Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA XXIX/A/2014

Yes 45:1.4-6   1Tes 1-5b   Mat 22:15-21

PENGANTAR
       Tuhan Allah sungguh mengagumkan! Raja Koresh, bukan dari bangsa Yahudi, dan tidak percaya akan Tuhan yang sama seperti orang Yahudi, namun digunakan Allah untuk membebaskan Israel, bangsa pilihan-Nya (Bac. I). Tetapi Paulus sungguh bersyukur dan bangga akan jemaat di Tesalonika, yang berbuat amal, berbuat baik, mengasihi sesamanya berkat iman mereka (Bac. II). Dalam Injil hari ini kita akan mendengarkan bagaimana Yesus mau dijerat, agar dapat dituduh melawan perintah agama Yahudi atau melawan pemerintahan Romawi.

HOMILI
       Secara lihai mereka menyapa Yesus dengan berkata: “Guru, kami ta-hu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab tidak mencari muka”. Dengan bahasa pergaulan kita dewasa ini dapat dikatakan, bahwa Yesus dikenal sebagai orang yang punya prinsip dan konsekuen hidup-Nya Dan sesuai dengan prinsip-Nya itu Ia dalam sikap dan perbuatan selalu secara transparan/terus terang. Sikap hidup-Nya itu bukan untuk mencari keuntungan dan  bukan pula guna menjaga kedudukan atau nama baik-Nya.

       Sebenarnya orang-orang Farisi dan orang-orang Herodian, yang mau mencobai Yesus itu sudah tahu jawaban-Nya untuk memecahkan masalah mereka, yaitu bahwa Yesus selalu mendahulukan kepentingan Allah bukan kepentingan-Nya sendiri. Tetapi Yesus tidak mengajarkan kepada orang-orang, supaya mereka meninggalkan urusan/kebutuhan duniawi, apalagi memusuhinya! Justru sikap yang tepat terhadap urusan duniawi/jasmani akan membuat hidup ilahi/rohani mereka akan lebih berarti! Itulah yang diajarkan dan dilakukan Yesus sendiri. Orang-orang yang mengikuti ajaran, hidup dan perbuatan-Nya dapat melihat dan mengalaminya sendiri!

       Di sinilah kita sebagai umat kristiani harus  selalu mencari dan mengikuti arah sikap, hidup dan perbuatan kita sehari-hari yang  benar, yaitu menurut ajaran Kristus,  baik secara pribadi kita masing-masing, namun juga kita secara bersama sebagai Gereja.  Kita harus selalu bertanya: apakah saya sebagai orang beriman kristiani, atau  sebagai Gereja di dalam masyarakat dapat berdialog atau menghadapi perubahan dan tantangan, yang terus berlangsung dalam masyarakat zaman kita sekarang ini? Bagaimana Gereja, yakni kita umat beriman kristiani, dapat melaksanakan perutusannya (misinya), yaitu  untuk sebagai komunitas  kristiani dapat ikut menghadirkan pemerintahan Allah seperti diajarkan Kristus di dunia ini.

       Kita semua selalu mendapat tantangan, yang dapat menjerat hidup kita sebagai orang yang sungguh beriman kristiani di tengah aneka masalah yang kita hadapi sekarang ini. Ada masalah ekonomi, hukum, ketidakadilan, korupsi, politik, RUU Pornografi, fanatisme keagamaan. Sejauh manakah fungsi suara hati atau budinurani kristiani sebagai norma terakhir untuk mengambil putusan masih berlaku? Apakah kita tetap berpegang pada keyakinan ajaran Kristus, ataukah kita menjadi oportunis?

       Kita memang percaya kepada Allah. Berkat baptis kita disebut putera-puteri Allah, artinya kita adalah makhluk yang manusiawi namun sekaligus ilahi. Seperti Yesus Kristus sendiri , demikian juga keilahian dan kemanusiaan kita itu tak terpisahkan satu sama lain. Yesus hidup dan berbuat secara utuh, baik sebagai manusia maupun sebagai Allah. Yang wajib diberikan kepada Allah harus diberikan kepada Allah! Apa yang harus dilakukan Yesus sebagai manusia, dilakukan-Nya pula.

       Dalam jawaban yang diberikan kepada  kaum Farisi dan kaum Herodian, Yesus menegaskan mutlak perlunya integritas batin. Bila orang mau sungguh hidup beragama, atau sungguh hidup beriman, maka ia harus melaksanakannya dengan  benar dan utuh! Hidup sebagai orang yang sungguh beragama tidak boleh separo-separo, sebagai oportunis,  sekadar demi jaga nama. Bila kita mau bersikap dan hidup sebagai orang beriman,  kita harus jujur, harus mau dan bersedia memeriksa diri, sejauh manakah  aku ini sebagai pengikut atau murid  Kristus sungguh hidup dengan berpegang pada ajaran dan teladan Kristus sendiri. Ataukah  sebetulnya kita sebenarnya lebih mementingkan keinginan kita sendiri, sambil hidup  dengan berkedok wajah Kristus? Bila demikian kita adalah seorang Farisi atau seorang Herodian, yang memperalat agama untuk mementingkan diri sendiri.

 

Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

buku Katekese terbaru dari Mgr. FX. Hadisumarta. O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/