Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

Minggu Biasa XXXIII /B/2012

Dan 12:1-3, Ibr 10:11-14,18, Mrk 13:24-32

PENGANTAR

          Injil hari ini adalah suatu kutipan dan Injil Markus Bab 13, yang menggambarkan keadaan akhir zaman. Agak menakutkan, karena banyak dilukiskan hal-hal kehancuran, penderitaan, siksaan dan sebagainya. Tetapi di balik tabir berita yang negatif itu, sebenarnya terungkap tetap adanya harapan akan keselamatan. Sebab Allah akan mengutus malaikat-malaikat-Nya untuk mengumpulkan orang-orang yang akan diselamatkan, yaitu mereka yang tetap mau dan bersedia untuk selalu dapat berjaga-jaga dalam hidup mereka. Yesus menegaskan, tiada seorang pun tahu kapan akhir zaman itu akan berlangsung, kecuali Allah Bapa-Nya!

HOMILI
          Sepintas lalu kita akan heran, mengapa Yesus menggambarkan kepada orang-orang sezaman-Nya keadaan akhir zaman (parusia) di mana akan terjadi perang, penganiayaan, bencana, keadaan alam yang dahsyat, penduduk mengalami kesengsaraan, Ternyata tujuan Yesus menggunakan ramalan-ramalan yang sangat menakutkan itu justru untuk menyampaikan dasar harapan kepada kita. Kita diundang untuk mengarahkan pandangan kita kepada-Nya. Ia berkata: Jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan (generasi) ini  tidak akan berlalu , sebelum semuanya ini akan berlalu. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Mrk 13:29-31).

          Ramalan tentang keadaan akhir zaman (eskatologis) itu akan terjadi dalam pelbagai bentuk.  Misalnya Yesus akan dikhianati dan diserahkan kepada orang-orang   berdosa , demikian juga pengikut-pengikut atau murid-muird-Nya akan ditangkap dan dibawa ke pengadilan untuk memberi kesaksian dan bahkan dibunuh. Akan datang juga orang-orang kristiani palsu, yang justru mau menghilangkan kepercayaan umat kepada Kristus. Keadaan masa akhir zaman yang serba penuh bencana itu juga dapat berupa keadaan, di mana setiap orang yang harus berjaga-jaga dalam hidupnya, malahan tergoda oleh kekayaan dan kekuasaan sehingga mereka itu “tertidur”, artinya tidak peduli akan kesiapsiagaannya.

          Injil Markus ini mengingatkan kita, bahwa setiap orang yang ingin mengi-kuti Yesus akan mengalami percobaan. Percobaan itui bisa berbentuk gangguan atau penderitaan hebat, atau godaan kenikmatan dan kemewahan hidup. Namun apapun bentuk percobaan atau testing tersebut, kita harus selalu siap siaga dan berdoa. Apabila jiwa dan raga, budi dan rasa kita selalu terbagi dan tidak siap siaga, kita tidak akan mampu menerima dan menyambut  kedatangan Tuhan.

          Tetapi kita dalam menghadapi semua itu tidak perlu takut atau khawatir. Sebab Kristus telah mengubah latar belakang dan keadaan hidup kita ini dengan hidup, ajaran, sikap dan perbuatan-Nya sendiri. Apa yang dilakukan-Nya? Yesus bertahan menghadapi percobaan / testing hidup sendiri. Yesus mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban sempurna kepada Allah. Dengan demikian Ia mengganti persembahan ibadat individual atau perorangan di Yerusalem yang dilakukan orang Yahudi. Dan selanjutnya persembahan yang benar kepada Tuhan ialah doa yang diselenggarakan oleh umat beriman bersama-sama. sebagai persekutunan. Bukan lagi sebagai persembahan atau melaksanakan korban-korban secara individual bagi dirinya sendiri di dalam bait Allah.  Allah telah menerima persembahan diri Yesus sebagai korban untuk dosa-dosa manusia.  Karena itu siapapun yang mengikut Yesus dengan setia dan siaga akan “ditebus” atau diselamatkan dari hukuman Allah yang sungguh benar dan adil. Dengan demikian kita dapat yakin dan tenang, bahwa kita akan diselamatkan!

          Patutlah kita perhatikan, bahwa ketika Ia mengalami kegelapan batin bagaikan sekaratmaut di kebun jaitun di Getsemani, Yesus dengan sepenuh hati mohon kepada Allah, agar diri-Nya dibebaskan dari sekaratmaut diserta keyakinan, bahwa Allah dapat melakukan itu! Namun Yesus sekaligus menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Bapa. Ketabahan hati dan kesediaan Yesus untuk menyingkirkan kehendak dan keinginan-Nya sendiri demi kehendak dan rencana Allah, Bapa-Nya, di Getsemani, - itulah yang dalam Injil Markus hari ini dapat kita lihat sebagai model doa kristiani sejati! Itulah doa yang harus dijadilah doa bagi setiap orang yang mengalami percobaan atau tantangan hidup!

          Setiap orang mengalami percobaan dan tantangan! Masing-masing berbeda. Bisa penderitaan penyakit lahir maupun batin, merasa dirinya disingkirkan, ditolak, mengalami kesukaran ekonomi, kehilangan kedudukan, rasa dendam yang tak kunjung padam, dan apapun lainnya. – Apakah tidak tertinggal rasa gembira dan damai sedikitpun dalam hati kita? Injil Markus yang menggambarkan situasi dan kondisi yang dahsyat di akhir zaman sebenarnya ingin meyakinkan dan meneguhkan hati kita, bahwa Yesus Kristus telah mengubah dan mengatasi keadaan akhir zaman itu. Ia telah memberi teladan bagaimana kita dapat bertahan dalam percobaan apapun dalam hidup. Dan telah terbukti, bahwa penderitaan serta kematian-Nya di salib akhirnya telah membawa Yesus kepada kebangkitan-Nya!

          Injil Markus hari ini tentang akhir zaman bukan menakutkan kita akan kegagalan hidup kita, sebaliknya meneguhkan iman kita akan keselamatan yang telah sediakan oleh Yesus Kristus. Asal kita tetap siap siaga dan setia akan sabda dan teladan sikap perbuatan dan hidup-Nya.

         

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/