Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA XXVII/C/2016

 Hab 1:2-3;2:2-4 2 Tim 1:6-8. 13-14 Luk 17:5-10


PENGANTAR

    Dalam merayakan Ekaristi pada hari Minggu ini kita akan mendengarkan permohonan murid-murid Yesus, yang berseru: "Tuhan, tambahkanlah iman kami!" Hidup di tengah perubahan keadaan dunia dan masyarakat yang begitu cepat, baik yang positif maupun yang negatif, kita sungguh membutuhkan kepastian iman yang kokoh dan benar./p>

HOMILI
     Dalam menentukan sikap dasar hidup dan perbuatan kita, kita harus selalu sadar bahwa kita ini langsung atau tidak langsung hidup dalam suatu komunitas. Komunitas keluarga, biara, lingkungan, kelompok kerja dan aneka lainnya. Dalam kesatuan komunitas itu adalah perbedaan dan kelainan. Ada perbedaan usia, karakter, pandangan, sikap, kata dan perbuatan. Dalam mengalami hidup berkomunitas itu kita harus sadar, bahwa kita mau tidak mau berhadapan dengan sesama manusia, namun juga berhadapan dengan Tuhan. Kita bertanggung jawab baik kepada sesama kita, namun sekaligus juga kepada Allah. Sikap, kata atau perbuatan buruk orang dewasa mudah menjadi batu sandungan bagi sesama, khususnya bagi kaum muda.

     Para murid Yesus sadar akan pengalaman hidup mereka sendiri sebagai suatu realitas, maka mereka mohon: "Tuhan, tambahlah, teguhkanlah iman kami!". Kita pun sekarang ini mengalami hal yang sama dalam hidup kita secara pribadi maupun dalam hubungan dengan orang lain. Kita mohon kepada Tuhan, agar iman kita diteguhkan. Yesus menjawab murid-murid-Nya dalam perumpamaan tentang kekuatan iman. Iman diumpakan sebagai biji sawi. Begitu kecil tetapi mempunyai daya begitu besar, sampai mampu mencabut dan memindahkan pohon ara. Dalam perumpamaan ini Yesus bukan mengatakan bahwa murid-murid-Nya tidak memiliki iman, melainkan Ia menghendaki agar mereka selalu menghayatinya sepenuhnya. Mereka sudah memiliki iman, namun masih kecil atau dangkal. Harus terus diperkuat. Iman yang benar, mendalam dan teguh menentukan nasib hidup kita di hadapan Tuhan!

     Di dalam nasihat Injil Hari Minggu yang pendek ini, Yesus masih memberi keterangan tentang relasi atau hubungan antara tuan dan hamba. Corak hubungan yang diterangkan Yesus ini jarang terdapat dalam budaya-budaya lain, juga tidak diketemukan di aneka kebudayaan bangsa kita! Isi pokok ajaran Yesus ialah: Kita adalah hanya hamba! Kiranya para rasul pasti masih ingat akan ajaran Yesus tersebut dalam mewartakan Kabar Gembira kepada segala bangsa. Para rasul pasti ingat akan nasihat Yesus ini: "Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna. Kami hanya melalukan apa yang harus kami lakukan".

     Diingatkan akan ajaran Yesus itu, kita semua secara jujur harus menjawab pertanyaan ini: ÔÇťApakah aku ini, baik secara pribadi maupun bersama-sama telah melakukan tugasku seperti seharusnya dan sesuai dengan tujuannya? Apakah yang harus kulakukan sekarang ini. Sumber apa dan kekuatan apa yang harus kumiliki dan kupegang teguh? Ternyata tidak ada tempat maupun waktu ataupun kesempatan, di mana seorang murid Yesus sejati dapat atau boleh berkata: "Aku telah melaksanakan tugas pelayananku, maka sekarang ini aku ingin dan minta supaya dilayani".

     Pertanyaan dan tanggapan/jawaban seperti itu memang berlaku untuk setiap orang.Tetapi terutama dan pertama-tama untuk setiap orang yang diserahi tugas memimpin. Khususnya justru untuk tugas memimpin umat. Mengapa? Permohonan, peningkatan, perkembangan, penguatan iman umat jangan sampai menggoda para rasul atau atau pemimpin apapun lainnya, dengan harapan agar dengan bertambahnya iman akan menghasilkan tambahan kenaikan kedudukan, sehingga peranan dan kedudukannya sebagai pelayan berhenti, dan diharapkan berganti menjadi peranan dan kedudukan orang yang dilayani. Para rasul dan semua pemimpin harus selalu ingat dan melaksanakan perintah Yesus kepada murid-muridNya. Yakni, Entah di manapun kita berada dan berkedudukan, seorang hamba harus tetap hamba di depan Tuhan bagi sesama.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/