Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Materi iman
Dokumen Gereja

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

Minggu, 26 September 2010
MINGGU XXVI C 2010

Am 6:1a.4-7 1 Tim 6:11-16 Luk 16:19-31

PENGANTAR

Injil Lukas hari ini merupakan suatu perumpamaan, yang sepintas lalu bercorak provokatif, menentang, yaitu tentang sikap Yesus terhadap orang kaya dan orang miskin. Tetapi bila dibaca atau didengarkan dengan tenang, dengan hati dingin ternyata memang merupakan ajakan untuk membawa kita kepada sikap atau prinsip hidup, untuk membawa kita kepada kebahagiaan yang sebenarnya. Injil hari ini sebaiknya kita baca dan dengarkan dengan tenang, tanpa emosi atau prasangka, justru sebagai Kabar Gembira. Sebab "Lasarus" artinya "Tuhan Menolong", maka karena itulah si miskin itu ketika mati, dapat duduk di pangkuan Abraham!

 

HOMILI

Yang disebut "orang kaya" dalam perumpamaan itu ialah orang seluruh hidupnya terarah kepada dirinya sendiri (self-centered). Ia berpakaian bagus, makan sangat baik setiap hari. Dalam hidupnya sekarang ini ia memiliki apa saja yang akan diminta dan dibutuhkannya. Tetapi ia tidak memikirkan apalagi berbelaskasih kepada siapapun lainnya kecuali dirinya sendiri. Apa yang dianggap dan dinilainya sebagai berharga atau bernilai hanyalah sejauh mana dapat menghasilkan keuntungan dan kekayaan sebesar mungkin. Orang kaya ini tidak berminat mengabdi Allah, apalagi membutuhkan bimbingan-Nya. Ia hanya merasa membutuhkan rasa puas atas keinginan, kenikmatan dan kesenangan duniawinya. Ia berada "di dalam lingkungan duniawinya sendiri".

Orang kaya itu mengenal Lasarus dalam keadaan hidupnya yang ada, namun ia tak mau mengenalnya. Sikap si kaya itu terhadap keadaan Lasarus merupakan gambaran yang jelas tentang sikapnya terhadap Allah. Sebab karena si kaya itu hanya memperhatikan dirinya sendiri dan bukan kepada Allah, maka ketika mati ia ada di "alam maut" atau di neraka dan menderita sengsara. Sesudah mati si kaya itu ternyata bukan berada di firdaus (di surga) bersama Abraham seperti yang diharapkannya!

Sebaliknya Lasarus sepanjang hidupnya berada dan hidup dalam kemiskinan, tetapi hatinya selalu dekat bersama Allah, sebab ia tidak pernah melepaskan iman kepercayaannya yang sungguh kepada Allah. Pakaiannnya buruk, lapar, berjuang untuk dapat meneruskan hidupnya, badannya penuh penyakit, kotor sampai dijilat-jilat anjing! Ia berada di luar perumahan. Tetapi ketika ia mati, ia segera di bawa malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Demikianlah di surga Lasarus adalah bahagia. Ia berada "di dalam lingkungan surgawi".

Ketika si kaya dan Lasarus masih hidup di dunia ini tidak ada jurang antara keduanya itu. Lasarus berada dan mengemis hanya di luar pintu gerbang rumah si kaya. Si kaya dapat setiap kali keluar masuk, apabila mau menolong si miskin. Tetapi di dunia kehidupan kekal ada jurang antara surga dan neraka. Yesus menggunakan gambaran tempat guna menunjukkan adanya suatu kekosongan luas, suatu jurang, yang tidak dapat dihubungkan satu sama lain. Si kaya mohon memperjuangkan nasibnya: "Suruhlah Lasarus menolong aku!". Si kaya itu merasa masih mampu dan berhak memerintah dan mengatasi situasinya. Memang ada jurang-jurang yang tidak dapat diatasi. Di situ tiada kemungkinan untuk berbalik!

Si kaya itu tidak mendengarkan perintah para nabi, yang mengajar supaya kita saling menolong. Ia tidak menolong tetangganya. Para nabi juga sudah mewartakan bahwa Almasih akan lahir di Betlehem, dan bahwa Alamsih itu akan menjadi sahabat orang-orang miskin dan tersingkir (Yes 61:1-2). Tetapi si kaya ini tidak mengasihi sesamanya. Ajaran para nabi , bahkan dari Yesus sendiri tak didengarkan, apalagi dilakukan. Ia merasa dirinya terlalu baik, terlalu tinggi kedudukannya, untuk menjadi teman dan penolong kaum terisingkir.

Seluruh isi Injil Lukas 16 bukan hanya menyinggung soal uang atau kekayaan, melainkan mengenai hubungan atau relasi pribadi antar manusia . Pesan paling mendasar yang terdapat di dalam perumpaan-perumpman Luk 16 ialah relasi pribadi. Dengan menolong orang lain kita membentuk dan mengembangkan pribadi kristiani sejati. Karena itu dengan memberi kita justru menerima! Apakah yang lebih berguna, lebih luhur serta mulia dan lebih berkenan kepada Allah daripada menjadi seperti Yesus yang menjadi mulia karena menghargai kaum miskin?

 

Jakarta, 24 September 2010

 

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/