Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

PESTA KELUARGA KUDUS: YESUS, MARIA, YUSUF /C/2012

Sam 1:20-22.24-28  1 Yoh 3:1-2.21-24  Luk 2:41-52


PENGANTAR
          Pada Hari Minggu sesudah Natal Gereja merayakan Pesta Keluarga Kudus, yang terdiri dari Yesus, Maria dan Yusuf. Keluarga kudus ini hidup di Nasaret. Dalam Perayaan Ekaristi ini Saudara-Saudari kami ajak untuk merenungkan kata-kata, yang diucapkan Paus Paulus VI ketika beliau berada di Nasaret pada tanggal 5 Januari 1964. Paus Paulus VI mengajak kita sebagai umat krisiani untuk belajar dari Nasaret perihal keheningan, perihal hidup berkeluarga dan perihal karya serta disiplin kerja.

HOMILI
          Ketika mengunjungi Nasaret tahun 1964, Paus Paulus VI berkata: “Nasaret adalah suatu sekolah, di mana kita dapat mulai mengetahui bagaimana kehidupan Kristus, dan bagaimana kita dapat memahami Injil-Nya. Di Nasaret kita secara sederhana dapat mengamati dan mempertimbangkan bagaimana Yesus Putera Allah itu dapat dikenal secara mendalam dan dengan penuh makna”. Setapak demi setapak kita dapat mengikuti Dia dan belajar bagaimana Yesus menghayati  hidup-Nya. Meskipun 20 abad telah lalu, namun dalam keadaan, budaya, corak hidup masyarakat dan keagamaannya di sana itulah Yesus memperkenalkan diri-Nya dan dikenal orang.

  1. Di Nasaret kita belajar hidup dalam keheningan, kesunyian.Khususnya sekarang ini, di tengah keramaian dan hiruk pikuk ketegangan masya-rakat: lalu lintas, gerak demo, pengangguran jutaan orang, keadaan iklim, bencana dan banjir, kekerasan, korupsi, - betapa penting dan dibutuhkan adanya ketenangan dan diam diri untuk mendengarkan sabda Allah yang sangat kita butuhkan! Di samping kehidupan jasmani/materiil, kita juga membutuhkan kehidupan rohani/spiritual yang memadai.
  2. Di Nasaret kita juga dapat belajar hidup berkeluarga dengan baik. Keluarga Nasaret merupakan model kehidupan berkeluarga, juga untuk sekarang di tengah kesibukan hidup di abad ke-21 ini. Kesucian, ketenangan, kestabilan dalam keluarga harus merupakan landasan yang kokoh untuk kehidupan di tengah masyarakat dewasa ini. Kita harus tahu bahwa yang mendidik anak-anak bukanlah masyarakat, melainkan keluargalah tempat pendidikan yang paling perlu dan , untuk ikut membangun masyarakat yang baik.
  3. Di Nasaret, di rumah Yesus anak Yusuf tukang kayu, yang begitu sederhana kita dapat belajar hidp dan bekerja dengan baik. Artinya bekerja dengan disiplin, yang menuntut kesungguhan semangat kerja kita! Setiap peker-jaan apapun bentuknya,memiliki nilai dan martabatnya sendiri. Namun bukan pekerjaan itu sendirilah tujuannya! Nilainya tergantung dari tujuan yang hendak dicapainya dengan perbuatannya itu. Yesus, Maria dan Yusuf sehari-hari berbuat sangat sederhana dalam keluarga, tetapi selalu dengan tujuan yang terbaik bagi keluarga maupun bagi masyarakat sekelilingnya.

Apa pesan Injil Lukas bagi keluarga kita sekarang ini?
Dewasa ini di kalangan banyak umat sering dialami kurangnya suasana pendidikan kristiani yang memadai dalam keluarga bagi anak-anak mereka. Banyak keluarga katolik tidak dapat dan mudah lagi meneruskan iman mereka kepada generasi berikutnya. Sebagai komunitas kristiani sekarang ini para suami isteri harus sungguh makin berusaha memperkuat dan memperdalam hubungan-dasar mereka sebagai suami isteri sejati. Sebab itulah landasan pertanggung-jawaban mereka  terhadap hak-hak dan kebutuhan anak-anak mereka.

Nah, di sinilah hubungan segitiga antara suami-isteri-anak dalam keluarga di Nasaret yang murni dan utuh, harus selalu dijadikan model kehidupan keluarga yang ideal. Pengertian tentang seksualitas kristiani yang otentik, dan tentang perkawinan sebagai sakramen di tengah arus kebebasan pandangan dan sikap yang “modern”, yang misalnya terungkap di dalam aneka bentuk kebudayaan dalam cara berpakaian dan bergaul, harus diperkuat lagi. Hubungan hakiki segitiga yang harus ada dan utuh dalam hidup perkawinan berkeluarga ialah hubungan timbal balik antara ayah, ibu dan anak harus suingguh diperbaharui dan dikukuhkan.

Paus Beato Yohanes Paulus II menegaskan, bahwa masa depan umat manusia berlangsung melalui keluarga! Keluarga adalah landasan masyarakat. Kita semua, khususnya para bapak ibu atau orang tua, harus selalu sadar bahwa kaum dewasa muda adalah masa depan dan harapan kita! Bila tidak ada orang-orang muda dewasa yang menikah, kita tidak dapat membangun  masa depan masyarakat dan Gereja! Namun, kita membutuhkan keluarga-keluarga kristiani, yang hidup menurut dan semangat keluarga dari Nasaret.  

    Model keluarga Nasaret ialah keluarga yang yang memiliki iman yang kokoh dan hidup, mampu menggerakkan hidupnya. Keluarga yang mampu mewariskan imannya kepada anak-anaknya. Keluarga yang merasa membutuhkan dan melaksanakan doa. Keluarga yang sedia dan siap berbagi diri dalam   kelebihan dan kekurangan di antara anggotanya, dan dalam hubungannya dengan masyarakat sekelilingnya.
                          

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/