Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Materi iman
Dokumen Gereja

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

PESTA PEMBAPTISAN KRISTUS TUHAN (A/2011)

Yes 42:1-4.6-7 Kis 10:34-38 Mat 3:13-17

PENGANTAR

Hari ini kita merayakan Pesta Kristus Tuhan yang dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Hari ini pula secara resmi menurut kalender liturgis adalah akhir Masa Natal. Justru sebelum meninggalkan aneka upacara atau perayaan Natal, Gereja mangajak kita mengikuti jalan yang harus ditempuh Yesus Sang Penyelamat. Yesus bayi yang lahir di Betlehem, kini dalam usia 30 tahun diperkenalkan dalam Injil Matius sebagai orang dewasa, yang dibaptis sebelum tampil di depan masyarakat untuk melaksanakan tugas perutusan-Nya. Marilah kita berusaha memahami apa makna baptisan Yesus Sang Penyelamat dan baptisan kita sebagai orang yang diselamatkan-Nya.

 

HOMILI

Ternyata menurut ceritera Injil,Yesus hadir di antara orang-orang Yahudi, yang mendengarkan khotbah Yohanes Pemandi, dan ikut minta diri-Nya juga dibaptis. Baptisan yang dilayani Yohanes Pemandi adalah suatu lambang pertobatan untuk sungguh hidup menurut hukum Allah. Minta dibaptis adalah suatu bukti niat jujur seorang manusia untuk mengakui dosa dan kekurangannya. Mengapa Yesus minta dibaptis? Padahal Ia tidak berdosa, bahkan justru harus membebaskan orang-orang pendosa.

Yesus menggabungkan diri dengan orang-orang berdosa, karena Ia mau sungguh menunjukkan kehendak-Nya untuk menyelamatkan mereka. Maka baptisan yang diterima-Nya dari Yohanes adalah suatu tanda kenabian/profetis-Nya dalam penderitaan, kematian dan kebangkitan-Nya sebagai pengampunan dosa manusia sesama-Nya.

Dalam Injil Matius hari ini disebut kedatangan Roh Allah (3:16), yang disebut oleh Yesaya (Bac.I: "Aku telah menaruh Roh-Ku ke atas-Nya").Dan juga ditegaskan siapa Yesus yang dibaptis Yohanes itu: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" (Mat 3:17). Dan ternyata Yesus yang menerima Roh dan berkenan kepada Allah itu ditentukan untuk tampil dan berbuat sebagai hamba atau pelayan , seperti dikatakan oleh Yesaya: "Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepada-Nya Aku berkenan" (Yes 42:1-4.6-7). Dengan demikian dalam pembaptisan Yesus terjadi suatu penegasan oleh Allah, yang mengutus Yesus untuk pelayanan atau sebagai hamba-Nya. Dan sesudah dibaptis dan tahu apa tugas perutusan-Nya, maka "Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis" (Mat 4:1).

Apa pesan Injil hari ini tentang pembaptisan Yesus Tuhan bagi kita?

Belum lama berselang Paus Benedictus XVI menegaskan kembali, bahwa semua orang yang dibaptis ikut bertanggungjawab terhadap pewartaan Kabar Gembira atau Injil. "Karena segenap umat Allah adalah umat yang diutus, maka perutusan (misi) pewartaan Sabda Allah merupakan tugas segenap murid Yesus Kristus berdasarkan baptis mereka" (Apost. Exhort. "Verbum Domini"n.9) . Dengan demikian , setiap orang beriman yang telah dibaptis tidak dikecualikan dari rasa ikut tanggung jawab. Mengapa? Karena berkat baptisnyalah ia termasuk Tubuh Kristus. Kesadaran diri sebagai warga Gereja dan sebagai bagian Tubuh Kristus, justru sekarang ini harus dihidupkan dan disadari kembali di dalam setiap keluarga, paroki, komunitas atau kelompok apapun di kalangan orang-orang yang sadar akan makna baptisan-nya! Gereja yang adalah suatu "communio", persekutuan, pada hakikatnya adalah misioner . Karena itu setiap orang yang dibaptis, masing-masing sesuai dengan kedudukan dalam hidupnya, terpanggil untuk menyumbangkan diri, apapun bentuknya, untuk mewartakan atau memperkenalkan Kristus.

Uskup dan imam , sesuai dengan tugas khususnya, adalah orang yang pertama-tama terpanggil untuk menghayati hidupnya seutuhnya untuk pelayanan sabda, pewartaan Injil, memimpin perayaan sakramen-sakramen dan mendampingi umat mencintai dan membaca Kitab Suci. Juga para diakon dan prodiakon , sesuai dengan kekhususan tugas masing-masing, harus sadar akan tugas pewartaannya. Tak terkecuali pula kaum biarawan-biarawati, yang setelah menerima baptis memilih cara hidup menurut nasihat Injil: menyediakan dan menyerahkan hak-hak dasarnya atas kehendak sendiri, hak milik dan hak menikah demi pewartaan Kabar Gembira.

Kaum awam, yang jumlahnya lebih dari 99% dari segenap anggota Gereja di seluruh dunia, juga terpanggil melaksanakan peranan/tugas kenabian/profetis mereka atas dasar baptis mereka. Tugas ini bukan hanya di tempat-tempat tertentu saja, melainkan di mana pun mereka berada dan bekerja! Justru kemajuan pengetahuan dan teknologi di pelbagai bidang, bukan membebaskan, tetapi justru harus menyadarkan diri, sejauh manakah baptis yang telah kita terima adalah baptis sejati! Yesus menerima baptis sebagai awal langkah baru untuk membuat hidup-Nya sebagai pelayanan. Maka hidup kita seperti hidup Yesus, harus berupa sebagai hidup pelayanan. Bukan terutama melayani diri sendiri, melainkan melayani sesama. Makna pembaptisan Yesus hari ini harus mengingatkan kita akan makna baptisan kita yang sesungguhnya dan bukan sekadar upacara resmi. Amin.

 

 

 

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/