Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA XXVII/A/2014

Yes 5:1-7  Flp 4:6-9  Mat 21:33-43

PENGANTAR             
      Yesus datang untuk mendirikan suatu masyarakat baru. Hari-hari Minggu terakhir, dan juga Minggu depan, Yesus memberi keterangan tentang nilai-nilai dasar, yang harus dikenal, dimiliki dan dihayati oleh segenap warga masyarakat baru itu, yang disebut-Nya sebagai “Kerajaan Allah”. Yesus menerangkannya dalam bentuk pelbagai perumpamaan. Pesan Yesus yang ingin disampaikan kepada kita dalam perumpamaan Injil Matius hari ini ialah, bahwa Tuhan selalu memperhatikan dan merawat kita sebagai kebun anggur-Nya. Ia tidak akan pernah meninggalkan kita sebagai murid-murid-Nya. Yesus menghendaki agar kita sebagai kebun anggur-Nya sungguh menghasilkan buah yang baik sesuai dengan kehendak-Nya.

      Yesaya dalam Perjanjian Lama menggambarkan bangsa Israel sebagai kebun anggur. Dan Yesus menggunakan gambaran yang sama, untuk menerangkan siapakah dan bagaimanakah orang-orang yang ingin mengikuti Dia dapat diselamatkan. Dahulu dalam Perjanjian Lama pemeli-hara bangsa Israel adalah para nabi. Tetapi ternyata pohon-pohon anggur itu menghasilkan buah anggur asam! Bangsa Israel tidak menerima para nabi yang diutus Allah untuk mendampingi dan memelihara mereka. Tidak mau mendengarkan dan menolak para nabi pada hakikatnya berarti tidak menerima dan menolak kehendak Allah sendiri, yang mengutus mereka dan dengan tujuan untuk menyelamatkan umat-Nya. Nabi-nabi seperti utusan Allah tidak didengarkan. Dan Johannes yang harus mempersiapkan kedatangan Yesus Putera Allah  sebagai utusan-Nya pun sampai dibunuh.

      Dalam Perjanjian Baru kebun anggur itu adalah bangsa Yahudi sezaman dengan Yesus, yang akan dijadikan menjadi kebun pohon-pohon anggur yang menghasilkan anggur yang manis. Kebun anggur itulah yang merupakan gambaran Gereja. yakni umat kristiani sebagai Gereja Kristus. Bagaimanapun keadaan Gereja ini sebagai kebun anggur, dengan  buahnya yang manis ataupun asam,  selalu diperhatikan dan mau dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ditinggalkan-Nya. Tetapi ternyata pohon-pohon anggur yang telah ditanamkan-Nya tidak selalu menghasilkan buah-buah yang manis, tetapi juga berbuah yang asam.  Allah telah mengutus Putera-Nya sendiri untuk mengharap kebun anggur-Nya. Namun hasilnya justru sebalik-nya! Yesus pun dibunuh!

      Dalam perumpamaan itu terungkaplah sikap dasar perlawanan manusia terhadap kehendak Allah. Karena Yesus adalah putera dan ahli waris, maka dengan membunuh Dia, manusia merasa langsung menjadi pemilik kebun anggur itu! Inilah suatu perlawanan, ketidaktaatan total kepada Allah, yang kemudian menjadi kenyataan dalam pembunuhan Yesus di kayu salib!

      Tetapi Yesus berjanji: kebun anggur itu tidak akan dimusnahkan! Sebab di antara pekerja-pekerja di kebun anggur masih ada orang-orang yang baik, dapat dipercaya dan setia. Jadi pasti ada orang-orang yang akan bersedia bekerja di sana. Itu sebabnya Yesus dalam Injil berkata: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru”. Dengan kata-kata itu Yesus mau menunjukkan, bahwa kematian-Nya bukanlah berarti, bahwa Allah tidak berhasil. Sebab penderitaan dan kematian di salib akan diikuti dengan kemuliaan dalam kebangkitan-Nya. Bukan kekalahan melainkan justru kemenangan! Karena itu  kebun anggur itu akan tetap dapat menghasilkan anggur baik yang manis.

      Kebun anggur itu adalah kita, umat kristiani, Gereja. Nah, dalam Gereja-Nya ini kita semua diingatkan akan belaskasih Allah kepada siapapun, termasuk mereka yang akan di luar lingkungan Gereja kita. Kita diajak meninjau kembali  atau melihat dengan jujur keadaan hidup kita: sikap hidup dan perlakuan kita terhadap sesama kita, siapapun juga. Sikap dasar hidup kita ditunjukkan oleh Paulus kepada jemaat di Filipi (Bac. II): “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Jadi, Saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap  didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, - itulah yang harus kamu pikirkan” (Flp 4:7-8).

      Apa sebenarnya pesan perumpamaan hari ini kepada kita? Kebun anggur itu adalah umat Gereja! Penggarap atau pekerjnya adalah kita sendiri, masing-masing menurut kedudukannya. Bisa keluarga, bisa lingkungan dan paroki, bisa kelompok rekan kerja, bisa masyarakat kita. Kita semua akan diminta perhitungan sesuai dengan tanggung jawab kita. Gereja kita, baik di paroki kita, maupun Keuskupan kita, bahkan seluruh Gereja di Indonesia, adalah kebun anggur besar, yang masih membutuhkan pekerja-pekerja yang baik dan setia. Kita harus berdoa dan mohon kepada Tuhan, Pemilik kebun anggur, yaitu Gereja-Nya, jangan sampai berkata kepada kita: “Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa, yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu” (Mat 21:43). Imam, biarawan-biarawati, awam, - segenap umat Allah tanpa kekecualian -, diberi tugas oleh Yesus untuk  menggarap kebun anggur-Nya. Jangan sampai Tuhan berkata: “Aku menanti supaya dihasilkan buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam”.

Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

buku Katekese terbaru dari Mgr. FX. Hadisumarta. O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/