Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

PESTA SALIB SUCI/A/2014

Bil 21:4-9   Flp 2:6-11   Yoh 3:13-17

PENGANTAR             
     Hari ini kita merayakan Pesta Salib Suci. Dalam Bacaan I diceritakan, bahwa umat Israel yang dipagut ular tedung yang sangat berbisa, diselamat-kan dengan memandang ular perunggu yang dipasang pada sebuah tiang oleh Musa. Bacaan II Paulus menegaskan, bahwa Yesus “telah merendah-kan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib”. Akhirnya Injil Yohanes mewartakan Kabar Gembira ini: “Karena Allah begitu me-ngasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadanya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.Inilah sebenarnya rangkuman/ ringkasan seluruh Injil atau Kabar Gembira kepada kita sekarang ini!

HOMILI
     Yohanes dalam Injilnya mengajak kita ikut mengalami apa yang dira-sakan Nikodemus dalam pembicaraannya dengan Yesus. Seperti kita Niko-demus sedikit-sedikit percaya kepada tokoh Yesus, yang mengajar, berbuat baik, bahkan melakukan hal-hal yang disebut mukjizat. Sebab semuanya itu tak mungkin tanpa ada hubungannya dengan Allah, dengan Kerajaan Allah.

     Injil ini harus dikaitkan dengan ayat-ayat sebelumnya. Nikodemus orang terkemuka di bidang keagamaan, orang yang termuka, dan bukan orang kemarin atau orang muda! Yesus berkata, bahwa untuk memasuki Kerajaan Allah, orang harus lahir kembali dahulu! Bagaimana mungkin orang setua Nikodemus, dan mungkin juga setua kita (!) dapat lahir kembali? Nikodemus tidak berpikir secara harafiah belaka. Ia sungguh tahu bahwa yang dimaksudkan ialah lahir kembali secara rohani!

     Jawaban Yesus bukan keterangan teologi, melainkan dengan menun-juk fakta dan kesaksian diri-Nya. Yesus adalah “Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Allah Manusia, harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal”.

     Dahulu dalam dalam PL, dalam perjalanan di padang gurun menuju Tanah Perjanjian, bila digigit ular tedung,ditolong dan diselamatkan dengan memandang ular tembaga pada sebuah tiang di atas. Sekarang untuk kita untuk mencapai Kerajaan Allah satu-satunya jalan yang harus kita tempuh ialah mengarahkan pandangan kepada salib, menaruh kepercayaan dan harapan kepada Dia Yang Disalib, yang diangkat seperti ular tembaga itu! Mengapa? Jawaban Yohanes dalam Injil hari ini sangat jelas: Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.

     Yesus adalah Putera Allah, bahkan “Anak Tunggal”. Tidak ada siapapun yang lebih dekat dengan Allah daripada Yesus sendiri. Yohanes mau memperlihatkan siapa Allah dan siapa Yesus itu! Begitu besar kasih Allah kepada kita manusia ini, sampai memberikan Anak-Nya yang tunggal.

     Yesus berpikir tentang penyaliban diri-Nya di Golgota. Penyaliban Yesus dari luar tampak sebagai hukuman, kegagalan, tetapi sekarang bagi kita salib Yesus mendapat arti baru. Allah mau menerima penderitaan Yesus sebagai manusia itu sebagai ungkapan kepercayaan utuh kepada-Nya. Penyerahan diri Yesus sepenuhnya kepada Allah Bapa-Nya membukakan jalan bagi kehidupan kita yang kekal. Itulah suatu ungkapan untuk menunjukkan peristiwa lain, yang akan terjadi yaitu kebangkitan!

     Itulah inti sari pengalaman iman/kepercayaan para pengikut Yesus yang diungkapkan dalam bentuk Injil. Memang tidak begitu mudah dicerna dan dipahami orang-orang di zaman kemudian, seperti juga bagi kita seka-rang ini. Kalau Allah sungguh mengasihi dunia ini, bagaimana harus dite-rangkan tentang masih adanya kekerasan, ketidakadilan, pertengkaran, permusuhan yang seolah-olah menjadi-jadi dewasa ini?  Apakah Injil itu sekadar retorika belaka? Apakah Kerajaan Allah sekadar impian ataukah sungguh suatu kenyataan?

     Jawaban Injil Yohanes bukan sekadar uraian moralistis atau suatu pengajaran! Yang ditampilkan adalah suatu kesaksian ini: Allah tidak menghendaki kebinasaan manusia, melainkan kehidupan kekal bagi semua orang! Yang harus dilakukan manusia ialah berani menerima kebaikan-Nya! Mau mempercayai-Nya! Sebaliknya, yang meragukan atau bahkan menolaknya akan tetap berada dalam kegelapan, dalam ancaman akan mengalami kebinasaan, dan jauh dari kehidupan yang berkelanjutan!

     Inilah yang ditawarkan Yesus kepada Nikodemus: penyerahan diri kepada Allah. Nikodemus masih harus bergulat menerima tawaran itu. Bukankah kisah Nikodemus itu bukan juga merupakan riwayat hidup kita masing-masing? Tanpa mencarinya, penderitaan dalam aneka bentuknya akan kita jumpai dan harus dimuat dalam sejarah hidup yang harus kita tulis sendiri masing-masing. Namun suatu sejarah yang harus berakhir pada pengalaman kehidupan abadi di surga.

Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

buku Katekese terbaru dari Mgr. FX. Hadisumarta. O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/