Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Materi iman
Dokumen Gereja

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU XXVIII/C/2010

2 Raj 5:14-17 2 Tim 2:8-13 Luk 17:11-19

PENGANTAR

Seperti Minggu yang lalu, bacaan-bacaan Hari Minggu ini pendek. Bacaan I (2 Raja-Raja) dan Injil (Lukas) berceritera tentang penyembuhan, dan Bacaan II (2 Timotius) tentang kesetiaan kepada Kristus. Injil Lukas hari ini pendek, namun di dalamnya sangat kaya dan mendalam isi pesan Yesus kepada kita. Marilah menyediakan diri untuk mendengarkan sabda-Nya agar dapat menyambut tubuh-Nya secara pantas dalam perayaan Ekaristi ini.

 

HOMILI

Penyembuhan orang Samaria ini hanya terdapat dalam Injil Lukas yang ditempatkan dalam konteks perjalanan Yesus menuju Yerusalem, di mana Ia akan menderita dan mati di kayu salib untuk menyelamatkan. Dari 10 orang yang disembuhkan kusta/lepranya ada 1 orang Samaria, bukan orang Yahudi seperti Yesus sendiri dan 9 orang lainnya. Ceritera itu mengandung 2 hal: Pertama , orang-orang yang sakit mohon penyembuhan, dan Yesus menjawab serta menyembuhkan mereka, atau mereka menjadi tahir . Kedua , Yesus juga menyembuhkan orang Samaria, "orang asing" inilah yang memuji dan berterima kasih kepada Allah! Di sini mengejutkan kata-kata yang diucapkan Yesus kepada orang asing dari Samaria itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau". Memang latar belakang dan hasil penyembuhan yang diberikan Yesus kepada orang Samaria itu jauh lebih besar dan bermakna bagi hidupnya selanjutnya daripada yang kepada 9 orang-orang Yahudi lainnya. Yesus dan mereka ini sebangsa!

Di sinilah terletak isi pesan yang ingin disampaikan oleh Lukas kepada kita dalam Injilnya:

1. Penyelamatan lewat iman . Bagi orang Yahudi orang Samaria adalah orang asing . Ia menerima keselamatannya lewat iman , meskipun ia orang asing bahkan kena kusta, orang yang tersingkir dari hubungan masyarakat. Tetapi ternyata orang inilah yang menerima berkat sepenuhnya dari karya pelayanan Yesus! Seperti kerapkali, seperti juga di dalam Kisah Rasul, Lukas menunjukkan kenyataan, bahwa Yesus seolah-olah mengasihi secara khusus kepada orang-orang asing, orang-orang tersingkir, mereka yang sakit dan pendosa! Lukas menunjukkan " kebutaan orang Israel/Jahudi " sekaligus "keterbukaan orang-orang non-Yahudi". Penyelamatan Yesus adalah universal, bagi semua orang, tetapi justru orang Samaria, yang bukan termasuk orang Yahudi sebagai bangsa terpilih Allah, yang justru menerima penyelamatan sejati. Hanya dialah yang tahu berterima kasih kepada Yesus. Ternyata orang-orang pertama, yaitu orang-orang Yahudi, yang menerima sabda Tuhan yang diwartakan Yesus tidak mau meneri-manya. Justru juga kemudian pimpinan keagamaan dan pemerintahan bangsa Yesus sendiri tak mau menerima dan menolak-Nya. Kerahiman Allah sungguh sukarela dan ramah tamah, dilimpahkan kepada semua orang, baik yang tahu maupun tak tahu berterima kasih! Sembilan (9) orang dari penderita kusta yang disembuhkan tidak kembali kepada Yesus sesudah disembuhkan. Tetapi meskipun demikian mereka itu disembuhkan, dan kerahiman Allah selalu tetap luhur dan agung, walaupun dibalas dengan sikap tak tahu bersyukur kepada-Nya!

Namun.....sekaligus ceritera Lukas itu memberi pelajaran kepada kita tentang rasa terima kasih.

2. Rasa terima kasih . Rasa terima kasih sejati bukanlah sekadar ucapan "Terima kasih ! " Rasa terima kasih sejati timbul sebagai ungkapan pengalaman dan tanggapan hati seseorang, yang peka menerima apa yang terjadi di dunia hidupnya. Tahu berterimakasih berarti memiliki hubungan erat dan peka antara penglihatan/mata dan hati. Bagaimanakah hati orang yang mengeluarkan airmata kekecewaan dan merasa tertekan hidupnya? Orang yang tahu berterimakasih akan berani menerima dan melihat pengalaman hidupnya, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan, sebagai anugerah Tuhan. Rasa terima kasih kepada Tuhan itu dapat mengubah diri dan pandangannya terhadap segala sesuatu. Rasa terima kasih aseli ini harus merupakan ciri otentik orang kristen. Sebab rasa terima kasih, seperti dimiliki Yesus sendiri dalam mengalami apapun dalam hidup-Nya, adalah suatu keutamaan yang sungguh berharga dan kita butuhkan! Keutamaan rasa terima kasih ini menolong dan mendorong kita unuk menyadari, bahwa segala yang baik berasal dan adalah anugerah Tuhan! Tahu berterima kasih adalah tanda kebesaran kristiani sejati (misalnya: terima kasih kepada pembantu rumah atau pembersih kebun!). Akhinya tahu berterima kasih kepada Tuhan atas pengalaman hidup yang baik dan menyenangkan, maupun yang berat dan penuh percobaan, - itulah rasa terima kasih kristiani sejati. Tanpa mencari kesulitan atau kesusahan, namun menerimanya sebagai anugerah Tuhan, - itulah cara luhur dan nyata untuk dapat mengikuti Yesus secara benar! Itulah penyelamatan sejati! Amin

 

Jakarta, 7 Oktober 2010

 

 

 

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/