Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PASKAH VII/C/2013

Kis 7:55-60  Why 22:12-14. 16-17. 20  Yoh 17:20-26

 

PENGANTAR
          Injil Yohanes Bab 17 seluruhnya berisi doa Yesus bagi murid-murid-Nya. Hari ini dikutip doa Yesus berikut ini: Aku berdoa…supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau (ay.20-21). Dalam doa Yesus ini kita dapat menarik kesimpulan, bahwa salah satu ciri atau segi hakiki Gereja ialah kesatuan. Itulah yang juga ditegaskan oleh Paus Paulus VI: “Kita percaya bahwa Gereja yang didirikan oleh Yesus dan yang didoakan oleh-Nya secara utuh adalah satu dalam iman, dalam ibadat dan dalam ikatan persekutuan hirarkis”(Credo 21).

HOMILI
          Kesatuan Gereja yang didoakan Yesus bersumber pada kesatuan erat dan mesra dalam Tritunggal Kudus: kesatuan satu sama lain tiga Pribadi Ilahi, yaitu Bapa, Putera dan Roh Kudus. Kesatuan Tritunggal itu adalah kesatuan kasih yang tak kunjung henti, di mana ketiga Pribadi saling memberikan dirinya. Dengan demikian kesatuan inilah yang ibaratnya didoakan oleh Yesus sebagai gambaran kesatuan bagi murid-murid-Nya sebagai kesatuan Gereja. Murid-murid Yesus itu adalah Gereja, yang didirikan Kristus pada Pentakosta. Kesatuan Gereja harus mencerminkan kesatuan Tritunggal yang mahakudus, sekaligus kesatuan Kristus dengan murid-murid-Nya sebagai Gereja.

          Dalam Injil Yohanes kesatuan yang didoakan oleh Yesus bagi murid-murid-Nya adalah kesatuan dalam kasih. Yohanes penulis Injil ini adalah juga penulis dua suratnya. Dan dalam surat pertamanya ia menulis: Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, sebab Allah adalah kasih”. Ternyata kriteria untuk mengenal apalagi mengasihi Allah adalah kasih. Tidak mengenal kasih berarti tidak mengenal Allah. Maka tidak mengenal Allah berarti juga tidak mengenal Gereja-Nya, yang terdiri dari murid-murid-Nya, dari umat beriman yang percaya kepada-Nya. Dan untuk menjadi murid-Nya dan bersama-sama menjadi Gereja-Nya segenap umat-Nya harus bersatu. Dan untuk dapat sungguh bersatu seperti didoakan oleh Yesus, semua orang yang ingin menjadi warga Gereja-Nya harus mau dan sungguh-sungguh bersatu dalam kasih!

          Keanggotaan sebagai warga Gereja yang sesungguhnya, seperti dikehendaki dan didoakan oleh Yesus, bukanlah catatan resmi/formal sebagai orang telah dibaptis, menjadi warga Paroki/Gereja dan sebagainya, melainkan dengan kesadaran diri sebagai anggota suatu persekutuan, di mana anggota-anggota itu berhubungan erat satu sama lain dengan ikatan kesatuan dalam kasih. Bukan faktor resmi atau formal, atau menurut ketentuan yuridis/kanonik/hukum Gereja, yang memang dibutuhkan untuk mengatur kesatuan Gereja, melainkan sikap batin atau hati pribadi, - itulah yang diperlukan murid-murid sejati Yesus. Itulah yang didoakan oleh Yesus bagi murid-murid-Nya. Sebab apapun yang dilakukan manusia yang tampak, lahiriah, resmi, formal, akan dilihat dan dinilai Tuhan sesuai dengan keadaan dan sikap batin/hatinya, yaitu kasih orang yang melakukannya.

          Demikianlah kesatuan sejati yang dikehendaki dan didoakan oleh Yesus dalam keluarga, komunitas, paroki, gereja, bukan pertama-tama ditentukan oleh segalanya yang tampak, melainkan oleh apa yang terpenting dalam hidup pribadi setiap orang,  yaitu kasih. Dalam setiap kelompok di mana ada kasih, di situ ada kesatuan.

          Yesus memdoakan murid-murid-Nya supaya bersatu. Karena itu di dalam masyarakat, di mana Gereja berada dan berkarya sebagai persekutuan warga-warganya, harus sungguh bersatu dalam kasih. Sebab keberadaan dan karya Gereja akan dilihat dan dinilai oleh masyarakat menurut adanya kesatuan kasih dalam kehidupan dan karya bersama warga-warganya. Tetapi kesatuan itu tidak akan terbentuk apabila tidak dibentuk dengan kasih kristiani sejati.

Catatan: lih.Mingguan HIDUP no.19, 12 Mei 2013
Jumat umat
Paroki Maria Bunda Karmel Tomang:
Umat          : 17.702
KK              : 4.923
Lingkungan : 87
Wilayah      : 13

Apakah besarnya jumlah umat merupakan bukti besar dan kuatnya kesatuan umat?

 

 

Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/