Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PRAPASKAH I/B/2012

Kej 9:8-15  1 Ptr 3:18-22  Mrk 1:12-15


PENGANTAR
          Pada awal masa puasa gerejawi ini, secara sangat singkat Markus menyampaikan suatu tuntutan yang harus dipenuhi oleh Yesus untuk dapat tampil sebagai Almasih. Pada waktu Ia dibaptis, terjadilah pewartaan Allah tentang siapakah Dia sebenarnya? “Terdengarlah suara dari surga: Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan (Yoh 1:11). Tetapi langsung sesudah pernyataan ilahi resmi itu, tertulislah: ”Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun” (ay.12). Ternyata sebelum tampil di depan umum sebagai Mesias Yesus pun harus mengalami percobaan dahulu. Inilah pesan Injil hari ini kepada kita: untuk menjadi manusia dewasa seperti Yesus, kita harus mau dan berani mengalami percobaan hidup juga.

HOMILI
          Injil Markus sangat pendek tentang percobaan yang dialami Yesus: di padang gurun, 40 hari, dicobai oleh Iblis, di antara binatang-binatang liar. Kesepian, kesendirian, penderitaan kelaparan dan kehausan, penghinaan se-bagai sasaran godaan Iblis. Nah, semuanya itu dialami Yesus untuk kita! Bukankah kenyataan itu membuat kita merasa malu, apabila kita kadang-kadang tidak mau mengalami penderitaan atau merasa dihina karena diri kita sendiri? Yesus tidak berdosa sehingga harus ditebus. Tetapi Ia mau memikul penebusan untuk kita, untuk dosa-dosa kita. Ia adalah putera Allah dan ada di surga, tetapi Ia mau meninggalkannya dan menjadi manusia, sehingga bersedia mengalami penghinaan dan penderitaan, agar dapat membawa serta kita bersama Dia ke surga, tempat kediaman-Nya yang abadi. Akan tetapi rasa syukur atau terima kasih apakah yang akan kita persembahkan kepada-Nya?  Kurang tahu bersyukur kepada-Nya? Tak memperhatikan kehadiran-Nya? Bahkan tak jarang kurang hormat dan tidak taat kepada-Nya?

          Gereja sudah sangat meringankan tuntutan-tuntutan puasa dan ungkapan pertobaan. Namun  meskipun demikian, dari kita masing-masing masih diharapkan  mau berpuasa dan berpantang sendiri secara pribadi. Puasa dan berpantang memang harus disesuaikan dengan kemampuan kita masing-masing, namun kita semua tanpa kekecualian dapat dan harus tahu dan mau bermatiraga dalam pikiran, kehendak, keinginan sendiri, sebagai balasan kita terhadap kasih Tuhan begitu besar kepada kita. Misalnya berdoa lebih banyak, mengatasi pikiran, gagasan yang negatif terhadap sesama, hemat dalam kata-kata buruk dan khususnya sikap penuh dendam atau antipati kepada orang lain. Lebih banyak berbuat baik dan menolong orang lain, daripada memenuhi keinginan-keinginan sendiri. Khusus selama masa puasa ini setiap orang kristiani sejati harus  selalu tahu dan mau berbuat apa saja yang baik sebagai tanda syukur dan hormat kepada Kristus, yang telah berbuat baik begitu banyak kepada kita.

          Dengan berbuat demikian, kita melaksanakan apa yang diserukan oleh Yesus hari ini: “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil” (ay.15). Inilah intisari atau hakikat ajaran Yesus: meninggalkan dosa dan kembali kepada Allah. Setiap orang yang sungguh percaya kepada Injil, artinya percaya yang akan hidup kekal, yang disediakan oleh Allah bagi kita sesudah hidup sekarang ini, tidak akan merasa berat atau sukar berpuasa bahkan menderita lahir batin, untuk tidak mengecewakan atau menolak Allah yang begitu memperhatikan dan mengasihinya! Hidup kita sekarang ini akan berlalu.  Setiap langkah yang kita ambil, nafas yang kita tarik setiap detik, setiap jam, setiap hari, mau tak mau membawa kita kepada akhir hidup kita di dunia ini, akhirnya membawa ke makam kita masing-masing.

          Tetapi setiap orang kristiani sejati tahu dan yakin, bahwa makam bukanlah akhir perjalanan hidup kita seutuhnya. Kematian kita adalah awal hidup sejati, asal kita menghayati hidup kita yang terbatas waktunya itu sesuai dengan ajaran dan teladan Yesus. Kita berasal dari debu dan kembali kepada debu! Ia sekarang inipun minta kepada kita masing-masing untuk bertobat dan percaya kepada Injil-Nya. Bila kita setia kepada-Nya untuk sungguh hidup sebagai orang kristiani sejati, sebagai murid-Nya, kita tidak perlu khawatir kapanpun Tuhan memanggil kita. Sebab Ia memanggil kita justru untuk membawa kita kepada hidup abadi.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/