Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PASKAH VI/C/2013

Kis 15:1-2.22-29  Why 21:10-14.22-23  Yoh 14:23-29

 

PENGANTAR
   Dalam rangka kegembiraan Paskah untuk merayakan Yesus yang telah bangkit, Kristus dalam Injil Yohanes hari ini mengatakan kata-kata ini kepada murid-muird-Nya: Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu(14:27). Agar damai sejahtera yang dianugerahkan Kristus  itu dapat kita terima dan sungguh menggembirakan hidup kita, marilah dalam perayaan Ekaristi ini kita membuka hati untuk mendengarkan sabda Tuhan,

HOMILI
   Damai, perdamaian atau damai sejahtera yang disebut dalam Injil Yohanes bukanlah damai lahiriah yang tampak. Misalnya tidak ada perang, tidak terjadi banyak pertentangan dan konflik dengan kekerasan, atau perlawanan pendapat dan sikap secara tegang. Tetapi Yesus misalnya berkata: Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah (Mat 5:9).

   Damai Kristus yang disebut dalam Injil hari ini adalah damai batin (rohani hati) kita sebagai manusia dengan diri kita sendiri dan dengan Tuhan Allah. Yesus menegaskan: Jangan gelisah dan gentar hatimu!Inilah sebenarnya damai yang sebenarnya! Bila damai ini tidak dimiliki, tiada damai sejati lain apapun dapat dimiliki. Betapa banyaknya pun air bersih yang tertampun dalam sebuah danau, air bukanlah air murni dan bersih, apabila danau itu sendiri penuh lumpur dan penuh aneka buangan kotoran. Begitu juga kota metropolitan Jakarta dengan segenap kebanggaan dan kemegahannya, tidak akan merupakan kota damai dan tenteram, apabila jutaan penduduknya hidup dengan hati tidak tenang dan penuh ketegangan.

   Damai yang dimaksudkan Yesus dalam bahasa asli ibrani adalah “syalom”. Orang Yahudi saling memberi salam “syalom”. Dan Yesus sendiri ketika bertemu dengan murid-murid-Nya pada malam Paskah menyapa mereka dengan ucapan syalom. Ia memberi nasehat kepada mereka: Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini(Luk 10:5-6).

   Secara alkitabiah, syalom atau damai sejahtera bukan sekadar berarti tidak ada perang atau malapetaka yang besar. Lebih menunjukkan secara positif adanya ketenangan, kesejahteraan, kepastian, persaudaraan, kegembiraan. Paulus juga berkata: Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara Hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus(Flp 4:7). Dan juga: Allah, sumber damai sejahtera, menyertai kamu sekalian! Amin (Rm 15:32). Paulus mau menekankan bahwa Allah bukan hanya memberikan damai, melainkan bahwa damai sejahtera sejati, syalom yang sebenarnya, yang kita rindukan memang tidak mungkin kita peroleh dan kita miliki di luar hubungan kita dengan Allah! Allah menghendaki supaya kita sungguh hidup dalam damai, Namun damai itu hanya mungkin kita miliki, apabila kita melakukan kehendak-Nya.

   Nah,Yesus dalam kata dan perbuatan-Nya ingin menegaskan kepada kita, bahwa Ia menolak dan melawan apapun yang bertentangan dengan damai, seperti ketakutan, kecemasan, kekhawatiran: “Jangan gelisah dan gentar hatimu!”. Bisa dimengerti bahwa tanggapan orang biasanya berbunyi: “Memang, hal itu mudah dikatakan!” Bagaimana kita dapat menenteramkan hati menghadapi kegelisahan dan kegentaran hati, yang meliputi hidup kita yang suram? Dan pembawaan sifat, karakter, watak orang masing-masing dapat memperbesar lagi kegelisahan itu.

   Injil tidak menjanjikan menyelesaikan dan menghilangkan masalah-masalah itu. Sampai tahap tertentu masalah-masalah itu memang termasuk kondisi dan situasi hidup manusia. Injil menunjukkan jalan yang bisa kita tempuh. Injil hari ini, yang diambil dari Johanes Bab 14 dimulai dengan kata-kata Yesus ini: Janganlah gelisah hatimu. Percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku(14:1). Percaya kepada Allah melalui Yesus Kristus, - itulah obat/jamu penyembuh kegelisahan hidup apapun bentuknya.

   Kini kita hidup di dunia dan dalam masyarakat yang memang berkembang dan makin maju. Namun makin bertambah juga tantangan dan masalah, kegelisahan dan ketidakpastian yang kita hadapi. Namun pula ada kata-kata Yesus yang harus selalu menjadi pegangan pasti untuk hidup kita: Jangan gelisah dan gentar hatimu!Dalam perayaan Ekaristi ini, di mana kita berhimpunan mengelilingi Dia untuk menerima Diri-Nya dalam Ekaristi, kita mendengarkan pesan-Nya yang begitu berharga. Itulah ungkapan damai sejati yang diberikan Yesus kepada kita. Dan dengan kepastian damai yang diberikan Yesus kepada kita itu, marilah kita semua dengan tulus saling memberikan salam damai kasih Kristus itu satu sama lain.

 

Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/