Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

PESTA PEMBAPTISAN TUHAN/CII/2016

Yes 40:1-5.9-11  Tit 2:11-14   Luk 3:15-16.21-22

PENGANTAR
    Hari Minggu lalu kita menyambut penampakan Tuhan di dunia ini sebagai manusia seperti kita. Dan Hari Minggu ini kita merayakan Pesta Yesus yang dibaptis. Dan pada kesempatan pembaptisan-Nya inilah Yesus diakui oleh Allah Bapa sebagai Putera-Nya. Yesus yang dibaptis inilah pula yang diutus Allah untuk menyelamatkan umat manusia. Marilah kita melihat dan mencoba memahami makna baptis kita sendiri untuk menjadi pengikut Kristus sejati dengan latar belakang pembaptisan Yesus. Yesus mulai berkarya sesudah dibaptis.

HOMILI

    Menurut Injil Lukas, Yohanes membaptis dengan air, sedangkan Yohanes sendiri berkata, bahwa Yesus membaptis “dengan Roh Kudus dan dengan api” (Luk 3:16). Seperti  juga diceriterakan oleh Lukas dalam Kisah Rasul, bagi Gereja Perdana atau umat kristiani pertama, api digambarkan sebagai pencurahan Roh pada peristiwa Pentakosta (Kis 2:1-4). Roh dan api secara simbolis dilihat sebagai proses pembersihan dan permurnian hati manusia.

    Dan pada waktu Yesus dibaptis, terdengarlah suara dari langit: Engkaulah Anak-Ku  yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan!”(Luk 3:22). Dalam kata-kata itu terungkaplah pernyataan yang sangat mendasar tentang Yesus sebagai “orang dari Nasaret itu”, yakni bahwa Yesus adalah ungkapan kasih Allah kepada Israel baru, umat-Nya yang sebenarnya. Kasih Allah mengungkapkan kasih-Nya kepada umat manusia kepada kita, dengan membiarkan diri-Nya dibaptis di sungai Yordan seperti orang-orang lain. Dengan demikian Ia ingin menunjukkan, bahwa Ia sungguh rela menerima kondisi kita sebagai manusia seutuhnya. Lahir di Betlehem, dibaptis di sungai Yordan sebagai pengakuan diri sebagai manusia lemah. Di Yordan Yesus menerima pengakuan sebagai Putera Allah serta  perutusan-Nya, dan di saliblah Ia menyelesaikan perutusan-Nya tersebut! Dengan menerima baptis dari Yohanes di Yordan, Yesus menyamakan diri seutuhnya, kecuali dalam hal dosa, dengan manusia yang harus diselamatkan-Nya! Itulah pelaksanaan kenabian yang sempurna dan dilaksanakan sebagai Penebus sejati.

    Kita semua pun lewat baptisan diundang dan diutus Tuhan untuk melaksanakan tugas panggilan kenabian Gereja! Apa arti baptis kita? Kita semua tanpa kekecualian dibaptis dalam Yesus Kristus, artinya kita dibaptis dalam  kematian-Nya. Berkat baptis kita menerima hidup Gereja dan harus memelihara dan menghayatinya dengan iman, harapan dan kasih. Apakah sebenarnya hidup Gereja atas dasar iman? Iman berarti, seperti Yesus sendiri, selalu ikut prihatin terhadap orang lain. Iman sejati  adalah suatu rasa tanggungjawab bersama, bukan hanya tanggung jawab perorangan. Baptis adalah tanda panggilan untuk ikut melaksanakan tugas kenabian! Pelaksanaannya masing-masing menurut keadaan dan kedudukannya. Pada dasarnya panggilan tugas kenabian berarti kesediaan  untuk berkorban!

    Tetapi hidup kita dengan iman harus selalu dihayati  hidup penuh harapan, karena telah dijanjikan oleh Allah sendiri yang setia. Selanjutnya seperti ditegaskan pada tanggal 8 Desember 2015 oleh Paus Fransiskus dalam memaklumkan Tahun Yubileum Luarbiasa Kerahiman Ilahi, yang berlaku sampai dengan 20 November 2016, Hari  Raya Kristus Raja Semesta Allam, bahwa Allah adalah kasih, dan ciri khusus kasih-Nya ialah kerahiman-Nya. Misericordia Dei, kerahiman Allah itulah ungkapan kasih-Nya.

    Pada Pesta Hari Pembaptisan Yesus ini kita semua diundang untuk meninjau kembali dan merenungkan apa arti baptis bagi hidup kita. Apakah arti baptis bagiku? Apakah hidupku sebagai orang yang dibaptis hanya supaya diakui, bahwa aku adalah orang kristiani,  atau pengikut Kristus? Tetapi apakah hidupku dibimbing dan dihayati dengan semangat Yesus Kristus? Apakah yang kulakukan dalam keluarga, di lapangan kerja, di lingkungan Gereja, di tengah masyarakat secara konkret  sekarang ini?

    Semoga Pesta Pembaptisan Yesus ini kita terima sebagai undangan dan harapan, agar kita selalu ingat dan sadar serta berterima kasih atas pembaptisan kita. Semoga kita merasa diingatkan untuk melaksanakan janji-janji baptis yang telah kita ucapkan secara perorangan, pribadi atau diwakili oleh orang tua kita. Semoga rahmat yang telah kita terima dalam pembaptisan mendorong  dan meneguhkan kita kembali, untuk berani tampil dalam Gereja dan masyarakat sebagai cahaya, garam dan ragi kabar gembira, yang diwartakan Kristus kepada dunia kita ini.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/