Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Materi iman
Dokumen Gereja

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS (C/2010)

Kej 14:18-20 1 Kor 11-23-26 Luk 9:11b-17

PENGANTAR

Dalam merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus hari ini, Gereja mengajak kita mendengarkan dan menerima pesan Yesus, yang disampaikan kepada kita lewat Injil menurut Lukas. Ternyata keempat Injil (Mrk, Mat, Luk dan Yoh) semuanya menceriterakan Yesus yang memberi makan roti dan ikan kepada banyak orang. Memang ceritera mereka tidak selalu sama, sebab masing-masing Injil itu menunjukkan salah satu segi khusus peristiwa tersebut. Hari ini marilah kita berusaha mendengar pesan Injil kepada kita tentang makna EKARISTI, yakni TUBUH dan DARAH KRISTUS, menurut Lukas.

 

HOMILI

Isi pokok Injil Lukas (Bab 9) hari ini (Luk 9:11-17) harus dikaitkan dengan teks sebelumnya, yaitu mewartakan Kerajaan Allah, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, dan teks sesudahnya, yakni tentang penderitaan Yesus. Tetapi ternyata ketika murid-murid-Nya itu pulang dari pelaksanaan perutusan mereka, mereka masih diberi tambahan perintah lagi: "Kamu harus memberi mereka makan!" , yaitu orang-orang yang mengikuti mereka.

Ternyata Lukas ingin meneruskan dua pesan Yesus yang sangat penting. Pertama : Yesus memperhatikan adanya banyak orang tanpa perbedaan. Yesus memanggil duabelas murid menjadi rasul ("keduabelas murid"), yang menggambarkan keduabelas suku bangsa Israel. Keduabelas itu murid mau minta umat yang banyak itu, supaya mereka pergi mencari makan sendiri. Tetapi Yesus justru melarang itu, dan murid-murid-Nya diingatkan, agar jangan memisahkan diri dari mereka dan hanya memperhatikan diri sendiri. Kedua : sebaliknya, Yesus menganjurkan murid-murid-Nya untuk berbagi apapun, yang ada pada mereka atau mereka miliki, dengan orang-orang lain yang ikut mengikuti Yesus.

Memang adalah masuk akal mereka berkata: "Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan". Namun ternyata Yesus minta supaya persediaan makan yang terbatas dibagikan. Tetapi bukan hanya barang materiil saja! Juga kemurahan hati mereka sendiripun harus dibagikan, dan diperluas melalui batas-batas kepentingannya sendiri! Di sinilah Lukas ingin meneruskan pesan Yesus, bahwa keselamatan kristaini sejati yang utuh bukanlah hanya cita-cita untuk hidup kekal kelak, melainkan sudah diwujudkan dalam kenyataan-kenyataan hidup sehari-hari, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain! Bukan banyak atau sedikitnya barang, bukan pula kuantitas tetapi kualitas kemurahan atau kerelaan hati, - itulah pesan Yesus lewat Injil Lukas kepada kita.

Injil Lukas hari ini tentang pemberian roti dibacakan untuk merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus . Ternyata Injil itu juga menunjukkan kepada kita bahwa Ekaristi adalah suatu Sakramen Perdamaian alias Sakramen Anti-Kekerasan (Sacrament of Nonviolence). Bukan hanya kekerasan benda, barang, materi apapun, namun dan terutama kekerasan hati, kekerasan batin, kekerasan rohani. Di dunia kita sekarang ini terjadi banyak aneka macam kekerasan. Lukas secara alkitabiah menggam-barkan kesengsaraan Yesus bagaikan pengalaman Anak Domba , yang mati karena menolak kekerasan, mencintai musuhnya, membalas yang jahat dengan kebaikan, mendoakan mereka yang menganiaya-Nya. Maka Ekaristi adalah sungguh-sungguh sakramen anti-kekerasan. Cara Yesus untuk mengalahkan kejahatan dan kekerasan harus menjadi cara kristiani sejati: bukan dengan jalan kekerasan, melainkan dengan jalan kasih dan pengampunan.

Inilah Injil sejati: jalan yang ditempuh Yesus adalah pelaksanaan intisari atau hati segenap ajaran-Nya, dan sekaligus merupakan hati atau titik pusat penderitaan dan kematian-Nya demi kasih!

 

Ekaristi sebagai pemberian diri Tubuh dan Darah Kristus, adalah ungkapan kasih-Nya kepada kita. Kasih-Nya itu adalah pengampunan, adalah pengenalan diri-Nya yang sebenarnya. Ia tidak iri hati, tidak menipu, tidak membalas dendam. Seluruh Tubuh dan Darah-Nya dikorbankan dan diberikan kepada kita. Memang, tidak ada kasih lebih besar dari pada kasih Dia yang mengorbankan diri-Nya bagi kita.

Sejauh manakah, setelah selama dan sekian kali sebagai murid Yesus menerima Ekaristi, Tubuh dan Darah Kristus, aku merasa menjadi orang kristiani sejati, baik di kalangan sesama orang kristen, dalam lingkungan keluarga, lingkungan Gereja, lingkungan masyarakat. Seperti diminta Yesus kepada murid-murid-Nya, bersediakah aku berbagi dengan sesama apa yang kumiliki, "walaupun yang ada padaku tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan"? Memang bersama berekaristi, artinya menerima bersama-sama Tubuh dan Darah Kristus yang sama, namun sekaligus bertentangan atau tidak sanggup saling menolong sungguh bertentangan dengan Injil Yesus hari ini kepada kita . Amin

 

Jakarta, 5 Juni 2010

 

 

 

 

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/