Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

PESTA PEMBAPTISAN TUHAN /B/2015

Yes 55:1-11   1 Yoh 5:1-9   Mrk 1:7-11


PENGANTAR
     Kedatangan Yesus Almasih, yang kita rindukan dan telah dilahirkan di Betlehem, sudah kita rayakan dalam perayaan Natal. Penampakan dirinya sebagai Almasih bagi semua orang tanpa batas atau dengan perbedaan apapun  telah kita rayakan dalam Pesta Penampakan Tuhan (epifani) Minggu lalu. Hari ini kita merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan.

     Bagi kita, umat beriman kristiani, baptis adalah suatu ungkapan pengakuan diri kita sebagai orang berdosa, namun ingin membersihkan diri. Maka kita dibaptis, dan sebagai orang yang sudah dibaptis bertekad berusaha untuk diselamatkan oleh Tuhan dengan bimbingan Roh-Nya. Yesus tidak berdosa, Ia justru adalah Penebus kita, namun Ia minta kepada Yohanes Pembaptis untuk dibaptis. Mengapa Yesus minta dibaptis?

HOMILI
Pembaptisan Yesus adalah suatu tindakan identifikasi atau penunjukan jatidiri-Nya sebagai Almasih. Dan atas dasar solidaritas-Nya Ia menyatukan diri sepenuhnya dengan kita semua, yang harus ditebus-Nya. Kitapun semuanya diajak untuk mengenal kembali jatidiri/identitas kita sebagai orang yang secara resmi telah dibaptis.

     Sekitar 33 tahun lamanya Yesus hidup dan bekerja sebagai orang biasa di Nasaret, bersama Yusuf dan Maria. Mendengar berita tentang Yohanes dan tentang apa yang dilakukannya, khususnya mengenai pertobatan yang disampaikan kepada orang-orang sezaman, Yesus pun meninggalkan Nasaret dan menggabungkan diri dengan Johannes, yang tampil sebagai penggerak pembaharuan diri atau pertobatan masyarakat sebagai persiapan menerima  Almasih yang sangat dinanti-nantikan.

     Yesus sebenarnya tidak membutuhkan baptis pertobatan. Ia tidak membutuhkan pengampunan dosa. Mengapa Ia toh datang juga minta dibaptis oleh Yohanes? Dalam kenyataan, Yohanes mengadakan gerakan rohani bagi masyarakat zamannya, agar orang-orang ingat dan kembali kepada panggilan mereka yang asli sebagai umat Allah untuk diselamatkan. Dalam rangka inilah Yesus ibaratnya mau menggabungkan diri dengan gerakan tersebut. Bukankah memang itulah tugas panggilan-Nya?

     Yesus sadar akan perutusan yang diberikan Allah Bapa kepada-Nya. Secara konsekuen dan sukarela, meskipun tidak berdosa, Ia menggabungkan diri dengan orang-orang berdosa. Bahkan seperti terbukti, Ia menganggap diri sebagai “hamba Allah”, yang sanggup memikul nasib orang-orang berdosa, agar kembali kepada Allah. Ia adalah “anak domba” yang sanggup dikorbankan.

     Demikianlah  pembaptisan Yesus dapat kita lihat sebagai peristiwa peneguhan diri. Suatu identifikasi diri. Yesus konsekuen, Ia bukan acuh tak acuh, maka Ia meninggalkan netralitas Nasaret kampung kediaman-Nya, dan  pergi ke tengah masyarakat luas. Maka Ia menggabungkan diri dengan gerakan Yohanes Pembaptis, dan secara konsekuen minta pula dibaptis. Pembaptisan Yesus adalah suatu peneguhan dari pihak Allah, yang mengutus-Nya di depan umum. Itulah yang terjadi, seperti dikatakan dalam Injil: “Engkaulah Anak  yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan!”.

     Disamping penegasan Allah Bapa itu Yesus juga diberi kekuatan oleh Roh Kudus. Begitulah Yesus menempuh jalan hidup tugas baru. Ia mulai menyelenggarakan tugas perutusan-Nya: membawa kabar baik kepada semua orang tanpa perbedaan, yang meringkuk di bawah  kekuasaan dosa.

     Apa pesan Pesta Pembaptisan Yesus itu bagi kita sekarang ini?Makna permandian Yesus sangat aktual dan relevan bagi kita. Permandian-Nya  mengingatkan kita akan pembaptisan kita masing-masing, namun juga bagi kita umat kristiani sebagai Gereja! Bukan hanya mengingatkan kita akan sakramen baptis, melainkan juga akan sakramen penguatan/krisma! Dalam sakramen baptis dan penguatan kitapun seperti Yesus sendiri diperkuat dan dilengkapi dengan daya Roh Kudus. Janganlah kita lupa, bahwa sejak baptis kita semua pun disebut anak-anak Allah!

     Apa konsekuensinya? Kecuali mengenai hal dosa (!), seperti Yesus kita pun dipanggil meninggalkan jalan hidup lama kita. Kita memang harus meninggalkan jalan dosa dan menempuh jalan yang selalu ditunjukkan oleh Roh Kudus. Sejak dibaptis dan menerima penguatan, kita dibimbing dan diberi daya oleh Roh Kudus untuk menempuh jalan baru itu! Demikianlah kita pun harus selalu menyediakan diri dan membuat hati kita selalu terbuka, bersikap, berpikir, bertindak dan hidup dalam bimbingan Roh Kristus.

     Sungguh sangat perlu bagi setiap orang, yang ingin hidup sebagai orang  yang sungguh beriman (bukan sekadar resmi memeluk agama!)  untuk kita selalu mengadakan pemeriksaan diri. Apakah sebagai orang yang sudah dibaptis dan menerima penguatan (krisma) berhasil memetik hasil buah-buah Roh dalam hati kita: yaitu penguasaan diri, kebaikan hati, kesabaran, kegembiraan, damai, iman, harapan dan khususnya kasih?  Yesus tidak berdosa dan tidak membutuhkan  pertobatan, tetapi Ia minta dirinya dibaptis sebagai teladan, untuk menegaskan bahwa kita semua membutuhkan baptis, suatu pembersihan diri. Maka baptis yang telah kita terima, - itulah dasar dan pegangan sikap dan arah hidup kita seperti Kristus!

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/