Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA XXXIV/A/2011

Kristus Raja

Yeh 34:11-12.15-17 1 Kor 15:20-26a.28 Mat 25:31-46

PENGANTAR

Pada Hari Minggu terakhir dalam Tahun Liturgi ini, kita merayakan Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Dan Injil hari ini (Mat 25:31-46) digambarkan penghakiman terakhir. Ini adalah ajaran terakhir Yesus sebelum Ia pergi ke Yerusalem untuk menghadapi penyaliban dan kematian-Nya. Penghakiman ini akan menyertai kedatangan Kristus yang kedua (parusia) untuk menentukan nasib kekal setiap manusia selanjutnya.

HOMILI

Dalam gambaran tentang penghakiman itu dua golongan manusia dilukiskan sebagai domba, yaitu pertama orang-orang yang mendengarkan sabda Allah, dan yang kedua sebagai kambing, yakni yang tidak mau mendengarkannya. Domba-domba ditempatkan di sebelah kanan Putera Manusia, sedangkan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Kristus sebagai Penguasa sejarah hidup umat manusia dan Raja semesta alam, membedakan sikap dan keputusan penghakiman-Nya atas manusia menurut kenyataan hidup mereka, apakah orang itu mau menerima utusan-utusan pewarta sabda Allah (para nabi) atau tidak. Terutama apakah menerima sabda Allah, yang disampaikan melalui utusan-Nya, yaitu Yesus sendiri. Menolak Yesus sebagai Putera Allah berarti menolak Allah Bapa-Nya. Maka selanjutnya, menolak seorang murid yang diutus Yesus berarti menolak Yesus sendiri juga!

Yesus menegaskan bahwa kita, apabila berbuat baik, berbelaskasihan, memaafkan, bersikap lembut hati, semua itu kita sebenarnya kita lakukan terhadap Dia! Sebab Ia menyamakan diri sepenuhnya dengan orang-orang berkekurangan, tersingkarkan dari masyarakat, haus dan lapar, orang asing atau tak dikenal, orang sakit dan orang-orang tahanan di penjara. Jadi semua orang adalah penduduk atau warga Kerajaan Yesus yang Ia sendiri adalah miskin dan rendah hati! Kerajaan Yesus sungguh berbeda dari kerajaan duniawi! Kebesaran kerajaan Yesus berupa pelayanan ikhlas sepenuh dan seutuhnya, bahkan sampai berupa pengorbanan hidup total untuk sesama!

Sungguh mengherankan bagi orang-orang yang baik, tulus dan lembut hatinya, bahwa menolong orang-orang yang berkekurangan ternyata adalah melayani Tuhan sendiri (Mat 25:37-38). Tetapi juga orang-orang yang terkutuk (Mat 25:41) akan sangat heran, bahwa bersikap acuh tak acuh dan tidak peduli terhadap orang-orang yang berada dalam kesukaran, kemiskinan dan mengalami kebutuhan, ternyata tidak peduli terhadap Tuhan sendiri. Bila demikian, mereka akan menerima perlakuan dan penghakiman yang sama dari Tuhan seperti yang mereka lakukan sendiri!

Paus Benediktus XVI menegaskan: "Kerajaan yang didirikan oleh Kristus adalah universal. Cakrawala kerajaan Raja yang miskin dan lembut ini bukanlah berukuran teritorial sebagai suatu negara, melainkan

merupakan batas-batas seluruh dunia. Ia mengadakan suatu persekutuan (communion) dan menciptakan suatu kesatuan (unity). Di mana kita sekarang ini dapat melihat dan mengalami persekutuan dan kesatuan ini? Di dalam Gereja, di mana segenap warganya merayakan Ekaristi bersama, yang dipimpin oleh Yesus Kristus sendiri. Di dalam Kerajaan Kristus inilah tidak berlaku kekuasaan, kekerasan, kesombongan, keras hati, dendam dan permusuhan, melainkan kerendahan hati, lembuh hati, belas kasihan dan kasih, kerelaan berbagi dengan sesama". Inilah Kerajaan Kristus yang sebenarnya!

Berbicara tentang pengadilan terakhir menurut Injil Matius hari ini, Ibu Teresa dari Kalkuta, berkali-kali beliau selalu mengangkat tangan kanannya dengan membuka kelima jarinya sambil berkata: "Kamu (1) telah (2) melakukannya (3) untuk (4) Aku (5). Itulah memang yang dilakukan Teresa selama hidupnya: memikirkan, berbuat dan menolong justru orang-orang yang paling membutuhkannya. Orang-orang paling miskin dari mereka yang miskin.

Bila kita ingin merayakan Hari Raya Kristus Raja semesta alam, maka iman kita sejati harus sungguh berakar pada Yesus dari Nasaret, yang justru diresmikan sebagai Raja, pada saat Ia mengalami eksekusi hukuman mati-Nya di kayu salib! Ia bukan Raja yang menggunakan kekuatan kuasa dengan kekerasan, Ia bukan diktator. Ia adalah teman dan sahabat orang kecil dan miskin. Kebesaran-Nya sebagai Raja ialah kasih-Nya yang tak terbatas, khususnya kepada orang berkekurangan.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/