Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Materi iman
Dokumen Gereja

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU ADVEN IV/A/2010

Yes 7:10-14 Rom 1:1-7 Mat 1:18-24

PENGANTAR

Dalam bacaan-bacaan Minggu Adven IV sebagai persiapan Natal terakhir, Gereja mengajak kita mendengarkan dengan penuh perhatian kata-kata Nabi Yesaya (Bac.I) , dan tentang pengalaman batin St. Yusuf , kemudian dalam Injil janji Allah sendiri untuk menjadi "daging", manusia, dalam kandungan Perawan Maria (Mat 1:18-24) . Kelahiran Yesus dari Bunda Perawan Maria di Betlehem adalah pelaksanaan kerinduan dan janji Allah yang selalu setia.

HOMILI

Seluruh Injil Matius menunjukkan, bahwa segenap janji penyelamatan umat manusia oleh Allah menjadi kenyataan dalam diri Yesus Kristus. Ceritera tentang kelahiran Yesus merupakan kata pengantar sejarah penyelamatan umat manusia. Ada 3 hal yang ingin disampaikannya kepada kita tentang kelahiran Yesus: 1. Bangsa Israel dihantar memasuki Tanah Perjanjian (= pembebasan, keselamatan). 2. Yesus adalah istilah terjema-han Yunani untuk kata Hibrani Joshua (= Yahwe menyelamatkan). 3. Yesus adalah Imanuel (= Allah bersama dengan kita).

Dari kekayaan alkitabiah yang terpendam di dalam Injil Matius hari ini, marilah kita memperhatikan secara khusus peranan pribadi Santo Yusuf, yang kurang mendapat perhatian dalam rangka kedatangan Yesus Penyelamat kita. Kenyataan bahwa Maria mengandung namun tetap perawan, karena berlangsung dengan kekuatan Roh Kudus, menimbulkan niat Yusuf untuk meninggalkan Maria. Memang masalah sangat berat yang dihadapi dan harus diatasi. Tetapi atas "perintah dari Atas" Yusuf bersedia menerima Maria sebagai isterinya, dan menerima anak yang dikandung dan dilahirkan Maria sebagai anaknya. Meskipun Yesus adalah anak Yusuf lewat adopsi, namun sesuai dengan nubuat para nabi Yesus adalah keturunan Daud, sebab Yusuf adalah keturunan Daud.

Apa makna kenyataan yang dialami Yusuf itu bagi kita?

Kejujuran dan ketulusan hati! - Ketika Maria mulai mengandung, status hubungannya dengan Maria masih berupa pertunangan . Tetapi pertunangan bagi orang Yahudi merupakan bagian pertama perkawinan, yang kemudian akan menjadikan seorang laki-laki menjadi suami isteri. Karena itu ketidaksetiaan dalam pertunangan merupakan suatu perzinahan. Matius menulis: "Karena Yusuf 'suaminya' adalah seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama 'isteri-nya' di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam" (Mat 1:19).

Tetapi Yahwe yang sejak dalam Perjanjian Lama selalu menolong dan menyelamatkan umat-Nya, gema penyelamatan-Nya ini menjadi kenyataan dalam Perjanjian Baru dalam pribadi Yesus. Yesus adalah Allah dan manusia, maka Allah yang mahakuasa menentukan juga jalan yang harus ditempuh oleh Putera-Nya untuk menjadi manusia. Baik keilahian/ke-Allah-an maupun kemanusia a n/keinsanian Yesus Kristus harus terpelihara. Tidak ada hal yang mustahil bagi Allah!

Dengan latar belakang inilah kita harus juga melihat, memahami, menghargai dan menghormati peranan pribadi St.Yusuf dalam rangka Adven menyongsong Natal secara lebih utuh! Di samping Maria,Yusuf inilah teladan bagi kita semua. Segenap sikap dasar hidupnya berlandasan pada kehendak/sabda Allah. Kepentingan Allah selalu dilihat dan dilaksanakan secara mutlak. Dan di samping itu kepentingan sesama manusia pun, justru sebagai konsekuensinya, harus dihayati apabila kita sungguh ingin menjadi orang beriman kristiani sejati. Kejujuran dan ketulusan hati sungguh mutlak sebagai syarat keselamatan . St. Yusuf adalah teladan orang yang tulus! Sekitar 30 tahun Yusuf, meskipun hanya tukang kayu, telah berperan sebagai bapak menyertai kehidupan Yesus. Tidak banyak ditulis dalam Kitab Suci. Dalam kehidupan Gereja pun tak banyak perhatian umat tertuju kepada teladan St.Yusuf. Padahal justru dalam kesederhanannya, dan dalam kenyataannya yang kurang banyak dikenal dan mendapat perhatian luar biasa, - justru di situlah letak kebesaran St.Yusuf . Maka sungguh bergunalah bagi kita, dalam rangka persiapan masa Adven dan dalam merayakan Natal, kehidupan kita sebagai orang beriman katolik sejati harus juga disertai dengan kejujuran dan ketulusan hati seperti St. Yusuf.

IMANUEL , Allah bersama dengan kita , adalah kerinduan hati kita paling dalam. Itulah kerinduan setiap orang. Termasuk kerinduan Maria dan Yusuf! Kedua pribadi ini dipilih Tuhan untuk memungkinkan kedatangan Imanuel itu. Maka marilah kita bersyukur kepada Maria dan Yusuf atas peranan dan teladan mereka. Berkat peranan mereka itulah kita diteguhkan bahwa Yesus adalah Imanuel. Hal yang dikatakan oleh Matius pada awal Injilnya: Imanuel , Allah menyertai kita, diulangi dan diteguhkan kembali dalam tutupan Injilnya. Yesus bersabda: "KETAHUILAH, AKU MENYERTAI KAMU SENANTIASA SAMPAI KEPADA AKHIR ZAMAN" (Mat 28:20).

 

Kamis, 16 Desember 2010

 

 

kumpulan Homili Mgr. Hadisumarta O.Carm

 

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/