Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

Minggu Biasa XXIV /B/2012

  Yes 50:5-9a  Yak 2:14-18  Mrk 8:27-35

PENGANTAR
          Injil Markus hari ini (8:27-35) dapat kita lihat sebagai penegasan Yesus tentang identitas diri dan tujuan perutusan-Nya. Sesudah berkali-kali diceriterakan, bagaimana Yesus mengadakan mukjizat, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, memperbanyak roti, sekarang Ia menegaskan bahwa sebagai Mesias Ia justru akan ditolak, menderita dan dibunuh, meskipun akan bangkit lagi. Ceritera Injil Markus ini menggambarkan adanya pelbagai macam pandangan orang-orang sezaman dengan Yesus tentang siapakah dan bagaimanakah sebenarnya Diri-Nya itu sebagai Mesias. Bagi kita sekarang pun ditanyakan siapakah Yesus itu sebenarnya bagi kita sebagai Mesias atau Penyelamat.

HOMILI
          Di zaman Yesus tidak ada pengertian yang sama tentang Mesias. Ada gambaran tentang Mesias sebagai raja, keturunan Daud, sebagai imam atau sebagai nabi seperti Elias atau Musa, bahkan raja dengan kekuasaan politik dan tentara.

          Tanpa diketahui atau disadari sepenuhnya, sekarang ini perbedaan pandangan dan gambaran tentang  identitas dan peranan Yesus sebagai Penyelamat pun masih berbeda-beda. Misalnya ada yang berpendapat, bahwa umat kristen,  seluruh Gereja harus tampil seperti Elias, secara terbuka dan jelas berkonfrontasi dengan sistem-sistem, institusi-institusi dan berpolitik nasional. Apa yang dialami Elias (lih. 1 Raj 17 dan 20) menunjukkan, bahwa menggunakan kekerasan, tidak menghasilkan perdamaian dan keadilan bagi masyarakat yang menderita ketidakadilan dan kemiskinan. Ada pula golongan yang berpendirian seperti Yeremias, bahwa hal Gereja adalah suatu hal pribadi, suatu segi “privaat” atau “private”, “personal” hidupnya. Bukan urusan orang lain! Maka agama dibatasi dan disempitkan menjadi “urusan pribadi” atau “private affair’. Bila dikatakan dengan bahasa zaman kita sekarang ini, “di dunia modern dewasa ini agama adalah urusan pribadiku sendiri,  tak perlu dikaitkan dengan orang lain.

          Maka sekarang pun Yesus bertanya kepada kita seperti kepada Petrus dan murid- murid-Nya yang lain: Menurut kamu, siapakah Aku ini? Jawaban Petrus pada dasarnya adalah benar:Engkau adalah Mesias!Namun arti jawaban Petrus itu harus dipahami secara benar pula. Yakni bahwa Yesus sebagai Mesias, Penyelamat, datang untuk menyelamatkan semua orang, seluruh masyarakat dunia, bukan hanya untuk individu-individu tersendiri. Secara total, baik sebagai keseluruhan maupun sebagai perorangan. Tiada keselamatan perorangan dalam Kristus yang lepas dari hubungannya dengan lainnya. Sekarang pun kita harus selalu menjawab pertanyaan Yesus ini:Menurut kamu, siapakah Aku ini?
Siapakah Yesus sebagai Mesias itu?

  1. Yesus lahir  dari suku Yuda, bukan dari suku imam  Lewi, maupun  dari keluarga  imam Zadok.Yesus bukanlah seorang politisi.
  2. Ia tidak berpolitik, namun memperhatikan politik, karena perutusan-Nya di dunia ini tidak mungkin di laksanakan di luar keadaan politik yang berlangsung.
  3. Yesus paling banyak bukan berada di Yerusalem melainkan di Kaparnaum, di Palestina sebelah utara, di mana terletak jalan penghubung utama, dan di mana pula terdapat kantor-kantor pemungut pajak. Ia berada di Yerusalem terutama bila bersangkutan dengan ibadat.
  4. Yesus memperhatikan orang-orang yang kerasukan setan, yang sakit, pendosa dan rakyat yang tidak diperhatikan masyarakat. Sambil menghayatinya sendiri dalam hidup-Nya Yesus menyampaikan ucapan-ucapan “Berbahagialah” sebagai pewartaan keadilan alkitabiah. Keadilan yang otentik inilah yang mendorong-Nya untuk memperhatikan dan melibatkan diri sepenuhnya dengan orang-orang sakit, berkekurangan, tersingkir dan lapar. Ia menjadi teman orang-orang berdosa, bukan dengan nengadili dan menghukum melainkan dengan mengajak mereka mengubah jalan hidup mereka. Rela bersama dengan sesama”, itulah yang diajarkan kepada kita dan dilaksanakan-Nya sendiri.
  5. Di zaman-NyaYesus bukan mau mewartakan dan mendirikan kerajaan politik Daud, melainkan Kerajaan Allah! Yesus sebagai anak bangsa sungguh mau berusaha memenuhi apa yang selalu  diharapkan Israel. Yang diharapkan itu adalah kasih! Karena itu intisari Kabar Gembira yang diwartakan Yesus adalah kasih! Namun selalu harus diperhatikan, bahwa Yesus bukanlah seorang sosial revolusioner. Ia bukan bersikap dan berbuat terutama dengan mencela atau memusuhi ketidakadilan itu, melainkan lebih dengan menghadapinya dengan kasih. Dalam perumpamaan-perumpamaan yang dipakai-Nya Ia bukan terutama menunjukkan jahatnya ketidakadilan, melainkan menunjukkan betapa baik dan indahnya kasih kepada sesama.

          Pada akhir Injil hari ini Yesus berkata: Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan Aku dan karena Injil, ia akan menyelama-kannya(ay. 34-35). Syarat menjadi murid Yesus sejati ialah, bahwa setiap yang telah dibaptis harus bersedia memegang teguh kemuridannya yang otentik kepada-Nya, dengan persembahan diri secara total, berani menyangkal dan sanggup mengorbankan dirinya sendiri. Jalan salib bukanlah hanya untuk Yesus belaka , melainkan untuk setiap orang yang mau mengikut Dia. Tetapi kemenangan atau keberhasilan menjadi murid sejati Yesus hanya akan dicapai oleh mereka, yang sanggup memanggul salib! Menolak syarat ini berarti memilih pihak setan. Sebab dengan demikian hidupnya sungguh hanya berfokus pada kepentingan duniawi diri sendiri. Hidup orang yang memang telah dibaptis namun bertentangan dengan Kristus akan dibawa  kepada kehancuran. Tetapi dengan mengikuti Kristus, meskipun melalui penderitaan dan maut, kita dibawa kepada kehidupan sejati.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/