Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PRAPASKA V/B/2015

Yer 31:31-34  Ibr 5:7-9  Yoh 12:20-33


PENGANTAR
      Minggu depan adalah Hari Minggu Palma, di mana penduduk Yerusalem menyambut kedatangan Yesus dengan gembira. Pada hari Minggu Prapaskah V ini Injil Johanes juga berceritera tentang kedatangan Yesus yang sama, namun dengan tujuan untuk menerangkan apa tujuan kedatangan Yesus, dan bagaimana Ia akan melaksanakan perutusan yang diberikan Allah kepada-Nya, yaitu untuk menyelamatkan umat manusia. Apa yang akan dilakukan dan dialami oleh Yesus diterangkan-Nya dengan kata-kata ini: Sesungguhnya, jikalau biji gandum jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika mati, ia akan menghasilkan banyak buah(Yoh 12:24).

HOMILI
      Sangat menarik, Johanes mencatat, bahwa di antara kaum Yahudi yang datang untuk beribadat di Yerusalem menjelang Paskah ada juga beberapa orang Yunani.  Mereka ini rupanya banyak mendengar tentang hal-hal yang dikatakan dan dilakukan oleh Yesus. Maka mereka pun ingin mengenal Dia dengan lebih baik. Tetapi mereka tidak mau langsung secara pribadi bertemu dengan Yesus, melainkan minta  perantaraan  Filipus, murid Yesus. Dan  Filipus sendiri pun minta Andreas rekan murid Yesus untuk bersama-sama menyampaikan keinginan orang-orang Yunani itu kepada Yesus, yang adalah orang Yahudi.

      Kenyataan  yang diceriterakan Johannes 20 abad yang lalu itu, kini pun aktual dan sangat relevan bagi kita.  Kita juga bukan orang Yahudi. Ibaratnya  kita  adalah seperti “orang-orang Yunani”, non-Yahudi, tetapi resminya percaya akan Yesus. Lewat buku atau dalam  ibadat kita  membaca atau  mendengarkan sabda-Nya, dan juga mengetahui apa yang dilakukan-Nya. Secara singkat: kita mengenal Yesus Kristus sebagai Penyelamat kita. Namun seperti orang-orang Yunani itu, kita juga masih perlu makin menyadari, apa yang harus dihayati dan dialami oleh Yesus sebagai Penebus untuk menyelamatkan kita!

      Berkali-kali Yesus menggunakan bahasa perumpamaan untuk menerangkan ajaran dan perbuatan-Nya. Juga kali ini dipakai-Nya perumpamaan, untuk memperkenalkan diri pribadinya dan menunjukkan jalan yang harus ditempuh-Nya. Diri-Nya disamakan dengan sebutir biji gandum. Biji itu harus ditaburkan di tanah, lalu mati namun justru dapat menghasilkan banyak buah. Mati ditanah biji gandum itu membagi-bagi diri, sehingga yang semula hanya satu menjadi banyak, bertumbuh dan berbuah banyak. Itulah proses alamiah yang terjadi pada biji-biji tanaman.

      Proses yang dilalui setiap biji tanaman, yang harus mati dahulu di tanah untuk kemudian hidup lagi dan berbuah banyak, itulah proses juga yang menurut Yesus harus ditempuh-Nya untuk menyelamatkan manusia. Keterangan Yesus tentang apa yang akan dialami-Nya sebagai Penyelamat untuk kaum Yahudi tidak mudah diterima dan dipahami. Apalagi untuk orang-orang Yunani. Dan bagi kita pun jalan yang harus ditempuh Yesus untuk menyelamatkan kita,yaitu menurut proses biji yang harus mati dahulu untuk tumbuh dan berbuah, tidak mudah kita pahami.

      Dalam kenyataannya  Yesus  sungguh taat  kepada Bapa-Nya, yang telah mengutus-Nya untuk  menyelamatkan kita melalui kesengsaraan dan kematian di salib. Yesus yang hanya seorang diri dan mati di salib ternyata menyelamatkan seluruh umat manusia! Kita semua ini adalah buah dari Yesus sebagai biji gandum yang satu. Yesus telah rela mengobarkan diri, tubuh dan darah-Nya bagi kita semua.

      Menghadapi kenyataan ini, apa  yang harus kita lakukan untuk menyatakan rasa syukur kita yang sungguh pantas kepada kasih Yesus yang begitu besar itu? Yesus telah menunjukkan jalan yang jelas dan harus kita tempuh. Jalan itu ialah: menjadi pengikut Yesus yang setia. Pengikut Yesus ialah orang yang tidak mengutamakan diri, tetapi mengutamakan kehendak Allah, yang adalah Bapa Yesus tetapi juga Bapa kita.

      Yesus selalu mengutamakan kehendak Bapa-Nya, apapun reaksi orang lain yang dapat dialami-Nya. Ia tidak mencari kompromi untuk menyelamatkan diri. Ia tetap taat melaksanakan perutusan-Nya, walaupun ditentang dan ditolak, disingkirkan  bahkan sampai diri-Nya disalib. Yesus adalah biji gandum yang ditaburkan, mati dan menghasilkan buah banyak. Yesus memuliakan Bapa-Nya dengan selalu taat kepada-Nya. Karena itu sebaliknya Ia juga dimuliakan oleh Bapa-Nya, yaitu Ia dibangkitkan dari kematian-Nya.

      Apakah pesan Injil Johannes hari ini bagi kita?
      Dari kita sebagai pengikut-Nya dituntut kesediaan untuk menjadi biji gandum untuk ditaburkan dan mati, agar dapat tumbuh dan dapat berbuah banyak. Kita hendaknya bukan hanya mengikuti keinginan ego kita saja. Yesus tidak menghendaki supaya kita tidak mengasihi diri kita sendiri, apalagi memusuhi diri kita sendiri. Tetapi  kita  harus sadar, bahwa kita berada bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi juga untuk orang  lain. Karena itu kita harus menjauhi egoisme, dan lebih memperhatikan, peduli dan peka terhadap sesama kita menurut teladan Yesus. Yesus bukan wafat hanya untuk kita, tetapi untuk semua orang.  Kita semua dipanggil menjadi pelayan Yesus untuk berbuat baik kepada orang lain. Yesus rela wafat untuk kita, maka marilah kita juga rela bersedia hidup dengan mengutamakan sesama kita.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/