Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU BIASA XXIX/C/2013

2Kel 17:8-13  2 Tim 3:14-4:2  Luk 18:1-8

PENGANTAR
          Injil Lukas dalam Misa pada hari ini berceritera tentang Yesus, yang dengan suatu perumpamaan memperlihatkan kepada kita makna doa bagi setiap orang yang sungguh mau berdoa sebagai orang beriman. Kali ini bukan terutama mengenai apa sebenarnya isi doa yang harus kita panjatkan kepada Tuhan, namun lebih bagaimana sikap yang harus kita miliki untuk memanjatkan doa kepada-Nya.

HOMILI
          Sebagai orang beriman kristiani kita percaya, bahwa kita sekarang berkat karya penebusan Kristus sudah berada dalam Kerajaan Allah. Tetapi ternyata kenyataan Kerajaan Kristus itu belum dapat dirasakan seperti kita  harapkan. Baik dahulu maupun sekarang ataupun di masa depan, kita masih mengalami pengalaman hidup yang masih begitu jauh dari gambaran dan harapan kita tentang hasil penebusan Kristus. Kita dalam hidup mengalami begitu banyak kesulitan, kekecewaan, merasa sendirian, tidak memperoleh bantuan atau hiburan. Bahkan kita melihat hal-hal jahat aneka macam justru tampak makin banyak. Gereja sendiri, - siapakah Gereja itu?, yakni segenap umat yang resmi telah dibaptis - , yang  harus menampakkan wajah Kristus dan mewujudkan  ajaran dan tekadan-Nya di dunia ini, juga sering tampak kehilangan semangat dan jiwanya. Warganya tampak dingin satu sama lain, tidak atau kurang  rukun dan bersatu. Bahkan di negara-negara maju dari mana dahulu para misionarisnya pergi ke negara-negara lain untuk mewartakan Kristus, kini seolah-olah kurang mengenal Kristus.

          Dalam perkembangan kemajuan dewasa ini juga sering makin tampak kurangnya pengetahuan dan kesadaran  akan makna dan pentingnya doa. Makin pandai, makin maju, makin terpelajar, makin mampu dalam hal-hal yang serba tampak dan kelihatan,  makin kurang dan makin tidak sadar pula akan adanya hal-hal atau kenyataan yang tidak kelihatan. Padahal bagi orang yang sungguh beriman, bukankah justru hanya hal-hal yang kelihatan yang sangat penting. Sebab nanti atau kelak hal-hal yang tidak atau belum tampaklah yang akan dan harus dihadapi oleh setiap orang selama hidupnya yang kekal, bukan hanya yang sekarang! Orang yang sungguh beriman akan selalu berdoa, sebab ia tahu dan harus sadar bahwa segala baik, dan segenap pertolongan diberikan dari atas,  adalah anugerah Allah.- Bila demikian, - inilah yang mau diterangkan Yesus dalam Injil Lukas hari ini - , mengapa doa-doa kita kerapkali tidak dikabulkan. Apakah kita sungguh menghadapi pintu tertutup untuk berdoa, padahal itulah pelaksanaan perintah Yesus sendiri?

            Sebagai lazim dilakukan-Nya,Yesus menerangkan “masalah doa” kita ini dengan suatu perumpamaan. Ia menyebut seorang hakim, yang tidak takut akan Allah, tak menghormati seorang pun, sangat dingin hatinya, bagaikan membeku. Apa yang tidak berkenan kepadanya ditolaknya. Permintaan si janda supaya  ia menangani perkaranya tidak dihiraukannya dan ditolaknya. Tetapi si janda tak kunjung henti terus menghadap dan menuntutnya. Dengan demikian mau tak mau kedatangan si janda itu akhirnya membuatnya tidak dapat beristirahat. Hanya atas alasan itulah hakim itu mengabulkan permintaan si janda. – Inilah yang terjadi di dunia manusia! Demikian jugakah yang akan dilakukan oleh Allah?

          Apakah Allah, yang tidak bersikap dingin hati-Nya, dan tidak berpikir  egoistis seperti si hakim, juga tidak akan memperhatikan permohonan umat-Nya yang disampaikan kepada-Nya dalam doa-doa mereka? Dari perumpamaan ini kita semua, umat-Nya, harus yakin bahwa doa kita pasti dikabulkan Allah. Kita harus yakin, bahwa  seperti Yesus telah mengalahkan segala kejahatan, demikian pula apa yang benar, apa yang murni, apa yang lurus, apa yang adil di hadapan Allah akan mengalahkan apa yang jahat.

          Para orang kudus/suci pasti selalu akan dibenarkan, meskipun banyak kejahatan dilaksanakan orang, kerapkali apa yang jahat justru dapat “berhasil”. Tetapi barangsiapa berdoa, ia sebenarnya menyerahkan nasib dirinya dan nasib Gereja ke dalam tangan Hakim Abadi. Ia sekaligus tahu dan yakin, bahwa Sang Hakim Abadi itu bukan hanya memutuskan, namun sekaligus melaksanakan keputusan-Nya! Namun selalu diingat, Kerajaan Kristus yang sudah ada masih dalam perjalanan, dan baru akan kelak akan terwujud sepenuhnya.

          Orang beriman yang berdoa harus sungguh tidak ragu-ragu dan sungguh percaya, sebab dalam hatinya ia memiliki ketenangan dan kepastian, yang tak tergoyahkan. Berdoa dengan tekun bukan berarti mengetuk pintu kerahiman Tuhan penuh keragu-raguan, melainkan tanpa ragu-ragu maupun ketakutan tetap berjalan penuh harapan menuju kepada Tuhan yang mau menyelamatkan.

Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

buku Katekese terbaru dari Mgr. FX. Hadisumarta. O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/