Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

RABU ABU PANTANG dan PUASA

Yoel 2:12-18; 2 Kor 5:20-9:2; Mat 6:1-6.16-18;

PENGANTAR
    Masa Prapaskah yang berlangsung 40 hari mempunyai dua tujuan ini:

1. Sebagai masa persiapan orang-orang calon penerima baptis.
2. Mengingatkan umat yang sudah dibaptis untuk menyadari tugas panggilannya untuk hidup sebagai pengikut Kristus sejati.

Tobat selama masa Prapaskah mengingatkan kita pula bukan hanya melaksanakannya secara batiniah dan hanya individual, melainkan juga sekaligus secara lahiriah serta sosial.

HOMILI
    Kita kini hidup di dunia yang terus berubah, di mana tampak prestasi kemampuan, pelaksanaan dan hasil gemilang. Orang berikhtiar berbuat secara profesional. Latar belakangnya adalah ini: makan minum, latihan psikis maupun fisik, ketahanan dan disiplin diri, semuanya itu merupakan syarat mutlak, yang harus dpenuhi, apabila ingin berhasil dan berprestasi.

    Untuk merayakan Paskah, kita mulai hari ini diajak untuk berpuasa. Kita diminta mempersiapkan diri agar supaya perayaan kebangkitan Kristus dapat sungguh berdayaguna bagi hidup kita. Pada dasarnya, agar kita dapat ikut bangkit bersama Kristus!

    Bukankah Yesus sendiri pun harus berpuasa 40 haru. Ceritera pendek tentang pengalaman-Nya, yaitu dicobai setan di padang gurun, merupakan suatu psikologi rohani yang sangat mendasar, fundamental, bagi semua murid-Nya! Psikologi rohani Kristus bukanlah bertujuan mencari prestasi.Yesus bukan datang untuk mendidik kita supaya berprestasi. Sebab Yesus sendiri pun bukan untuk berprestasi dalam melaksanakan tugas perutusan-Nya, baik di hadapan Raja Yahudi, maupun Pembesat Romawi di Palestina, maupun dalam berhadapan dengan ahli-ahli Taurat dan Kitab Suci.

    Patutlah kita mempunyai keyakinan, bahwa apabila masa puasa kristiani yang kita hayati dapat menolong kita, untuk ikut makin menyadari keadaan kita sebagai orang yang lemah dan berdosa, dan itulah artinya ikut bangkit bersama Kristus, maka itu bukan sebagai hasil prestasi puasa atau matiraga kita sendiri, melainkan sebagai anugerah belaskasih atau kerahiman Allah semata-mata!

    Bila kita ini secara manusiawi dan kristiani sungguh ingin bergembira dalam hati atas perubahan batin yang dapat kita peroleh, maka kegembiraan atau sukacita itu bukanlah hasil preatsi kita sendiri, melainkan berkat keyakinan dan kesadaran kita, bahwa kita ini di hadapan Allah harus selalu rendah hati!

    Puasa dan pantang, bahkan derma ataupun bantuan resmi, tiada gunanya apabila bukan sebagai ungkapan kerendahan hati. Padahal kerendahan inilah merupakan pertobatan sejati. Orang yang bertobat tahu menempatkan diri, baik di hadapan Allah maupun terhadap sesama kita, siapapun mereka itu. Jangan sampai kita, yang berkat baptis menjadi putera-puteri Allah, merasa lebih tinggi dari pada orang lain. Yesus dalam kenyataannya, bukan menghindari ataupun menjauhi orang-orang kecil atau sederhana, orang-orang lemah dan berdosa, melainkan justru berusaha mendekati mereka sebagai sasama kita sebagai manusia, ciptaan Allah menurut citra-Nya sendiri.

    Kita harus sungguh makin yakin dan sadar, bahwa kita sebagai pengikut Kristus yang sudah dibaptis secara sadar atau tidaksadar mengalami suatu krisis kristenisasi atau sering disebut dekristenisasi atau kekristenan palsu. Pemalsuan keyakinan agama yang kita anut, merupakan kenyataan atau realitas apabila kita secara tampak berpantang dan berpuasa, bahkan memberikan derma, namun ternyata tidak tampak dalam sikap dan perlakuan kita terhadap sesama dalam pikiran, sikap, kata, pergaulan dan perbuatan hidup sehari-hari, sesuai dengan teladan Yesus sendiri.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/