. Yusuf sangat sadar, - begitu jugalah seharusnya setiap bapak! - , bahwa ia harus bertindak dan melayani keluarga sebagai wakil Allah Bapa di surga!

Kitab Suci begitu sedikit berbicara tentang Yusuf, yang melaksanakan tugasnya secara diam-diam, tak banyak dikenal orang. Itulah gaya/corak/ciri khas keberadaannya. Namun baik sebelum maupun sesudah mengetahui rahasia yang dialami Maria, ia hadir di samping Maria pada kelahiran Yesus di Betlehem. Di dalam malam suci di Betlehem, bersama Maria dan Bayi Yesus, Yusuf diserahi oleh Bapa di surga tugas mengasuh Putera-Nya di dunia ini. Dan Yusuf melaksanakannya dengan sertia dan diam-diam!

Paus Benediktus berkata: " Yang penting bukanlah menjadi pelayan yang tak berguna, melainkan menjadi pelayan yang setia dan bijaksana . Hanya tahu namun tak setia, dan setia namun tak bijaksana, itu tidak cukup! Bila hanya salah satu saja yang dimiliki, tanggung jawab kepada Tuhan atas tugas yang diserahkan-Nya tidak utuh dan bukan bukti kesungguhan hati! Kita dapat dan harus belajar dari Yusuf! Dalam diri Yusuf imannya tidak terpisah dari tindakan/perbuatannya. Keyakinan imannya menentukan perbu-atannya! Yusuf disebut orang yang setia, jujur dan tulus hatinya, karena hidup dan perbuatannya disesuaikan/diukur dengan sabda Allah!

Teladan Keluarga Nasaret dikenal lewat pribadi Yusuf. Suatu keluar-ga, suatu komunitas, suatu kelompok, suatu paroki, suatu Gereja, bukan harus dibangun atas kekuasaan dan kekuatan, tetapi lebih atas kebaikan dan kesetiaan; bukan atas kekayaan dan harta benda, melainkan atas iman, kese-tiaan, kejujuran, ketulusan dan kesediaan untuk saling mengasihi. Dalam meryakan Hari Raya Keluarga Kudus di Nasaret itu, marilah Yusuf kita menjadikan teladan bagi kita dalam hidup bersama dalam keluarga. Amin.

 

Jakarta, 23 Desember 2010

 

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/