Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PRAPASKA V/A/2014

Yeh 37:12-14  Rm 8:8-11 Yoh 11:1-451

PENGANTAR
      Bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini berbicara tentang kebangkitan atau hidup kembali. Dalam Bac.I Nabi Yehezkiel mengatakan: “Beginilah Firman Tuhan Allah, Sungguh, Aku Aku akan membuka kubur-kuburmu dan membangkit-kan kamu dari dalamnya, hai umat-Ku. Dan dalam Bac.II Paulus menegaskan: “Ia (Allah) yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana oleh Roh-Nya yang diam dalam dirimu”. Dan Injil Yohanes menceriterakan Yesus yang membangkikan Lasarus. Dan Ia bersabda: “Akulah kebangkitan dan hidup”.

HOMILI
      Tuhan Allah dalam kasih-Nya telah menciptakan kita untuk membawa kita semua kepada kebahagiaan bersama dengan Dia. Kita tidak tahu kapan Tuhan akan memanggil kita untuk bersama dengan Dia melalui kematian. Bila Injil Yohanes berbicara tentang kematian dan kebangkitan Lasarus  secara jasmani, namun ia dalam Injilnya juga mengingatkan kita akan kematian dan kebangkitan rohani kita. Jadi ada kebangkitan jasmani dan ada juga kebangkitan rohani. Kebangkitan jasmani akan berlangsung “pada hari terakhir”, sedangkan kebangkitan rohani atau kebangkitan hati dapat terjadi setiap hari!

      Nabi Yehezkiel berbicara tentang tulang-tulang kering bangsa Israel dalam kubur-kubur. Maksudnya kejahatan moral dan dosa-dosa umat Allah bangsanya pada waktu itu. Yehezkiel mau membesarkan hati dan harapan mereka. “Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalam dirimu”. Bukan hanya kebangkitan tubuh, tetapi juga kebangkitan kembali harapan bangsanya. Merdeka dan diselamatkan dari pembuangan dan penjajahan.

      Apa pesan nabi Yehezkiel kepada kita? Kita dapat belajar banyak dari pengalaman hidup. Kita ini juga dapat mati sebelum kita mati, bahkan selama kita masih hidup! Bukan hanya berarti mati karena dosa saja. Di samping itu juga berarti mati atau kehilangan kekuatan batin, atau kehilangan keberanian, atau kehilangan harapan. Ibaratnya “hati kita mati”! – Pengalaman hidup negatif itu dapat berupa: kegagalan karya atau usaha, kegagalan perkawinan, ketidaksetiaan sebagai suami atau isteri, penyakit dan kegelisaan dalam keluarga, bencana keuangan, putus asa dan depresi, narkotika, alkoholisme, krisis dalam kehidupan dalam biara atau krisis sebagai imam. Nah, bagi siapapun di antara kita yang mengalami “kematian hati” serupa itu hendaknya ceritera Injil Yohanes tentang Lasarus itu merupakan suatu gema atau bunyi genta atau lonceng Paskah yang membangkitkan kembali kepercayaan, kegembiraan dan harapan kita!

      Namun kita bertanya: Siapa gerangan dapat membangkitkan harapan hati kita itu? Kita semua tahu dan sering mengalami, bahwa banyak penyakit tantangan atau masalah hidup kita tidak dapat kita sembuhkan. Nasihat dan kata-kata kebijaksanaan pun sering tidak berdaya. Seperti misalnya diceriterakan dalam Injil Yohanes, bahwa di rumah Marta dan Maria banyak orang-orang Yahudi yang datang untuk menghiburkan mereka, namun tidak berhasil. Dan mereka yang mengalami situasi yang sulit memang tidak mampu mencari pertolongan, seperti Lasarus sendiri tidak mampu karena sudah berada di kubur. Maka dibutuhkan mengundang kedatangan Yesus. Dan itulah yang dilakukan oleh Marta dan Maria.

      Yesus pernah berkata kepada murid-murid-Nya: Sembuhkanlah yang orang sakit; bangkitkanlah orang mati”(Mat 10:8). Apa maksud Yesus dengan perintahNya “membangkitkan orang mati” itu? Apakah kita sebagai murid-Nya harus membangkitkan kembali orang yang sudah mati? Memang dalam sejarah Gereja ada beberapa Orang Kudus yang dapat melakukannya. Tetapi yang dimaksudkan Yesus ialah bahwa kita sebagai murid-Nya harus membangkitkan kembali orang-orang yang hatinya sudah mati, mati rohaninya, sudah kehilangan harapan mereka. Inilah juga arti kata-kata yang diucapkan seorang bapak, dalam dalam Injil Lukas disampaikan kepada anaknya yang nakal dan hilang ini: Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali” Luk 15:32). Anaknya mati dalam maut moral, namun hidup kembali dalam kehidupan rohani.

      Perintah Yesus Kristus “Bangkitkanlah orang mati” ditujukan kepada kita semua muridNya tanpa kekecualian! Orang tua kita yang baik mengajarkan anak-anak mereka, supaya kita berbelaskasih dan berbuat baik terhadap sesama. Juga ada nasihat: makamkanlah orang yang meninggal. Tetapi sebagai murid Kristus, kita juga menerima nasihat penting tambahan ini: “Bangkitkanlah orang yang mati!” Mati kepercayaan dan harapannya.

 

Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

buku Katekese terbaru dari Mgr. FX. Hadisumarta. O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/