Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

Minggu Biasa XXVIII /B/2012

  Keb 7:7-11  Ibr 4:12-13  Mrk 10:17-30

PENGANTAR
          Injil Markus hari ini berceritera tentang seorang pemuda, yang bertanya kepada Yesus bagaimana ia dapat memperoleh hidup yang kekal. Ia bertanya: Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”. Sangat menarik  bahwa Yesus heran mengapa pemuda itu menyebut Dia baik! Yesus berkata: Tak seorang pun baik selain Allah!”. Sebab Allahlah sumber segala yang baik, dan hanya Dialah yang memberikan hidup yang kekal.
          Kita juga terkejut bahwa Yesus menegaskan kepada si pemuda itu: Juallah apa yang kaumiliki, dan berikanlah kepada orang-orang miskin. Maka engkau akan beroleh harta di surga”. Marilah kita berusaha memahami apa yang dinasihatkan Yesus kepada “pemuda, yang dipandang-Nya dengan penuh kasih” itu.

HOMILI
          Latar belakang ceritera Injil Markus hari ini ialah kenyataan, bahwa menurut keyakinan orang-orang Yahudi kekayaan atau harta adalah tanda berkat Allah. Orang kaya adalah orang yang diberkati, dan sebaliknya orang miskin tidak berkenan kepada Allah. Maka apa yang diucapkan Yesus, yang tidak sedap didengarkan, bahkan terasa sangat kasar memasuki telinga kita itu, sungguh menimbulkan keheranan dan kekecewaan banyak orang. Mungkin begitu juga mengherankan bagi kita!
          Bila masalah itu mau diterangkan secara pendek dan kena (“to the point”), maka dapat dikatakan sebagai berikut. Kekayaan atau harta materiil dilihat sebagai puncak kekuatan dan kebanggaan, yang harus dicapai manusia. Memang demikianlah pandangan dan sikap orang duniawi! Seolah-olah orang hanya ingin hidup di dunia ini saja, maka sikapnya materialistis. Tetapi Yesus datang dari surga yang kekal, Ia datang ke dunia untuk mengingatkan manusia akan tujuan  hidupnya yang bukan hanya sementara melainkan yang kekal. Apabila ia hanya ingin memiliki kepastian untuk memiliki kekayaan sebanyak mungkin, dan itupun hanya untuk kepentingan dirinya sendiri, maka menurut Yesus kepastian itu adalah palsu. Dan kepastian palsu ini tidak dapat dipakai untuk membuka pintu hidup kekal.

          Keterangan “to the point” itu masih kurang jelas, seperti juga dialami si pemuda, yang ingin memperoleh hidup yang kekal. Pemuda itu secara jujur mengakui telah melaksanakan segala perintah Allah: aku tidak membunuh, tidak berzinah, tidak mencuri, tidak mengucapkan saksi dusta, tidak mengurangi hak orang, dan secara positif aku menghormati ayah dan ibuku. Yesus sungguh menghargai kesaksian pemuda itu. Ia memandang dia dengan menaruh kasih kepadanya, dan Ia berkata kepadanya: Hanya satu kekuranganmu: Pergilah, juallah apa yang kaumiliki, dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin. Maka engkau akan beroleh harta di surga”. Mendengar itu si pemuda itu, tetapi juga murid-murid Yesus, terkejut dan kecewa mendengar ucapan Yesus itu!

Pesan yang ingin disampaikan kepada kita dalam Injil Markus hari ini, yaitu di  dalam kata-kata si pemuda maupun dalam ucapan tanggapan Yesus, harus kita pahami dengan baik: jangan disalahtafsirkan. Tafsiran kita jangan berlebih-lebihan, namun jangan pula dikurangi atau diperlemah artinya yang sesungguhnya.

Yesus mau menyadarkan kita, bahwa kekayaan atau harta yang disediakan dan diberikan oleh Allah kepada umat manusia adalah baik dan perlu. Namun bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri, melainkan untuk diterima secara adil bagi sesama juga. Yesus mau menegaskan, bahwa harta atau kekayaan mempunyai kekuatan untuk menghalangi orang untuk menjadi murid Yesus sejati. Yesus menggunakan hal kekayaan sebagai titik tolak untuk menunjukkan, bahwa kekayaan, harta milik, sukses, kemakmuran dapat merupakan jerat atau hambatan hidup yang berbahaya. Karena itu kesediaan melepaskan diri seutuhnya dari ikatan milik pribadi memang dituntut dari setiap murid Yesus yang sejati. Sebab kekayaan dapat memusatkan hati kita hanya kepada dunia ini saja. Dan bila kita dipanggil Tuhan, dapatkah kekayaan itu kita bawa serta? Bila hanya berpikir secara duniawi, kita hanya diajak memperhitungkan segala-galanya menurut ukuran harga (price) bukan menurut ukuran nilai (value).

Yesus mau mengubah seluruh pandangan murid-murid-Nya dan orang-orang Yahudi sezaman-Nya. Tetapi pandangan dan ajaran Yesus itu tidak ditangkap oleh mereka. Yesus berkata: Alangkah sukarnya orang yang beruang (‘kaya’) masuk ke dalam Kerajaan Allah(Mrk 10:23). Dan reaksi murid-murid Yesus dalam Injil tertulis: Mereka makin gempar dan berkata  seorang kepada yang lain, - Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan? - .” (ay.26).

Kita pun sekarang ini akan menanyakan masalah itu! Yesus mengingatkan kita, bahwa keselamatan adalah sungguh-sungguh anugerah Allah. Rahmat adalah pemberian Tuhan! Dan hanya tangan-tangan kita yang murni, yang tidak menggenggam kepentingan diri kita sendiri saja, akan dapat kita tujukan kepada Tuhan untuk menerima anugerah rahmat keselamatan-Nya. Keberhasilan untuk diselamatkan adalah di luar kesanggupan dan kemampuan kita sendiri, dan tergantung dari kebaikan dan kasih Allah. Ialah yang akan memberikannya sebagai anugerah: Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah(ay,27).

Injil Markus hari ini mengajak kita semua sebagai murid Kristus, baik secara perorangan maupun sebagai kelompok atau Gereja, menghindari pertentangan (kontradiksi) di dalam hidup kita, yakni perbedaan antara kedudukan kita sebagai murid Yesus dan penghayatan hidup kita yang materialistis dan sangat duniawi.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/