Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Materi iman
Dokumen Gereja

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PASKAH III / A / 2011

Kis 2:14.22-33  1 Ptr 1:17-21  Luk 24:13-35

PENGANTAR
          Bacaan Kitab Suci hari ini memberi petunjuk kepada kita, untuk setapak demi setapak makin memahami makna Paskah bagi hidup kita. Injil Lukas hari ini berceritera tentang dua murid Yesus dalam perjalanan ke Emmaus. Mereka membicarakan peristiwa Paskah, yaitu kebangkitan Yesus, tetapi beberapa wanita yang melihat makam-Nya kosong berceritera bahwa ia tidak melihat Yesus lagi. Seolah-olah harapan mereka akan Almasih yang mereka harapkan sudah gagal. Perjalanan  jauh kedua murid Yesus dari Yerusalem ke Emmaus itu ternyata juga merupakan perjalanan jauh hidup kita sebagai seorang beriman, apabila kita mau sungguh percaya kepada Yesus sebagai Penebus, yang telah wafat dan bangkit kembali. Sebagai orang beriman  ternyata kita pun masih sering mengalami banyak pertanyaan dan keragu-raguan dalam perjalanan kehidupan kita.

HOMILI
          Seperti hidup manusia adalah suatu perjalanan, demikian pula proses penghayatan iman merupakan suatu perjalanan. Ceritera Injil Lukas tentang perjalanan dua orang murid Yesus bukan hanya menunjukkan jarak jauh dari Yerusalem ke Emmaus (11km), melainkan terutama ingin menunjukkan jauh dan sulitnya jalan, yang harus ditempuh orang beriman, yaitu perjalanan sikap pribadi kita dari otak, pikiran dan perhitungan menuju ke hati dan keyakinan rohani/batin kita. Yaitu perjalanan perubahan pengetahuan melulu menjadi hubungan pribadi dengan Yesus Tuhan!

          Tuhan selalu mendengarkan murid-murid-Nya dan Ia selalu hadir. Sebagai seorang pedagog atau pendidik sejati Yesus senantiasa mendengar-kan mereka, khususnya pada saat-saat yang sulit dan berat, bila ada keragu-raguan, ada kekecewaan atau frustrasi. Ternyata kata-kata Yesus “membuat hati mereka berkobar-kobar” (Luk 24:32), menghilangkan rasa sedih, mendatangkan terang dalam kegelapan, akhirnya sampai mereka mendesak Yesus dan berkata: “Tinggallah bersama-sama dengan kami” (ay.29).

          Murid-murid yang mengalami keragu-raguan itu ternyata baru mulai berubah, ketika mereka diberi keterangan oleh Yesus, yang telah bangkit . Ia menerangkan dari Kitab Suci, bagaimana Allah bersabda dan bertindak di dunia kita ini, yang penuh dengan hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Allah, termasuk dosa-dosa manusia. Tetapi justru di tengah kejahatan dan dosa itu ternyata Allah hadir dan mampu mengalahkan segala yang jahat dan menyelamatkan umat-Nya!

          Nah, sangat perlu kita tahu dan memperhatikan bahkan menghayati sabda Allah, antara lain lewat Kitab Suci! Tahun 2012 di Roma akan diadakan Sinode Uskup yang antara lain akan membahas tema tentang Tugas berevangelisasi atau Kewajiban mewartakan Injil. Ceritera tentang dua murid Yesus ke Emmaus hari ini menunjukkan betapa perlunya meneruskan iman kita kepada sesana lewat pewartaan Injil. Tetapi bagi kita sebagai Gereja, pelaksanaan tugas hakiki ini harus disertai dengan syarat penting ini, yaitu bahwa mewartakan Injil dan meneruskan iman kepada orang lain tidak boleh hanya secara perorangan/individual, melainkan harus bersama-sama atau secara komunal gerejawi!

          Apa artinya? Artinya, pewartaan Injil jangan dilihat hanya sebagai usaha pribadi dengan keberhasilan yang efektif, baik dengan cara maupun alat-alat paling modern. Bukan metode atau alat-alatnya yang paling menen-tukan hasil pewartaan kita, melainkan kondisi dan situasi pribadi si pewarta maupun dari si penerima warta itu. Pewartaan harus dilihat sebagai tugas panggilan oleh Tuhan untuk suatu karya rohani. Pewartaan adalah suatu undangan untuk menjadi anggota Gereja, suatu persekutuan yang didirikan oleh Kristus. Suatu undangan menjadi warga suatu komunitas, yang sungguh hidup dengan semangat persaudaraan dan kekeluargaan. Bukan terutama sebagai suatu institut atau organisasi yang rapi, maju, modern, tetapi lebih sebagai hidup bersama sebagai saudara.

          Kedua murid Yesus di Emmaus memang terkesan oleh keterangan Yesus, dan  hati mereka berkobar-kobar, namun ternyata mereka itu baru mengenal Yesus ketika Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti. Inilah teladan pewartaan Injil sejati yang tepat dan kena! Pewartaan yang terdiri dari kata dan tindakan secara bersama. Untuk mawas diri, kita semua, - awam, biarawan/ti, imam, uskup, paus - , bertanya apakah kata-kata atau pewartaan kita sungguh mampu atau berdaya-guna meneruskan sesuatu yang hidup kepada sesama kita? Ataukah ternyata lebih meneruskan sesuatu yang tak berdaya, ibaratnya sesuatu yang mati?  Dengan kata lain, apakah yang kita wartakan hanya berita tentang Yesus yang sudah mati, bukan Kristus yang bangkit dan hidup? Apakah rumah tangga kita, biara-biara kita, pastoran-pastoran kita, lingkungan, wilayah dan paroki kita sungguh telah mengalami suatu kebangkitan sebagai suatu komunitas persaudaraan atau kekeluargaan yang sungguh hidup? Ataukah lebih sebagai suatu organisasi atau lembaga yang memang teratur, modern, namun dingin, kaku, tanpa iklim persaudaraan yang hangat? Memang, seperti kedua murid Yesus di Emmaus, kita  pun adalah peziarah yang masih dalam perjalanan. Iman kita akan Yesus yang telah bangkit masih harus kita perdalam dan hidupkan kembali.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/