Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA XXXI/C/2016

 Keb 11:22-12:2 2 Tim 1:11-22 Luk 19:1-10


PENGANTAR

    Dalam merayakan Ekaristi kita selalu mendengarkan Injil atau Kabar Gembira yang disampaikan oleh Kristus. Dalam Injil Lukas hari ini, Yesus menegaskan kepada kita bahwa Ia datang untuk mencari dan memanggil orang berdosa, bukan untuk menghukumnya, melainkan justru untuk menyelamatkannya.

HOMILI
    Dalam Injil Markus Yesus menegaskan: "Bukan orang sehat yang memer-lukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa(Mrk 2:17)". Dalam Injil Lukas hari ini Yesus menegaskan lagi: "Anak Manusia (Yesus) datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Luk 19:10)". Yesus berbuat baik terhadap Zakheus, yang dalam dalam bahasa Ibrani berarti "benar" atau "murni". Tetapi dalam hidupnya sebagai pemungut bea sesuai dengan aturan penjajahan Romawi, Zakheus dikenal masyarakat Yahudi sebagai pendosa. Sebab banyak keuntungan yang diperolenya dari pekerjaannya itu. Tetapi meskipun kaya, ternyata hati Zakheus bukan buta, tetapi terbuka. Dan ketika menyaksikan Yesus, Zakheus itu sebagai orang Yahudi ternyata melihat Yesus sebagai seorang nabi, yang berbicara penuh wibawa dan berbuat baik kepada siapapun tanpa perbedaan. Walaupun ia sadar, dirinya dianggap masyarakat sebagai pendosa, ia ingin sekali melihat Yesus!

     Ternyata dibalik di balik perbuatannya yang buruk sebagai pemungut bea yang tampak, dalam hatinya terdapat sesuatu yang baik sebagai seorang manusia. Namanya adalah Zakheus, maka ia ingin sungguh menjadi Zakheus, artinya menjadi orang yang sungguh benar dan murni. Yesus bukan hanya melihat apa yang dilakukan Zakheus sehari-hari di luar yang tampak. Ia juga melihat hatinya, karena itu Ia mau datang ke rumahnya untuk bertemu dan mengenal dirinya. Dan di balik tampilnya sebagai seorang figur masyarakat sebagai pendosa, ternyata dalam diri si pemungut bea itu Zakheus adalah sungguh Zakheus sebagai manusia aseli menurut nama aselinya: orang yang benar dan murni!

     Berhadapan langsung dengan Yesus di rumahnya, Zakheus bertobat secara nyata. Dengan rela hati ia merelakan sebagian dari hartanya sebagai dana, bahkan bersedia mengembalikan uang, yang telah diperolehnya dari orang-orang sebangsanya sendiri, yang telah diperlakukannya secara curang dan tidak adil. Dengan demikian Zakheus sebagai pendosa mengakui ketidakdilannya, tetapi sekaligus secara nyata menyingkirkan ketidakadilannya itu, dan membalasnya dengan berbuat baik kepada sesamanya.

     Dalam perumpamaan Injil Lukas hari ini, Yesus mau memperlihatkan secara nyata bagaimana Allah sungguh berbelaskasih dan mau menyelamatkan umat manusia tanpa perbedaan, dan betapa besar pun kekurangan atau dosa kita! Bukankah Allah telah menciptakan manusia menurut citra-Nya yang baik, tanpa paksaan, bahkan diberi kebebasan untuk menentukan nasibnya sendiri. Manusia mau dibawa untuk bersatu hidup kekal dengan diri Allah sendiri. Tetapi bukan tanpa syarat! Dan satu-satunya syaratnya ialah ketulusan dan kesediaannya yang tulus dan benar untuk mencintai Allah dan melaksanakkan kehendak-Nya. Mencintai dan melaksanakan kehendak Allah pada dasarnya ialah bersedia untuk mengakui diri sebagai pendosa didepan Allah. Di mana kesediaan itu tidak ada, tidak ada pula kasih, tidak ada pengampunan belaskasih Allah! Pada dasarnya syarat mutlak yang harus dimiliki manusia ialah suatu pertobatan yang otentik, bukan pertobatan palsu atau hanya dibuat-buat. Pertobatan otentik bukanlah suatu bentuk formalisme atau otomatisme, asal diketahui dan dilhat orang. Bukan pula akan berjalan secara dengan sendirinya, resmi dan dapat disaksiakan orang, melainkan yang dilselenggarakan secara nyata, tidak perlu disaksikan orang lain, tetapi secara nyata berbuat baik dan adil serta penuh kasih kepada sesama, khususnya terhadap mereka yang tidak kita sukai, dan sesama kita yang berkekurangan dan tersingkir. Yesus mengingatkan kita dan berkata, bahwa kita semuanya adalah anak Abraham. Dan Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Luk 19:10).

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/