Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PALMA /B/2015

Mrk 11:1-10 Yes 50:4-7  Flp 2:6-11  Mrk14:1-15:47


PENGANTAR
PADA PEMBERKATAN PALMA
     Menjelang perayaan Paskah Yahudi Yesus memasuki Yerusalem. Disertai murid-murid-Nya Yesus disambut dengan gembira oleh penduduk Yahudi yang berseru: Hosanna! Diberkatilah Dia yang datang, dalam nama Tuhan! Diberkatilah Kerajaan yang datang, kerajaan Bapa kita Daud! Hosanna di tempat yang mahatinggi!. Yesus diharapkan datang untuk membangun kembali kerajaan Daud.Tetapi Yesus sendiri tahu, bahwa akhirnya mereka akan menolak Dia, bahkan akan menyalibkan diri-Nya. Takhta yang akan disediakan bagi-Nya ternyata adalah salib! Dan di salib itu akan tertulis: “Yesus, orang Nasaret, Raja orang Yahudi” (Yoh 19:19).

     Mari kita ikut menyambut Yesus sebagai Raja kita, yang ternyata selalu memerintah kita dengan kasih-Nya. Dia adalah Raja yang membebaskan kita dari dosa dan maut kekal. Memang Dia adalah Raja yang bertakhta di salib. Ia ditolak, disiksa, dihukum dan disalibkan karena dosa kita. Ia memasuki kota Yerusalem sambil menanggung dosa kita semua.  Marilah kita menyambut Dia sebagai Raja kita dengan iman dan kasih.

HOMILI DALAM MISA
     Kita telah mendengarkan Kisah Sengsara Yesus. Banyak orang ikut mengambil bagian dalam apa yang dialami Yesus. Ternyata di dalam proses perkembangan peristiwa yang dialami Yesus itu bagian terbesar adalah orang-orang Yahudi yang menolak dan melawan Dia. Yesus akhirnya dianggap sebagai seorang penjahat. Ia disalibkan di antara dua penyamun, ada yang karena rasa benci fanatisme keagamaan, dan karena juga perhitungan politik Pontius Pilatus.

     Kita bertanya kepada diri kita sendiri: apakah kita pun sebenarnya juga berada dan berdiri bersama dengan mereka itu? Sebab Yesus dalam kenyataan harus juga menanggung dosa-dosa kita semua! Setiap orang yang memandang Yesus di kayu salib diingatkan, bahwa Ia tergantung pada kayu salib itu juga demi kita, dan untuk pengampunan dosa kita. Beranikah kita cuci tangan dan merasa seolah-olah tidak ikut bertanggungjawab akan penyaliban-Nya?

     Namun di samping orang-orang yang bertanggungjawab atas penyaliban Yesus itu, di dalam Injil juga disebut beberapa orang, yang dapat menjadi teladan bagi kita:

  1. Disebut seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang mengikuti Yesus sambil menolong memanggul salib-Nya. Tokoh ini mengingatkan kita akanYesus yang bersabda: Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku(Mrk 8:34). Simon ini dapat kita lihat sebagai seorang murid yang pada awal bertindk karena dipaksa, namun kemudian akhirnya sungguh menjadi murid sejati.
  2. Kemudian ada seorang penyamun yang bertobat dan mengakui kesalahannya, namun akhirnya menaruh pengharapan hidupnya kepada Yesus. Dan betapa indah pengampunan atau absolusi yang diucapkan Yesus kepadanya: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus(Luk 23:43). Penyamun yang ditolak dan mau disingkirkan oleh masyarakat itu ternyata disambut positif oleh Yesus! Kita ini semuanya  adalah orang berdosa, namun kita semua selalu dapat berharap diterima oleh belaskasih Tuhan. Karena belaskasih-Nya demi pengampunan dosa kita itulah, Yesus rela wafat di salib.
  3. Akhirnya ada seorang kepala pasukan yang melihat Yesus menderita dan wafat di salib, sebagai bentuk pelaksanaan hukuman yang sangat rendah dan hina. Ternyata penuh kepercayaan ia berkata: Sungguh, orang ini adalah Anak Allah! (Mrk 15:39). Sebaliknya Petrus, yang kita kenal sebagai Wakil Kristus yang pertama, juga pernah mengucapkan imannya seperti kepala pasukan itu. Tetapi pada saat Yesus ditangkap ia malahan melarikan diri bersama murid-murid lain, dan menyangkal Yesus sambil berkata: Aku tidak mengenal Dia” (Luk 22:57). Bahkan sampai tiga kali Petrus menyangkal Yesus!

         
     Marilah kita semua di depan salib mohon rahmat Tuhan, agar kita tetap teguh setia dalam iman kita akan Yesus Putera Allah, yang sudi merendahkan diri menjadi manusia seperti kita, sampai rela wafat bagaikan penjahat di salib untuk mengampuni dosa kita. Semoga ketiga tokoh yang kita kenal dalam Kisah Sengsara Yesus, yaitu Simon dari Kirene, Penyamun yang bertobat dan Kepala pasukan, dapat kita lihat, kita hargai dan kita jadikan teladan untuk memandang Yesus Yang Tersalib adalah sungguh Sang Penebus kita.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/