Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Materi iman
Dokumen Gereja

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU ADVEN I/A/2010

Yes 2:1-5 Rom 13:11-14a Mat 24:37-44

PENGANTAR

Memasuki Masa Adven ini kita mendengar Nabi Yesaya dalam Perjanjian Lama mewartakan berita gembira: Tuhan akan datang membawa damai di Yerusalem. Dan Paulus dalam Perjanjian Baru juga menegaskan, bahwa Penyelamat sudah datang, tetapi kita harus "bangun dari tidur" untuk menyambut-Nya . Sebab Yesus sendiri yang datang sebagai Pembawa keselamatan berseru: "Hendaklah kamu selalu siap siaga, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga".

Padahal Ia sudah datang secara nyata di Betlehem dan mati di Yerusalem.

HOMILI

Kedatangan (adven) Penyelamat yang diwartakan di dalam bacaan-bacaan selama Masa Adven ada yang ditujukan kepada kelahiran Yesus di Betlehem, tetapi yang perlu kita perhatikan ialah pewartaan dan peringatan akan kedatangan keselamatan kita pada akhir hidup kita, dan akan kedatangan zaman terakhir dunia kita.

Untuk menangkap makna Adven dan Natal yang sebenarnya, kiita harus memiliki suatu kehendak dan kemurnian hati yang jernih dan murni. Hati kita harus sungguh tertuju kepada yang apa baik, yaitu menurut kehendak Allah. Jangan sampai ibaratnya seolah-olah kita seperti orang-orang Yahudi dahulu, yang pergi ke Yerusalem, Kota Keselamatan, untuk diselamatkan, tetapi tidak tahu bahwa Yesus Penye-lamat itu lahir di luar kota Yerusalem. Kita sendiri secara sadar atau tidak sadar berpikir, bahwa keselamatan kita ini perutama-tama harus dengan perhitungan, melulu secara rasional, memikirkan keadaan ekono-mi dan kemakmuran supaya makin terus meningkat. Bahkan disertai dengan praksis atau kegiatan keagamaan atau kesalehan secara lebih meriah, menyolok, bahkan makin kerap mau memperdalam hidup rohani dengan pergi jauh-jauh sampai ke luar negeri untuk berziarah. Namun kerapkali sebenarnya lebih atas dasar perhitungan, bukan berlandasan pada ketajaman dan kepekaan terhadap makna iman dan pesan Kitab Suci.

Ada bencana alam yang bisa diketahui dan disebabkan manusia sendiri. Ada bencana ekonomi, ada problem Bank Century, ada hal tentang perang suku bunga, soal komplikasi import dan eksport. Ada ketegangan perang misalnya Korut dan Korsel. Secara konkrit ada bencana Wasior, tsunami Mentawai, ada letusan gunung Merapi.

Kedatangan Natal, kelahiran Penyelamat, sudah kita ketahui dengan pasti. Tetapi Yesus sendiri berkata: "Waktu kedatangan Anak Manusia tidak dapat kamu duga" . Inillah kiranya makna Masa Adven yang baru kita masuki dan Perayaan Natal yang akan datang. Yaitu bahwa kita harus mempersiapkan diri atau selalu siap siaga untuk menyambut kedatangan Yesus Penyelamat, tetapi bila Ia akan datang memanggil kita masing-masing.

Karena itu Masa Adven harus merupakan masa tenang, masa damai, masa menyediakan waktu, bukan hanya untuk memikirkan kebutuhan kesalamatan jasmani dan materiil, melainkan juga bahkan terutama keselamatan rohani dan non-materiil. Hanya dalam kondisi dan situasi pribadi yang sungguh tenang, kita akan lebih mampu merayakan Natal dalam arti yang sesungguhnya. Hanya dengan demikian kita dapat dijauhkan dari rasa takut dan khawatir, namun terutama dibebaskan dari kelekatan akan dan ketergantungan dari harta benda melulu . Kita harus selalu ingat: Yesus dilahirkan di luar kota, artinya bukan di tempat alamiah, yaitu Yerusalem. Ibaratnya Yesus sendiri disiapan Allah Bapa untuk melaksanakan perutusan penyela-matan-Nya di Yerusalem. Ia dipersiapkan Bapa-Nya lahir di "luar kota".

Tuntutan atau syarat inipun, meskipun dalam bentuk lain, juga ditujukan kepada kita, apabila kita sungguh ingin diselamatkan. Artinya, bila kita mau menghayati Masa Adven dan Pesta Natal secara benar dan bermakna. Marilah selama Masa Adven ini, kita masing-masing menurut kemungkinan dan caranya sendiri berusaha mengadakan usaha "mawas diri". Dalam hubungan kita pribadi dengan Allah sendiri, dengan pribadi Yesus, dengan sesama kita dalam biara, pastoran, keluarga, lingkungan hidup dan karya. Di manakah kelamahan saya? Bagaimanakah pandangan saya tentang keselamatan oleh Yesus Kristus? Maukah saya lahir kembali bukan di Yerusalem menurut keinginanku, tetapi justru harus mau dan berani dilahirkan kembali seperti Yesus " di luar kota".

 

Jakarta, 27 November 2010

 

kumpulan Homili Mgr. Hadi Sumarta O.Carm

 

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/