Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU BIASA XXVIII/C/2013

2 Raj 5:14-17  2 Tim 2:8-13  Luk 17:11-19

PENGANTAR
          Dalam ketiga bacaan Kitab Suci (KS) hari ini, baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru (surat Paulus dan Injil), terungkaplah betapa besar perhatian dan kasih nyata Tuhan kepada semua orang, baik yang resmi mengakui dan percaya kepada Yesus Kristus, maupun yang tidak mengenal-Nya. Diingatkan dan disadarkan oleh sabda KS ini marilah kita  selalu  berusaha hidup dengan penuh rasa syukur, menyebah dan memuji Dia selalu dengan seutuhnya.

HOMILI
          Paus Emeritus Benediktus XVI telah mengumumkan diselenggarakannya Tahun Imam, mulai 11 Oktober 2012 yang menurut angka penanggalan berakhir pada tanggal 11 Oktober 2013, namun menurut jiwanya beliau menasehati agar tetap secara khusus dihayati sampai dengan Hari Raya Kristus Raja Semesat Alam. Untuk hidup kita yang benar dan adil sekarang ini, memang  mutlak diperlukan iman sejati. Kitab Suci hari ini, menunjukkan kepada kita bagaimanakah seharusnya iman atau kepercayaan yang benar atau sejati itu?

          Injil Lukas hari ini berceritera tentang sepuluh orang kusta, yang rupanya memiliki kepercayaan yang besar. Mereka mendengar tentang Yesus dan yakin Ia akan dapat menyembuhkan mereka. Sebagai orang kusta mereka memberanikan diri melanggar peraturan, yakni bahwa orang kusta harus menjauhkan diri dari masyarakat. Merek bertekad pergi kepada Yesus serta mohon menyembuhkan diri mereka. Di mana tiada harapan masih mungkin, mereka ini mengharapkannya dari Yesus.

          Orang-orang kusta dicoba keyakinan mereka, ternyata mereka tetap teguh dalam iman. Yesus bukan langsung menyembuhkan mereka, melainkan mengutus mereka pergi memperlihatkan diri kepada imam-imam. Menurut hukum, orang baru memperlihatkan dirinya kepada imam sesudah sembuh. Mereka tidak mengikuti hukum, tetapi hanya percaya sepenuhnya kepada kata-kata Yesus. Maka di tengah jalan mereka menjadi sembuh! Di sini tampaklah iman atau kepercayaan mereka adalah benar. – Namun sebenarnya tidak benar seutuhnya: iman mereka itu adalah sebagian saja, tidak utuh! Mereka hanya sampai pada apa yang lahiriah, yang badani, yang jasmani. Karena itu mereka sampai kepada kesehatan utuh, yakni kesehatan lahir batin. Mereka tidak mengenal Yesus sebagai Penyelamat jiwa mereka.

          Namun,  ada salah seorang dari mereka yang kusta itu setelah sembuh kembali kepada Yesus, tersungkur di hadapan-Nya, mengucap syukur dan memuliakan Allah.  Orang itu bukan orang Yahudi seperti Yesus sendiri, seorang asing, orang Samaria! Nah, inilah yang disebut iman yang benar. Kepada orang yang sungguh percaya inilah Yesus berkata: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau”. Orang Samaria ini bukan hanya menjadi sehat, utuh, kuat badannya, melainkan juga jiwanya. Dengan bahasa keagamaan atau secara rohani orang itu disembuhkan dan diselamatkan, dikuduskan. Orang ini bukan hanya memperhatikan dan prihatin terhadap tubuhnya, tetapi juga terhadap jiwa atau diri rohaninya.

          Dalam ceritera Injil Lukas hari ini, terungkaplah beberapa hal yang bagi kita, yang hidup duapuluh abad sesudah kehidupan Yesus itu, tetap aktual dan relevan, untuk makin untuk disadari, agar hidup beriman kita sungguh bermakna dan perlu dihayati seperti seharusnya.

          Pertama: iman/agama tidak ditentukan kebenaran dan penghayatannya oleh kebangsaan, keturunan, tinggi rendahnya kedudukan, kaya atau miskin, dan sebagainya, melainkan ditentukan oleh pribadi masing-masing menurut hatinu-aninya. Yesus orang Yahudi, tetapi dari sepuluh orang kusta yang disembuhkan-Nya justru orang Samaria, bukan orang Yahudi, meskipun bangga menyebut dirinya sebagai bangsa terpilih!

          Kedua: Ukuran yang dipakai Allah untuk menghargai apa yang dilakukan manusia bagi-Nya bukanlah banyak atau sedikit,  hebat atau sangat sederhana, sangat menonjol ataujyustru nyaris dilihat orang, - namun dilaksanakan karena timbul dari hati yang tulus, murni dan sungguh menurut hatinurani.

          Ketiga: Iman atau kepercayaan bukan hasil perhitungan, melainkan kese-diaan mendengarkan dan taat akan sabda Allah. Makin maju, makin terpelajar, makin merasa tahu banyak jangan sampai membawa kita menjadi orang-orang bersikap dan berbuat seperti yang dilakukan oleh kesembilan orang kusta, yang disembuhkan penyakitnya, namun tak tahu mengucapkan rasa syukur kepada Dia yang telah menyembuhkan mereka. Padahal mereka itu adalah seketurunan seperti Yesus.

          Bila Tuhan begitu memperhatikan dan mengasihi kita yang lemah ini, marilah kita selalu tahui bersyukur kepada-Nya dan memuliakan keagungan kasih-Nya kepada kita.

Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

buku Katekese terbaru dari Mgr. FX. Hadisumarta. O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/