Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Materi iman
Dokumen Gereja

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

Minggu, 19 September 2010
MINGGU XXV C 2010

Am 8:4-7 1 Tim 2:1-8 Luk 16:1-13

PENGANTAR

Injil hari ini (Luk 16:1-13) cukup panjang, dan sekaligus cukup tak mudah dimengerti isi pesannya, dan membutuhkan ketenangan pemikiran untuk memahaminya. Kiranya pesan pokok yang dapat kita petik dari Injil itu ialah, bahwa kita sebagai orang beriman harus tahu dan mau menilai serta menggunakan hubungan antara harta duniawi dan harta surgawi secara menurut teladan Yesus. Seperti dikatakan oleh Yesus: "Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon?" (Luk 16:13).

 

HOMILI

Sangat tajam tetapi juga benar apa yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan tentang seorang bendahara yang tidak jujur. "Anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang" (Luk 16:8). Dalam perumpamaan itu Yesus mau mengajak kita untuk memiliki pengertian dan sikap yang tepat mengenai hubungan antara hidup kita di dunia dan hidup kita kemudian di surga. Yesus melihat dalam masyarakat-Nya, bahwa banyak orang yang tahu dan pandai mencari keamanaan, kepastian, dan jaminan untuk masa depan hidupnya sekarang, misalnya dengan mengumpulkan uang sebanyak dan seaman mungkin. Tetapi mengapa mereka tidak berikhtiar sekuat-kuatnya untuk juga membantu atau berbuat baik kepada sesama, untuk mengamankan dan memastikan keadaan jiwanya di kemudian hari?

Orang dapat memperoleh dan memiliki uang banyak, tanpa sampai diperbudak olehnya. Yaitu apabila ia menempatkan kehendak Allah sebagai pusat hidupnya. Maka ia berani mengorbankan miliknya sebagai derma atau bantuan bagi sesama, yang tak memilikinya untuk dapat hidup. Sebab Allah memang menghendaki segenap umat-Nya dapat hidup cukup dan bahagia .

Orang yang beriman, sejauh ia menganggap dan menghayati imannya secara jujur terhadap Tuhan, baik dalam hidup dan pekerjaannya, apapun bentuknya dan khususnya di bidang perdagangan, tidak akan melupakan hubungannya dengan Allah. Ia harus bekerja tekun dan teliti, mencari dan menggunakan waktu yang tepat untuk dapat beruntung secara wajar. Namun sebagai orang beriman ia akan selalu ingat dan sadar pula akan kebutuhannya yang lain, yang harus dan hanya dapat dilakukan dan diperoleh atas usahanya sendiri, yaitu kebahagiaan dan kesejahteraan rohani, yang akan diperolehnya di surga. Bukan hanya perhitungan teliti memang mutlak diperlukan untuk memperoleh kekayaan jasmani dan duniawi, melainkan perlu juga untuk dapat memperoleh kekayaan rohani dan abadi.

Pesan yang dapat dipetik dari perumpaan Yesus dalam Injil Lukas hari ini ialah:

Pertama : supaya kita sebagai umat beriman tetap memiliki kekuatan dan ketekunan bila menghadapi tantangan hidup yang berat.

Kedua : supaya kita dalam mengusahakan, memiliki dan menggunakan harta kekayaan duniawi berusaha menempatkannya dalam hubungan kita juga dengan kaum berkekurangan.

Ketiga : siapapun yang memiliki harta harus selalu sadar, bahwa kita bukanlah pemilik mutlak harta kekayaan dunia ini, tetapi diperbolehkan Tuhan mengambil bagian dalam kekayaan dunia milik-Nya, yang harus juga dapat diterima dan dinikmati seluruh penduduknya.

Untuk mampu melakukan semuanya itu kita diundang untuk bersikap, hidup dan bertindak menurut teladan Yesus. Seperti orang business harus menggunakan kebijaksanaan untuk mengsukseskan hasil usahanya, demikian pula setiap orang Kristen harus bersedia mengikuti teladan hidup Yesus, agar patut diterima oleh Allah. Kita bukanlah pemilik harta mutlak. Di dalam Kerajaan Allah tanggung jawab dan pahala Tuhan hanya akan diberikan kepada mereka, yang dapat membuktikan kesetiaannya kepada ajaran dan teladan Yesus Kristus.

Jakarta, 17 September 2010

Mgr. Hadisumarta O.Carm

 

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/